Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S2 BAB 31-DILEMA


__ADS_3

Clara dan Axel yang mendengar penuturan Veronica sekarang tidak dapat berkata apa-apa, mereka hanya diam sambil menatap tajam satu sama lain, lalu saat mereka sedang terdiam Alisa datang berlari dan memeluk Clara yang masih diam itu.


"Mommy" teriak Alisa kepada gadis itu.


Veronica yang mendengar panggilan Clara dari Alisa menatap heran lagi-lagi oleh situasi di depan nya.


"Alisa, Grandma baru datang, apa kau tidak menyapa Grandma mu ini" ujar Veronica menatap gadis itu.


"Grandma? Hore Grandma are you here!" teriak gadis itu berlari dan memeluk Veronica sekarang.


"Grandma kangen sekali sama Alisa" ujar Veronica memeluk gadis itu dengan penuh kasih sayang.


"Alisa juga rindu, Grandma kenalin ini Mommy Alisa nama nya Mommy Clara, cantik kan kayak Alisa" ujar gadis itu menunjuk Clara yang hanya menatap Alisa sambil tersenyum.


"Mommy?" tanya Veronica yang butuh penjelasan kepada gadis kecil itu.


"Alisa sedang main Grandma, tapi sebenar nya Alisa mau Mommy Clara jadi beneran Mommy" gumam gadis itu menatap Veronica.


"Tenang Alisa, Dia memang Mommy, mereka besok menikah" ujar Veronica tersenyum mengusap kepala gadis itu.


Clara dan Axel yang diam itu sekarang terkejut dan membuka suara mereka.


"BESOK?!" ujar Clara dan Axel bersamaan.


"Nyonya Anda bicara Saya harus menikah saja sudah membuat saya syok, apalagi itu besok, itu tidak mungkin!" ujar Clara dengan tatapan sendu.


"Mom, Are you kidding with me? Itu tidak mungkin, lagi pula kau tidak bisa menyiapkan nya bukan" tutur Axel yang berusaha mengelak dan membujuk Veronica.


"Ckck Axel Arnolda, apa kau melupakan Aku ini siapa? Aku ini istri nya tuan Arnolda, Veronica Arnolda hal seperti itu sangat gampang bagi Ku" ujar Veronica menatap Axel dengan mengejek nya.


'Sia*l kenapa kita harus kaya, mau melakukan apa pun akan sangat mudah, apa lebih baik Aku buat bangkrut saja perusahaan Arnolda corp' batin Axel dengan kesal.

__ADS_1


"Tidak bisa, jangan berpikir hal bodoh, karena Mommy akan melempar mu ke kandang singa" tutur Veronica yang seolah-olah sangat tahu apa yang di pikir kan Axel.


"Hore, Mommy, Mommy, Mommy" teriak Alisa dengan bahagia memeluk Clara, karena impian nya terwujud.


"Nyonya, tapi Saya harus memberitahu Bunda Saya dahulu, lebih baik kita undur saja selama setahun" ujar Clara yang mencari alasan.


Pletak..


Axel menjetik kening gadis itu dengan kesal, lalu berkata.


"Kau kalo mencari alasan yang bagus sedikit, setidak nya bilang undur selama beberapa hari kalo setahun untuk memanggil Bunda mu, itu alasan mu sangat jelas seperti sebuah kebohongan" kesal Axel kepada gadis itu.


"Ya maaf Pak, gatau mau nolak nya gimana" ujar Clara mengusap kening nya dengan kesal.


"Kalian ini" ujar Veronica yang hanya bisa mengeleng kepada kedua orang itu dengan heran melihat tingkah mereka.


"Mom, Nyonya" ujar kedua orang itu menatap nya dengan penuh permohonan.


"Mau bicara apa pun kalian, keputusan ada di tangan Mommy, Ayo Alisa ikut, Mommy dan Daddy mu harus berbicara dulu" ujar Veronica berlalu pergi dari ruang tamu itu meninggal kan kedua orang itu.


Huft..


