
Setelah sampai di RS the internasional of william, varo langsung turun dan mengendong istri nya itu ala bridal style menuju ruangan dokter obygn di RS ini. rere yang tidak tahu menahu siapa yang sakit merasa bingung, kenapa suami nya itu mengajak nya ke rumah sakit.
"Mas siapa yang sakit kok kita kesini?" kata rere mengalihkan pandangan nya ke varo.
varo tidak menjawab pertanyaan istri nya itu, saat ini tujuan nya hanya berfokus kepada rere untuk mengantarkan nya ke ruangan dokter obygn untuk di periksa apakah istri nya itu hamil atau tidak.
"masss jawab dong" kata rere mengoyang goyangkan tubuh nya dalam pangkuan varo.
Setelah sampai di ruagan dokter itu, varo langsung mendudukan rere di atas tempat pemeriksaan dan membaringkan istri nya dengan pelan.
"kau cepat periksa perut buncit istri ku ini" kata varo menunjuk perut rere dengan telunjuk nya.
Dokter yang tiba tiba kedatangan tamu pemilik rumah sakit itu seketika kaget, terkejut dan bercampur kagum bertemu langsung dengan seorang varo willliam. ia nampak kaku serta kikuk harus melakukan apa, tetapi ia mengerti apa yang di maksud kan varo.
"ba- ba- baik tuan" kata dokter itu dengan tangan yang sedikit bergetar.
"mas jadi kamu bilang aku buncit huh" kata rere membuang wajah nya dan cemberut.
"eh maksud ku berisi bukan buncit" varo menggaruk tenguk nya yang tidak gatal. seperti nya seorang beruang kutub yang dingin dan pemarah sekarang berubah menjadi seekor kucing yang manis dan penurut.
Dokter mulai memeriksa rere, menyibak baju rere untuk memeriksa keadaan wanita yang dapat di ketahui seperti nya seorang istri varo william itu.
"hei apa yang kau lakukan, jangan melihat perut istri ku" kata varo menutup kembali baju yang rere kenakan agar menutupi perut istri nya.
"tapi tuan kalau tidak begitu, bagaimana cara saya memeriksa nya?" kata dokter dengan bingung merasa aneh dengan pemilik rs itu.
"aku tidak tau, kau cari tahu sendiri" kata varo dengan ketus kepada dokter wanita yang masih muda itu.
rere yang lagi lagi melihat tingkah aneh suami nya kembali kesal di buat nya, padahal ia sendiri yang meminta memeriksa tetapi ia juga yang melarang.
"mas kau menyuruh dokter ini untuk memeriksa ku, tetapi kau melarang nya, bagaimana ia akan berkerja" kata rere dengan kesal menatap dalam mata suami nya itu yang masih menahan baju rere.
__ADS_1
"ya aku tidak tau" kata varo dengan datar.
"jika seperti ini, aku lebih baik pergi saja" kata rere berusaha berdiri dari tempat pemeriksaan itu.
Tapi varo menahan istri nya itu agar tidak turun dan melanjutkan pemeriksaan.
"jangan" kata varo menahan pergelangan istri nya.
"ya jika kau mau aku di periksa, jangan menghalangi nya!" kata rere yang berusaha menjelaskan dengan sabar tetapi dengan suara yang sedikit meninggi karena kesal.
"oke oke aku tidak menghalangi nya" kata varo agak menjauh dari rere dan dokter itu.
Dokter pun mulai memeriksa perut rere dengan mengoleskan sebuah gel dan menggunakan alat dan terlihat hasil nya di dalam monitor, dokter itu tersenyum senyum melihat seperti yang ada di layar monitor.
"tuan seperti yang anda lihat, mereka baik baik saja dan sehat" kata dokter itu.
dokter itu melihat lihat kembali.
"wah seperti nya ada lagi yang main petak umpet ini" kata dokter itu dengan tersenyum.
