Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 22-PERASAAN YANG SEBENARNYA


__ADS_3

Anggun yang mendengar penjelasan Mama nya itu hanya bisa menghela nafas atas penjelasan nya, gadis itu masih bingung apa yang Dia lakukan.


'Apa Aku mencintai Kak jason, atau Aku sudah mencintai suami ku?' gumam Anggun.


"Anggun sadar diri, kamu itu istri orang Nak, jangan seenaknya kelakuan kamu, harus nya kamu belajar mencintai suami kamu walau ini cuman perjodohan, apa pernah kamu berpikir jika Reno berada di posisi kamu, tanpa kamu ketahui Dia berduan dengan gadis lain dan tadi kalian hampir, kamu mengerti apa yang Mama katakan, walaupun Dia belum mencintai mu pasti perasaan kecewa tetap ada,"ucap Mama Anggun mengusap kepala putri nya itu.


Seketika air mata nya menetes mendengar penjelasan Mama nya, tapi lantas bagaimana dengan Jason yang Dia cintai apakah mereka tetap berakhir seperti 5 tahun yang lalu.


"Lalu bagaimana dengan perasaan Anggun Ma?"ucap gadis itu masih menangis.


"Sayang, coba kamu posisi kan perasaan kamu dengan benar, apa benar rasa sayang dan cinta yang kamu bilang masih terasa itu adalah perasaan yang benar, mungkin itu hanya rasa yang belum usai karena kamu pernah di gantung dan di tinggal kan tanpa penjelesan dan rasa yang tidak pasti, Mama harap kamu bisa menjelaskan ini kepada Jason,"ucap Ananda menatap mata sendu Anggun.


Setelah berbicara seperti itu, Ananda mengantar anak nya sampai mansion Alferoz, gadis itu masih terlihat sendu atas penjelasan Mama nya yang mungkin terdengar benar di benak nya.


"Kamu jujur sama Reno, minta maaf,"ucap Mama Anggun berdiri di depan mobil nya itu memegang kedua bahu Anggun.


"Mmm oke,"ucap Anggun mengangguk tanda setuju.


Gadis itu berjalan gontai masuk ke dalam mansion nya, Dia melewati dapur yang ternyata ada Reno sedang makan itu, seketika mata nya berbinar dan langsung ikut duduk di samping Reno.


"Kulkas, kau hari ini cepat pulang, kenapa tadi meeting kau tidak datang lagi?"ucap Anggun menatap wajah pria itu yang terus makan dan datar.


Brak..


Reno mendorong kursi nya ke belakang dan meneguk air nya lalu pergi dari meja makan itu tanpa sepatah kata pun, Anggun yang di abaikan itu entah kenapa hati nya sedih dan ingin marah.


'Kok gua jadi pengen nangis di cuekin sih, semenjak kapan Gua cengeng gini' batin Anggun dengan wajah sendu nya.


Tanpa pikir panjang Anggun mengikuti langkah Reno yang masuk ke kamar itu, Anggun tersenyum menatap wajah pria yang sudah beberapa hari tidak terlihat di mata nya itu, Reno duduk di balkon sambil memainkan ponsel nya tanpa menghiraukan Anggun yang duduk di sebelah nya itu.

__ADS_1


"Hei Kulkas, kau belum menjawab pertanyaan ku, kenapa kau selalu pulang dan pergi saat Aku tidur, akhir-akhir ini,"ucap Anggun membuka pembicaraan itu kembali.


"Sibuk,"ucap pria itu dengan wajah datar nya tanpa melihat Anggun.


"Sibuk apa? Kau saja tidak hadir meeting tadi siang,"ucap Anggun mengerutu kepada suami nya itu.


"Perusahaan ku 10 kali lipat sibuk dari pada perusahaan mu, Aku tidak bisa pergi keluar dengan seorang gadis untuk bermain dan menghabiskan waktu,"ucap Reno dengan wajah dingin nya.


"Huh, Aku tahu perusahaan mu memang lebih luas dari pada milik ku, tapi kenapa kau harus menghina seperti itu,"ucap Anggun kesal.


"Kau tidak mengerti, otak mu lamban,"ujar Reno ketus kepada Anggun.


