Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
Part 64- Memasak


__ADS_3

'Aaaaa'


Suara teriakan Anggun menggema di seluruh ruangan itu, saat ini posisi Anggun sedang berdiri di atas ranjang dan Reno yang berda di tepi ranjang menatap anggun dengan wajah datar dan dingin seperti biasa nya.


"Astaga suara mu sangat berisik tolong pelankan sedikit saja" pinta Reno kepada Anggun.


"Kenapa, kenapa kau ada di kamar dasar pembantu!!!" teriak Anggun ke depan wajah Reno.


"Diam" kesal Reno yang tidak tahan dengan suara cempreng milik Anggun itu.


'Drrtttt Drtttt'


Handphone milik Reno bergetar dan berbunyi di dalam saku celana nya, ia mengambil dan mengangkat panggilan itu.


"Hei kau pembantu jawab pertanyaan ku! jangan me--- mmmm" mulut Anggun di bekap oleh Reno karena dia tidak mendengar perkataan tuan nya itu dari seberang telepon.


'suttttt'


Tunjuk Reno kepada Anggun agar gadis itu diam, tetapi Anggun tetap memberontak, Reno hanya bisa menutup mulut gadis itu dengan tangan kekar nya agar dia diam.


"Reno dimana kalian, kenapa kau sangat lama?" ujar Varo kepada asisten nya itu.


"Maaf kan saya tuan, ada sedikit masalah nona Anggun bangun kesiangan, sebentar lagi kami akan menuju kesana" terang Reno menjelaskan keadaan nya itu.


'Tut tut..'


Telepon itu terputus, tanpa Reno sadari saat ia ingin memasukan handphone nya ke saku celana nya. Anggun malah mengigit tangan kekar pria itu saat dia lengah.


'****'


Umpat Reno mengibas gibaskan tangan nya di udara karena sakit oleh gigitan yang di timbulkan oleh Anggun.


"Rasakan itu pembantu ha ha" Anggun berkecak pinggang di atas kasur dan tertawa menikmati segala penderitaan Reno.


'Bruk'


Reno menghempaskan tubuh Anggun ke kasur dan menindih nya dari atas, posisi mereka saat ini sangat intim dan dekat. Anggun merasakan nafas Reno menerpa wajah cantik nya itu.

__ADS_1


Deg.. Deg..


Degupan suara jantung milik Anggun berpacu dengan cepat, kala menatap dalam mata pria yang ada di depan nya itu dengan dalam.


'Sial kenapa dia sangat tampan' batin Anggun.


"Jangan main-main nona, aku tidak akan datang kesini kalau tidak disuruh" ujar Reno menatap tajam mata Anggun.


Reno membenarkan posisi nya lalu berdiri dan merapikan jas nya yangs sedikit berantakan itu.


"Cepat pergi mandi, nona Rere ingin bertemu dengan anda" papar Reno berlalu pergi dari kamar milik Anggun.


...----------------...


Saat ini Anggun dan Reno sudah sampai di mansion William dengan segala drama dan perdebatan yang terjadi sepanjang jalan dan saat berbelanja tadi. Anggun keluar dari mobil dengan menghempaskan kuat pintu mobil itu.


'Brak'


Anggun berjalan sambil menghentakan kaki nya meninggalkan Reno sendiri yang membawa belanjaan itu. Anggun masuk ke dalam mansion dengan kaki yang dihentak hentakan ke lantai dengan. Tanpa Anggun sadari dia melewatkan seorang gadis yang duduk di ruang keluarga menunggu kehadiran diri nya.


"Anggun apa kau tidak melihat ku?" panggil Rere kepada Anggun yang terus berjalan lurus.


"Anak ku ingin memakan masakan mu" ujar Rere sambil mengelus perut nya.


Pernyataan yang di dengarkan Anggun dari mulut sahabat nya itu bagaikan di sambar petir di siang bolong, Anggun melihatkan wajah terkejut nya, bagaimana tidak begitu. Anggun tidak bisa memasak ia sudah biasa di masakan oleh pembantu di rumah nya itu.