"tolong jelaskan dengan mulut mu aku tidak mengerti gambar itu" kata varo dengan kesal menatap dokter itu.
"eh-- maafkan saya tuan, jadi begini selamat untuk tuan dan nona kalian akan segera menjadi orang tua bayi bayi itu" kata dokter dengan senyum yang sumringah.
"bayi bayi itu?" kata varo sekali lagi.
"iyah seperti nya nyonya hamil anak kembar 4, tapi ini belum sangat jelas karena usia kandungan yang baru 1 bulanan" kata dokter menjelaskan kepada varo.
varo tidak bisa berkata apa apa, ia hanya bisa terdiam dengan wajah bingung dan kikuk melihat istri nya tanpa sepatah kata pun yang keluar.
"tuan varo?" kata dokter memangil nya yang hanya terdiam.
__ADS_1
saat varo ingin berteriak senang tiba tiba ia mendengar suara tangisan rere.
"say--" kata varo yang belum menyelesaikan perkataan nya itu.
'hiks hiks'
Varo yang heran dengan rere merasa bingung, ia meminta dokter untuk keluar dahulu dan meninggalkan mereka berdua untuk berbicara.
"bisa tinggalkan kami berdua dahulu" kata varo kepada dokter dengan datar.
varo mulai duduk di samping rere dan melihat dalam mata istri nya itu.
"kenapa kau menangis? apa kau tidak suka?" kata varo dengan datar.
"aku? aku tidak suka! kenapa mereka hadir di saat situasi ku seperti ini" kata rere yang menatap varo berurai air mata.
"apa maksud dari perkataan mu hah!?! apa kau ingin membunuh anak ku" varo mencengkram kuat tangan rere.
"anak mu? mereka juga anak ku!! aku tidak menyukai nya hanya karena mereka hadir di saat pernikahan kita hanya sebuah perjanjian bukan ikatan yang sesungguh nya apa kau tau itu! aku tidak ingin anak anak ku memiliki orang tua yang tidak lengkap, karena aku tau betapa sakit nya melihat orang tua kita berpisah dan kekurangan kasih sayang karena aku mengalami nya!!!" teriak rere terus menangis dengan mata yang sudah sembab.
"seharusnya aku tidak gila, seharusnya aku tidak mengenal mu, seharusnya tidak ada kesepakatan itu, seharusnya-" perkataan rere terpotong saat sebuah ciuman lembut menyentuh bibir nya dengan perlahan.
"jangan berkata seperti itu aku mohon, mereka akan memiliki orang tua yang lengkap" lirih varo menatap dalam rere.
"apa guna nya mas? apa kau mau hidup dalam pernikahan yang tidak memiliki cinta ini? aku tidak mau terus terusan terjebak dalam permainan yang kita buat sendiri" kata rere mendorong tubuh varo menjauh dari nya.
varo menangkap tangan rere dan menarik nya ke dalam peluk kan nya.
"cinta? aku tidak tau apa itu cinta, yang ku tau saat kau masuk ke dalam hidup ku melihat tingkah konyol, polos, dan ceria mu menjadi kebiasaan bagiku, apa kau tau? orang bilang cinta karena terbiasa, seperti nya hal itu lah yang terjadi pada diriku, aku mulai terbiasa dengan kehadiran mu di dekat ku, aku berusaha menolak mu agar tidak masuk ke dalam kehidupan ku, tetapi entah kenapa kau selalu mengisi pikiran ku, dan sejak kapan aku jatuh cinta kepada mu? aku pun tidak tau jelas hal itu, yang aku tau seperti nya aku sudah sangat mencintai mu, seperti nya takdir sudah mengikat kita berdua aku mencintai mu REGITA ANANDA " kata varo memeluk erat tubuh kecil istri nya dengan erat.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa **like, coment, vote dan follow.
makasih yang udah dukung, duh ga habis ini makasih nya buat kakak semua haha**.