Mereka akhirnya diam, Anggun cemberut menatap Reno sedangkan pria itu hanya fokus pada ponsel nya dengan tatapan dingin, lama Anggun menatap wajah pria itu hingga akhir nya adegan diri nya yang mencium Reno sangat ganas kembali berputar, dan sontak hal itu membuat pipi Anggun sukses memerah.


'Akh sia*l kenapa Aku harus mengingat nya,' ucap Anggun dengan malu.


Reno hanya melirik sekilas tingkah gadis itu yang seperti nya sedang malu-malu itu, dengan mendengus kesal Reno hanya kembali menatap ponsel nya.


"Maksudmu bebas apa?"ucap Anggun dengan kening berkerut.


"Apapun itu,"ujar Reno seadanya.


Gadis itu tampak menunduk dan ingin mengatakan sesuatu kepada Reno, lagi-lagi Anggun menimang apa yang benar dan salah untuk Dia lakukan itu.


"Mmm kulkas ada yang ingin Aku bicarakan,"ucap Anggun kepada pria itu.


"Hn,"ucap Reno.


"Aku, Aku,"ucap Anggun dengan ragu menatap wajah Reno yang tetap tenang itu.

__ADS_1


"Aku tidak mencintaimu, seterah mu mau melakukan apa,"ucap Reno berdiri dan meninggalkan Anggun sendirian.


Deg..


Bagai rasa yang di hantam bebatuan kasar menghujani hati nya, rasa sesak dan tak nyaman ketika Reno mengatakan itu, seketika air mata nya lolos dari pipi nya.


Tes.. tes..


"Kenapa Aku menangis? Kenapa Dia berkata seperti itu, Kenapa Dia bilang tidak mencintai ku? Lalu kenapa Aku bertanya soal pernyataan nya juga, Aku kenapa,"ucap Anggun menutup kedua wajah nya menahan suara tangisan nya agar tidak terdengar.


"Rasa nya sakit di sini, sangat sakit, apa Aku menyukai pria dingin seperti Dia? tidak mungkin bukan,"gumam Anggun mencengkram kuat baju kantor nya yang belum di ganti itu.


Anggun merogoh ponsel nya, lalu berjalan keluar mansion menuju taman Alferoz yang sangat sepi di malam hari, bunyi jangkrik menemani tangisan Anggun.


*Hiks hiks.


Tring*..


Panggilan tersambung..


"Mama hiks hiks, Reno bilang tidak mencintai Anggun, tapi Anggun kenapa nangis Mama, harus nya Anggun biasa aja, kenapa Anggun rasa nya sakit, sama kayak dulu, kayak Kak Jason tinggalin Anggun,"ucap gadis itu dengan suara bergetar.


Ananda yang mendapat telpon setelah sampai di rumah mewah Edward itu, langsung mengangkat ketika putri nya menelpon, wanita paruh baya itu hanya tersenyum tipis dan menghela nafas.


"Karena kau menyukai dan mencintai nya sayang, jangan egois seperti itu, kau hanya bingung karena Jason kembali dalam hidup mu,"ucap Ananda langsung menjawab pertanyaan anak nya itu.


"Terus kenapa Reno Dia tidak mencintai ku, apa Dia memiliki gadis lain?"ucap Anggun yang mulai berpikiran negatif.


"Nah, sekarang kau taha rasa nya jika pasangan mu berbohong di belakang mu, mungkin kalo Reno tahu kau bersama Jason, Dia akan marah, tapi jangan sedih sayang Reno dari dulu memang tidak pernah terikat dengan wanita mana pun, sayang jadi lah istri baik belajar dewasa dan jaga cara bicara mu, kau bukan anak kecil lagi, Reno juga butuh seorang istri yang mengerti diri nya,"ucap Ananda berusaha membuat mood anak nya itu baik.

__ADS_1


Anggun bertelponan dengan Mama nya itu hingga larut malam, melimpahkan semua perasaan yang Dia rasakan, Mama nya adalah penasehat yang paling baik dalam hidup nya, malam itu Anggun habis kan dengan tangis dan memastikan perasaan nya untuk Jason atau Reno.


__ADS_2