
Keesokan hari nya ketika suasana sudah kembali kondusif, Clara terbangun dari tidur panjang nya, ia mengerjapkan mata nya dan mengedarkan seluruh pandang nya itu, ia melihat di sofa ada axel yang tidur dengan posisi duduk dan Alisa yang tertidur di paha sang daddy nya itu.
'seperti nya aku di rumah sakit' batin clara.
ia merasa kerongkongan nya sangat kering dan haus. ia berusaha duduk, tetapi ia merasakan sakit di bagian perut sebelah kiri nya.
'akh' ringis clara yang memegang perut nya yang terasa ngilu dan perih bagi dirinya.
Alisa yang sangat sensitif dengan suara itu, seketika bangun dan mengerjapkan mata nya ia melihat clara sudah bangun dan berusaha untuk bersandar.
"mommyyy!!!" teriak gadis itu turun dari pangkuan axel dan berlari mendakati kasur pasien itu.
"Alisa kenapa kamu ga pulang sama daddy?" tanya clara kepada gadis kecil itu.
"ngga au, alica mau nya liat mommy bangun dulu" kata gadis kecil itu berusaha naik ke atas kasur, di ruangan itu kasur pasien memang di disein berukuran king size seperti kasur tidur pada umumnya di rumah, namanya juga VVIP bebas.
"Alisa boleh minta tolong ambilin kakak air ga, jauh soal nya" kata clara seolah olah mengambil air dengan tangan nya yang tidak terjangkau itu.
"Siap bos" kata Alisa.
ia bersusah payah turun dari kasur itu dengan badan kecil dan mungil nya yang bontot. dan berusaha menggapai nakas tempat air, karena tidak sampai Alisa berusaha memanjat.
"eh udah alisa, nanti aja minum nya, nanti jatuh" kata clara yang mulai khawatir itu.
prankk
Gelas itu terjatuh ke lantai gadis kecil itu hampir terjatuh, dan untung saja clara dapat menangkap tubuh kecil nya, tetapi clara amat merasakan sakit di bagian perut nya itu.
'duh seperti nya jahitan nya kebuka nih' batin clara yang menahan sakit.
"Alisa!" axel terbangun dan mengambil alisa dari dekapan clara itu.
"apa kau tak apa apa? apa yang kalian lakukan? kenapa kalian tidak membangunkan ku saja? dan apa yang terjadi pada luka mu, liat itu mengeluarkan darah lagi, astaga" Axel langsung memencet tombol darurat untuk memangil dokter itu.
Tidak berapa lama kemudian, dokter datang dan menangani clara.
"Sebaiknya anda jangan bergerak dulu nona clara, ini bisa berakibat pada diri anda sendiri" terang dokter.
"baik dok" kata clara.
__ADS_1
Dokter itu pergi dan meninggalkan mereka bertiga. Axel menatap Clara dengan tatapan yang kesal, di pangkuan nya duduk Alisa yang terus memegang tangan Clara yang terpasang infus itu.
'kenapa pak axel melihatku seperti, aku jadi takut' batin clara.
"mommy ndakk cakit lagi kan?" kata Alisa membuyarkan lamunan kedua orang tersebut.
"iya sudah tidak kok Alisa, makasi ya sudah jagain kakak" Kata Clara mengusap kepala gadis kecil itu.
Karena hari sudah pagi jadwal sarapan para pasien selalu diantarkan ke ruangan itu pukul 07.00 wib.
tok.. tok
suara pintu terbuka dari luar, menampakan perawat mengantarkan banyak menu makanan berbagai jenis itu, ia meninggalkan troli makanan itu di ruang clara.
"Astaga apa ini makanan untuk pasien? kalo begini aku juga betah lama lama di rumah sakit" kata clara menatap banyak makanan enak itu.
"dan apa kau mau sakit dan di tusuk berulang-ulang biar mendapatkan makanan ini" timpal axel degan raut wajah yang tidak dapat diartikan.
"eh ga gitu juga konsep nya pak" kata clara yang menggaruk tenguk nya itu.
