Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S2 BAB 21-MANDI


__ADS_3

Deg.. deg..


Clara berdiri di depan itu dengan bersandar wajah nya memerah dan detak jantung nya juga ikut berpacu cepat ketika hal itu Dia rasakan, tatapan datar pria itu membuat nya seketika kembali terhipnotis dan membuat gadis itu mungkin mulai menyukai nya lagi.


"Tubuh ku sudah tidak suci lagi" gumam Clara memegang kuat handuk nya itu.


Sedangkan di luar pintu kamar Alisa itu Axel mengusap wajah nya dengan gusar dan tatapan kesal ke arah pintu itu karena Clara malah mendorong nya dengan kasar keluar.


"Dia pikir ini rumah siapa, seenak nya melakukan hal itu" ujar Axel dengan kesal menatap ke arah pintu.


Dari belakang Axel terlihat Alisa yang berjalan dengan langkah kecil nya berusaha memegang sebuah dress di pelukan nya agar tidak terjatuh ke lantai, gadis itu menepuk kaki Daddy nya dengan kesal.


"Daddy awas, Alica mau masuk, bukuin pintu nya" ujar Alisa mendongkak kan kepala nya ke atas menatap Daddy nya itu.


Axel menatap anak nya yang memeluk sebuah baju dengan posesif, seolah sangat menjaga nya.


"Baju siapa?" tanya Axel kepada anak nya itu.


"Buat Mommy, tadi Mommy tidak punya baju, Alica ambil dulu, buka pintu nya Daddy" ujar gadis itu dengan wajah cemberut meminta tolong kepada Axel.


Axel pun yang tidak paham akhirnya membuka kan pintu dan membiarkan Alisa untuk masuk membawa baju itu, beberapa detik berlalu Axel yang berdiri di depan itu melihat pintu terbuka, terlihat Clara yang masih memakai handuk dengan wajah yang terkejut melihat Axel, terlihat juga Alisa yang berdiri di samping kaki Clara itu.


"Pakai baju mu, kenapa kau masih seperti itu, di rumah ini banyak orang!" tegas Axel melihat Clara dan memalingkan wajah nya.


"Anu Pak Axel, kalo aku berlari dari sini tidak akan ada yang melihat kan" ujar Clara kembali masuk dan hanya memperlihatkan kepala nya di balik pintu itu.


"Ngapain kau lari dalam keadaan seperti itu, apa kau sudah tidak waras!" tutur Axel menatap tajam gadis itu.


"Pakaian dalam ku tidak di ambil kan Alisa" gumam gadis itu.


Clara berbicara dengan wajah yang memerah karena malu harus mengutarakan nya kepada Axel, pria itu yang mendengar kan juga merasa salah tingkah karena bertanya seperti itu.


Pletak..

__ADS_1


"Bodoh, kamar Alisa dan kamar mu itu di sudut sana ada pintu, itu pintu penghubung lewat sana saja" ujar Axel dengan menjetik kepala gadis itu.


"Auu, sakit. Ya mana Aku tahu Pak, ini kan bukan rumah ku!" kesal Clara menutup pintu kamar Alisa dengan kuat dari dalam.


Brak..


"Dia itu membuat ku terus emosi" ujar Axel dengan kesal berlalu pergi.


Sudahi acara drama tadi, hari sudah semakin gelap dan sekarang saat nya makan malam, Clara yang menatap meja makan itu sangat takjub dan indah, berbagai bentuk sendok garpu serta pisau di sediakan di samping piring mereka.


"Apaan ini banyak banget sendok nya, makan nya sekali juga" ujar Clara yang heran menatap itu.


Axel yang melihat gaya Clara yang tidak tahu sama sekali hanya bisa menatap nya datar dan mengelengkan kepala nya.


'Apa perlu aku ajari Dia tata krama dalam berbagai hal' batin Axel.


"Alisa ayo coba masakan kakak" ujar Clara dengan telaten menyuapi gadis itu.


"Mommy maaf Alica tidak suka sayul" ujar gadia itu merasa bersalah.


