Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
EXTRA PART END!


__ADS_3

"Kau mengkagetkan ku Lukas!"teriak Lenka dengan kesal nya kepada pria yang ada di depan nya saat ini.


"Ya kau mau apa kesini?"tanya Lukas yang malah bertanya kepada Lenka.


Gadis itu mendengus kesal melihat sekeliling nya dimana terdapat para siswi cantik memperhatikan diri nya yang sedang berdiri di dekat Lukas, ternyata Lenka baru sadar melihat kondisi Lukas.


"Pakai baju mu, apa kau mau tebar pesona, tidak tahu malu!"teriak Lenka mengambil baju Lukas yang ada di tangan nya dengan kasar.


Ternyata baju itu sudah kering karena Lukas menjemur saat berlari di lapangan tadi, Lukas di paksa mengankat tangan seperti anak kecil di bantu Lenka memasang baju nya.


"Ck, kau ini sudah Aku saja,"ujar Lukas menepuk tangan adik nya dan memasang kancing nya.


"Aku ingin bertemu Luis, antarkan,"ujar Lenka dengan wajah senyum manis nya membuat Lukas muak.


"Yasudah ayo,"ucap Lukas kepada sang adik berjalan terlebih dahulu.


Lenka berjalan di sambil Lukas, di sepanjang koridor sekolah para gadis selalu melirik Lukas dan pria itu tebar senyum tampan nya, membuat Lenka merasa jijik, dengan pikiran jahil nya Lenka berjalan di samping Lukas dan merangkul tangan pria itu dengan manja.


Grep...


"Apa yang kau lakukan?"tanya Lukas dengan bingung.


"Tidak apa-apa ayo Ukas,"ucap Lenka memanggil nama pria itu dengan panggilan waktu kecil mereka.


Seketika semua mata menatap iri kepada Lenka yang memakai seragam sekolah lain, mereka mulai berbisik dan mengira kalau Lenka adalah pacar Lukas, biasanya Lukas walaupun pacaran satu sekolah Dia tidak sudi di rangkul oleh pacar nya seperti Lenka.


Krek...


Pintu kaca kelas 12 IPA A itu di buka oleh Lukas dan kelas sedikit sepi karena jam istirahat dan di sana ada Leon yang memakan bekal nya yang di berikan Rere.


"Eon!"teriak Lenka dengan senyum manis nya berlari mendakti Leon.


Suara gadis yang sangat di kenal Leon itu seketika membuat sang pemilik nama menaikan satu alis nya dan memutar wajah nya, membuat beberapa orang di kelas yang tinggal penasaran dengan Lenka.


"Enka, ada apa kesini?"tanya Leon menutup kotak makanan nya dan meneguk minuman nya.


"Mau ketemu Luis, pulang bareng habis ini yah,"ucap Lenka kepada Leon.


Pria itu mengambil tas nya begitu pun dengan Lukas, karena hari ini memang semua sekolah inter akan merencanakan acara gabungan membuat sekolah lebih cepat selesai, Leon merapikan buku nya dan berdiri.

__ADS_1


"Dia di ruangan latihan karate, seperti nya Dia sudah selesai kita kesana,"ucap Leon dengan wajah datar nya.


Mereka bertiga melangkahkan kaki, dengan Lenka yang berjalan di tengah-tengah, lagi-lagi Lenka merangkul lengan kedua pria itu membuat semua para pengemar kedua pria itu berteriak histeris karena iri dengan Lenka.


'Dasar kalian jika mau mendekati kakak ku, hilang kan rasa iri itu dulu,' batin Lenka tersenyum miring menatap para gadis yang menatap mereka dengan tatapan tidak percaya nya.


"Eon seperti nya banyak yang menyukai mu,"ujar Lenka dengan pelan.


"Hei Aku juga,"ucap Lukas kepada Lenka yang tidak menyebut nama nya juga.


"Aku hanya menanyai Leon bukan kau Lukas,"ucap Lenka kesal.


Leon hanya menaikan kedua bahu menjawab pertanyaan Lenka karena acuh tak acuh oleh hal itu.


Ruang latihan karate Luis memang lumayan jauh dan berada di lantai dasar, mereka masuk ke dalam pintu besar itu, banyak yang menonton terutama para gadis yang membawa papan nama Luis sambil berteriak.


"Luis! Luis! Luis!"


Teriak para pengemar Luis, sedangkan pria itu saat ini sedang melawan lawan nya yang Dia tarik tangan nya dan di banting memutar membuat semua orang berteriak histeris ketika Luis memenangkan latihan itu.


"Kyaa Luis!"


Sedangkan Lenka yang melihat itu berdiri di samping para gadis berlari terlebih dahulu meninggalkan Lukas dan Leon yang berjalan pelan di belakang.