"kamu makan bubur aja, ini semua buat saya sama alisa" kata axel.
Seketika harapan clara untuk makan, makanan enak pun pupus dengan perkataan yang dilontarkan axel.
clara yang tidak tega melarang alisa karena dia sangat antusias hanya mengaggukan kepala nya tanda setuju.
"mommy maman banyak banyak bial cepet cembuh, iya kan daddy" kata gadis itu bergantian menatap clara dan axel bersamaan.
"iya" kata axel dengan datar.
Gadis kecil itu menyuapi clara dengan susah payah, tangan yang belum kuat itu menyuapi clara belepotan kesana kesini, tetapi clara tidak memarahi nya dan malah tertawa melihat cara gadis itu menyuapi nya.
"eh ini hidung kakak bukan mulut ha ha" kata clara saat alisa hampir memasuk kan bubur itu ke dalam hidung nya.
"eh iya calah" kata gadis itu yang kembali menyuapi clara.
axel yang melihat pipi dan tepian mulut clara penuh dengan bubur itu reflek mengambil tisu dan mengelap pipi gadis itu, saat axel melakukan itu tiba tiba mata mereka bertemu.
Deg deg deg
__ADS_1
suara detak jantung terdengar berpacu dengan cepat, pipi clara tiba tiba bersemu dengan merah.
"Daddy jangan lama liat nya, tangan daddy ngalangin alica nyuapin mommy ih" kata Alisa menyingkirkan tangan axel dari pipi clara.
Mereka berdua nampak canggung dan melirik satu sama lain.
"tadi wajah mu dipenuhi bubur, aku hanya membantu membersihkan nya jangan salah paham" tegas axel membuang wajah nya.
"iya pak terima kasih" kata Clara.
...----------------...
Di ruang gelap itu, seperti tempat yang biasa nya sudah kita ketahui, ruang ekseskusi markas Aeros nampak kedua orang pria di ikat dan di tutup mata nya, kedua pria itu di ikat di atas sebuah kursi.
Byurr..
Anak buah dari Samuel melemparkan air dingin kepada mereka saat pagi seperti ini.
"hei bangun bajingan, aku tidak ingin telat mendapatkan info yang menarik dari kalian" teriak Samuel, Pria kecil itu duduk di sebuah kursi kebanggan nya yang selalu di dorong, dorong oleh kevin. kok jadi ngakak yah ngebayangin itu kursi di dudukin terus di dorong ama kevin kayak mainan haha.
"bajingan lepaskan kami" teriak salah satu penjahat itu.
"kevin lepaskan penutup matanya" perintah Samuel.
"baik tuan" kata kevin menuruti perintah itu.
"Ha ha bocah kecil, apa yang kau lakukan disini, sebaik nya kau pulang dan mintu susu kepada mommy mu jangan bersikap angkuh dengan mengurung kami!" teriak penjahat kepada samuel.
"hei paman, sopan lah sedikit kepada anak kecil ini, atau aku akan mengiris tangan mu dengan pisau baru ku ini" kata samuel yang nampak mengeluarkan sebuah pisau dari balik badan nya.
"kalian bodoh, mau saja di perintah dengan anak kecil!" teriak penjahat itu berusaha memprovokasi keadaan.
Tapi sangat disayangkan penjahat itu tidak tahu bagaimana sikap anak kecil yang mereka katakan itu. di mata bawahan para samuel dia bukan hanya seorang anak kecil yang jenius tetapi juga sekaligus iblis kecil yang menyeramkan.
"Kau seperti nya tidak memegang ucapanku" kata samuel.
Sam mendeketi penjahat itu dan berdiri di depan nya, ia menggores pisau nya itu di pipi para penjahat itu secara bergantian, lalu Samuel menaburkan garam di atas bekas luka itu.
"akhhhh"
__ADS_1
Bersambung..
Buat pembaca yang bingung kenapa banyak adegan kayak di tusuk, atau apa, di bio cerita ini udah aku ingetin yah di ceritanya punya adegan 🔞 dan juga kekerasan.