"Alisa tidak boleh pemilih dalam makanan, masih banyak loh orang di luar sana yang ga bisa makan enak kayak Alisa, harus nya Alisa ga boleh ngeluh, oke?" ujar Clara menasehati gadis itu dengan tatapan serius nya.


"Benarkah Mom?" tanya Alisa dengan ragu membuka mulut.


Clara mengangguk, lalu Alisa menerima suapan pertama dari masakan milik Clara, seketika gadis itu mengunyah dengan semangat.


"Enak Mom" ujar Alisa memberikan dua jari nya dengan bahagia.


"Iya dong, siapa dulu yang masak" ujar Clara terus menyuapi gadis itu.


Begitulah Clara dan Alisa makan dalam satu piring dan sendok yang sama saling bergantian sambil terus tersenyum senang. Axel yang melihat itu seketika mengerutkan kening nya dengan heran menatap keadaan yang ada di depan nya saat ini, kemana Alisa yang pembakang dan pemilih itu, biasanya gadis itu kemauan nya harus di turuti jika tidak Dia akan mengancam semua orang dari berbagai hal, tapi dengan mudah nya Clara menjinakan si kecil mereka dengan tatapan tegas nya itu.


'Baru kali ini Alisa mau menuruti seseorang, dengan ku saja Dia akan mengancam ku dan selalu kabur' batin Axel menatap mereka berdua.

__ADS_1


Saat Axel sedang fokus menatap mereka berdua sambil terus makan, Alisa memanggil dan menatap Daddy nya itu.


"Daddy nanti kita mandi sama Mommy" ujar Alisa secara spontan.


Huk.. huk.. huk..


Axel yang mendapat pernyataan yang mendadak itu, seketika makanan nya tersedak di bagian tenggorokan nya, kenapa gadis kecil itu tiba-tiba meminta hal aneh kepada nya.


"Tadi Alica mandi sama Mommy loh, Daddy tidak mau?" ujar Alisa dengan wajah polos nya sambil mengunyah makanan.


"Alisa tidak boleh, laki-laki dan perempuan tidak bisa melakukan itu, ingat kata kakak hal itu di larang oke!" ujar Clara dengan tegas mengatakan itu, Dia juga malu kenapa Alisa malah berkata seperti itu.


"Oke Mom, tidak lagi" tutur Alisa mengangguk kepada Clara.


Glupp.. glup..


Axel meminum minuman nya dengan cepat, pria itu menatap anak nya dengan tatapan wajah yang tidak dapat di baca.


"Alisa lain kali jangan mengatakan hal seperti itu!" ujar Axel memperingatkan si kecil Alisa dengan tatapan tajam nya.


"Oke Daddy, sabal yah Daddy tidak bisa mandi sama Mommy, selu main busa, Daddy main sendili saja, kata Mommy tidak boleh laki-laki dan perempuan di lalang" tutur Clara seolah-olah memberikan wajah kasihan nya kepada Daddy nya itu.


Axel yang mendengar itu hanya bisa menatap anak nya dengan tatapan tidak percaya, untung Alisa masih kecil yah belum tahu kalo pertanyaan yang Dia lontar kan sangat super berbahaya bun.


"Seterah" ujar Axel kembali melanjutkan makanan nya dan mengabaikan obrolan kedua gadis itu.


Makan malam pun selesai, kedua gadis itu masih mengobrol di ruang keluarga, entah apa yang mereka bicarakan sampai-sampai Alisa selalu tertawa dengan perkataan Clara itu. Axel yang sedang berdiri dengan jarak beberapa langkah dari ruang keluarga itu menatap kesal Clara.


'Siapa sebenarnya disini yang orang tua kandungan nya, Aku saja tidak pernah di ajak Alisa mengobrol'


***


info: maaf kalo waktu update kurang menentu dan mungkin sehari cuman bisa up satu sampai dua chp karena author lagi mengikuti uas untuk dua minggu ke depan.

__ADS_1


__ADS_2