"Rere apa kau bercanda? kau tahu aku, kau kenal aku, kita dekat, seperti ini" kata Anggun mendekatkan jaringan seolah olah dia dan Rere sangat dekat.


"Aku tau kau tidak bisa memasak, tetapi entah kenapa membayangkan memakan masakan mu adalah hal yang terindak bagi ku saat ini" terang Rere dengan wajah yang menghayal sambil berbinar.


"Sahabat ku tercinta sadarlah, apa kau dirasuki?" ujar Anggun mengoyang-goyangkan tubuh Rere itu dengan kedua tangan nya yang berada di atas bahu Rere.


"Ayo lah Anggun demi keponakan mu" tatap Rere sendu dan memelas kepada Anggun.


Anggun yang di tatap penuh harap itu, tidak bisa menolak permintaan ibu hamil muda itu secara dia juga takut di marahi oleh Varo.


"Baiklah" sambung Anggun menghembuskan nafas nya dengan kasar.

__ADS_1


"Terimakasih Anggun" Rere memeluk Anggun dengan bahagia seolah anak kecil itu mendaptkan mainan yang sangat dia inginkan dari orang tua nya.


Anggun menuju dapur di mansion itu di ikuti oleh Rere dan Varo yang menemani nya. Dapur di mansion itu sangat terlihat mewah dan bersih dengan gaya klasik dan mini bar yang berada di samping nya. Dapur itu dominan bewarna putih serta alat masak yang tersusun rapi dan terkesan mewah. Anggun berjalan masuk ke dapur dia melihat ada sosok pria berjas rapi tengah merapikan bahan belanjaan tadi siapa lagi kalau bukan Reno.


"Anggun aku akan melihat mu dari sini" ujar Rere duduk di tempat meja makan yang terhubung langsung dengan meja masak di dapur itu, Varo juga menemani istri nya itu.


"Aku harap masakan mu tidak akan mencelakai istri dan anak ku" tutur Varo menatap Anggun memberikan peringatan pertama.


Deg.. deg..


'Astaga aku berasa sedang berkompetensi masak' batin Anggun.


"Mmm kak Varo kalau anda tidak mau sampai aku membuat Rerw sakit perut, tolong panggil kan satu koki untuk menemani ku memasak agar dia bisa mengarahi ku" Anggun menggaruk kepala nya yang tidak gatal karena permintaan nya itu.


"Ah kau benar, aku akan menyuruh mereka" balas Varo menyetujui permintaan Anggun.


"Jangan mas!" tegas rere kepada suami nya itu.


"kenapa sayang?" tatap Varo kepada istri nya itu.


"Aku tidak mau dia di bantu siapa pun, aku ingin masakan anggun sendiri!!"Rere bersikeras dengan permintaan nya itu.


"Ok ok jangan marah lagi, mas akan membiarkan dia memasak sendiri" Varo mendekap lembut istri nya ke dalam pelukan.


Reno yang sudah selesai itu berniat pergi dari dapur meninggalkan drama majikan nya itu. Tetapi sebuah ide muncul di kepala Rere, dia yang menatap Reno akan pergi mulau berpikir untuk membuat Reno membantu Anggun memasak, terlebih saat waktu itu Clara bercerita bahwasan nya Anggun menembak Reno. Rere yakin temen nya itu menyukai Asisten suami nya.


'Aku akan membantu kau Anggun' senyum Rere penuh arti menatap sahabat nya itu.


"Mas tapi--" sambung Rere.


"Apa lagi sayang?" tanya Varo lembut kepada sang istri.


"Tapi kalo Reno yang bantuin gapapa kok, soal nya baby nya suka liat Reno bikin masakan juga" Rere mengelus perut nya itu dan tersenyum kepada Anggun.


'Aku sudah membantu mu Anggun nikmati yah' batin Rere.


Pemikiran Rere dan Anggun sangat berbanding terbalik, saat Rere merasa membantu sahabat nya itu tetapi sebalik nya Anggun malah merasa tertekan saat di suruh memasak di bantu Reno.

__ADS_1


'Astaga apa yang Rere lakukan aku sangat suka bersama pembantu ini!' batin Anggun


__ADS_2