Axel yang mendengar helaan nafas Clara merasa sangat kesal kepada gadis itu.


"Kenapa Kau seperti itu, apa Kau kira Aku akan senang menikah dengan mu, jangan mimpi" ujar Axel dengan kesal.


"Siapa yang siapa senang Pak Axel, tolong jangan berisik kau membuat mood ku tambah buruk" ujar Clara dengan ketus kepada pria itu.


Axel yang mendengar Clara berbicara ketus itu seketika merasa sangat kesal.


"Sudah berani Kau membentak Ku?" ujar Axel dengan kesal.

__ADS_1


"Eh? Maaf deh, susah ngomong sama orang tua merasa benar mulu" tutur Clara mengejek pria itu.


"Aku tua, tapi banyak gadis cantik,seksi, yang tergila-gila kepada Ku di luar sana, tidak seperti mu, cantik? seksi? Haha" ujar Axel menatap gadis itu dari atas sampai bawah.


"Apa Anda yakin, toh semalam siapa yang main-main sama Saya, hampir khilaf" ejek Clara menatap pria itu dan berlalu pergi ke kamar nya.


Axel yang menatap kepergian Clara hanya menatap nya kesal, dan juga berlalu pergi dari mansion itu menuju markas Aeros dan mengajak Varo dan Reno untuk berkata sesuatu. Clara saat ini menjatuh kan badan nya di kasur lalu menghubungi teman-teman nya lewat panggilan telepon menggunakan hp android butut nya yang sangat awet itu.


Panggilan tersambung..


"Cla serius Lu mau nikah?"


"Beneran Cla sama Pak Axel"


teriak Anggun dan Rere yang baru bergabung di panggilan vidio itu dan langsung memberikan berbagai pertanyaan kepada Clara.


"Ha? Kenapa kalian bisa tahu? Aku baru ingin memberitahu kalian" ujar Clara dengan wajah terkejut nya.


"Bo*doh Gua mendapat kan undangan digital dan itu tertulis nama Lu dan Pak Axel" ujar Anggun dengan tatapan antusias nya.


"Anggun benar Cla, kenapa kalian bisa sampai menikah, wah seperti nya perkembang nya sudah sangat jauh" ujar Rere mengoda Clara.


"Secepat itu undang nya? Sebenar nya Nyonya melakukan apa perasaan Dia bermain bersama Alisa" ujar Clara dengan wajah terkejut dan bingung, padahal itu baru lewat beberapa puluh menit lalu, dan Veronica dengan cepat dan niat nya melakukan itu.


Clara mulai menceritakan kejadian sebenar nya kepada kedua sahabat nya dari A sampai Z tidak ada yang tertinggal, kedua gadis itu hanya bisa tertawa dan mengucap kan selamat kepada Clara.


"Udah Cla, lagi pula kan Pak Axel itu kan salah satu cowo yang Lu suka" ujar Anggun mengejek gadis itu.


"Tapi kan itu dulu, Gua udah coret Dia dari daftar sifat nya selalu mau gua ajakin duet debat politik itu duda" ujar Clara dengan kesal.


satu jam an telah berlalu hingga akhir nya Clara menutup panggilan itu, lalu sebuah nama Bunda Eti tertera menelpon diri nya itu, dengan bahagia Clara mengangkat telpon dari Bunda nya itu.

__ADS_1


"Clara, selamat sayang besok kamu menikah, Bunda akan datang dan melihat anak Bunda, Nyonya Veronica Dia wanita yang sangat baik sayang, Dia memberikan adik-adik mu jaminan penuh pendidikan, sebelum nya Bunda menolak karena Bunda mengira seolah olah Bund menjual Mu, tapi Nyonya Veronica berkata itu hadiah karena kita berbesan" ujar Bunda Eti dengan antusias berbicara hal itu kepada Clara tanpa henti-henti nya.


'Jadi Bunda juga sudah tahu? Seperti nya Bunda sangat bahagia, Apa aku yakin harus menerima dan menjalan kan nya saja?'


__ADS_2