'Apa Luis tidak merasa terganggu saat latihan oleh hama hama ini,' batin Lenka melirik pelan.


Seperti nya Luis menyelesaikan latihan nya dan Dia berbincang dengan sensei nya membuat Lenka ingin juga mengerjai para fans Luis, gadis itu dengan suara keras dan cute nya berteriak.


"Sayang! Apa sudah selesai?"teriak Lenka.


Luis yang sedang berbicara dengan sensei karate nya itu seketika memutar wajah melihat adik nya yang tersenyum manis sambil melambaikan tangan, Luis terlebih dahulu pamit sambil menunduk.


"Sensei saya pergi dulu,"ucap Luis.


Pria itu masih memakai baju karate nya dengan keringat bercucuran dan rambut basah menambah kesan ketampanan dari Luis, pria itu mendekati Lenka dan mengusap kepala adik nya yang lebih pendek dengan gemas.


"Untuk apa kau kesini?"tanya Luis tersenyum.


"Tentu untuk menemui PACAR ku,"ucap Lenka menekan kata-kata pacar itu.

__ADS_1


Seketika para fans Luis langsung berteriak histeris mendengar pengakuan Lenka, gadis itu menarik tangan Luis dan merangkul nya meninggalkan para gadis yang hati nya sudah tersakiti.


"Apa pacar?"


"Itu pacar Luis?"


"Tidak, kak Luissss,"


Teriak para fans Luis yang mengalau dan patah hati mengetahui itu, sementara yang di panggil hanya fokus berbincang dengan adik nya itu, Lukas dan Leon menunggu di pintu masuk hanya mengeleng.


"Kau sudah membuat mereka sakit hati Lenka, Aku kasihan dengan pengemar mu Luis,"ucap Lukas mengeleng.


Mereka akhirnya pulang bersama dengan mobil Luis bewarna hitam sport nya itu melaju membelah jalanan yang ramai di siang hari, mereka berbincang sesekali di atas mobil dan tertawa, tidak terasa mereka sampai di mansion William.


Drap.. drap...


Derap langkah kaki para L mengema, mereka duduk di sofa keluarga yang terdapat Mommy dan Daddy mereka.


"Mom, Dad,"sapa mereka serempak membuat Varo dan Rere menatap mereka.


Para kembar empat itu menghimpit kedua orang tua nya di sisi kanan dan kiri, posisi nya Luis, Lenka, Varo, Rere, Lukas, dan Leon.


"Tumben kalian pulang cepat?"tanya Varo kepada anak-anak nya.


"Tumben Daddy juga pulang cepat?"ujar Lukas membalikan pertanyaan.


"Daddy kan tidak bisa jauh dari Mommy, gitu aja masih di tanyain,"ujar Lenka memeluk Daddy nya itu Varo mengusap kepala putri nya itu.


Mereka tampak berbincang, seperti ini lah kehidupan keluarga William tanpa ada gangguan, lama mereka berbincang sampai-sampai Varo menanyakan suatu hal.


"Daddy bangga sama kalian karena sudah mampu membagi pekerjaan yang kalian ingin kan tanpa iri antara saudara, Sayang daddy ingat kan kepada kalian kekayaan,harta dan tahta bukan segala nya, yang segala nya itu adalah keluarga. Tanpa dukungan keluarga kalian tidak akan bisa mencapai puncak tertinggi, jadi ingat kalo kalian jatuh dan terpuruk jangan merasa menjadi orang paling sial di muka bumi ini, kalian lihat ke belakang masih ada Mommy dan Daddy yang tetap bakal dukung kalian dari titik terendah,"ucap Varo kepada anak-anak nya itu.


"Jadi Lenka, Mommy dan Daddy mendukung pilihan mu sayang, hanya saja kau akan tinggal bersama Aunty Anggun, hanya itu satu keinginan Mommy, apa bisa?"tanya Rere menatap putri nya.


Gadis itu berdiri dan menatap Mommy nya dan memeluk nya erat.


"Iyah Mom, Dad Lenka janji tidak nakal, Mommy dan Daddy tahu kalau Lenka dari kecil sangat ingin mengambil pekerjaan ini, terimakasih sudah merestui Lenka, dan para kakak ku tercinta sampai berjumpa 3 tahun ke depan,"senyum Lenka dengan manis.


Sakit memang untuk melepaskan satu-satu nya putri William itu, tetapi karena sang anak sudah memilih jalan nya mau tidak mau mereka berusaha menerima, Varo memeluk kedua gadis nya di ikuti para pria muda lain nya itu.

__ADS_1


"Aku menyayangi kalian,"


......................


__ADS_2