
6 bulan kemudian
Beberapa bulan telah di lewati atas kehamilan Clara, gadis itu mendapatkan kasih sayang dan cinta yang banyak oleh Suami, mertua, sahabat serta rekan nya yang lain, dan yang paling sangat perhatian di sini adalah Alisa yang selalu menawarkan diri sebagai pelayan pribadi untuk Mommy tercinta nya itu, seperti saat sekarang ini contoh nya Dia sedang memijat kaki Clara yang kian hari makin membengkak akibat kehamilan nya.
"Terimakasih sayang, pelayanan mu memang yang selalu terbaik,"ucap Clara sambil memakan cemilan nya tersenyum kepada Alisa.
"Tentu Mommy, ini semua demi Baby junior,"ucap Alisa dengan penuh kasih sayang terus memijat kaki Mommy nya itu.
"Mommy yakin, nanti Dia pasti akan sangat senang memiliki kakak seperti diri mu yang baik ini,"ucap Clara memuji anak nya itu.
"Hmm Mom, apa kau akan terus makan dan membuat pipi mu cubby lg,"ucap Alisa yang melihat badan Clara yang sudah naik semenjak hamil.
Memang semenjak hamil di bulan kedua gadis itu sangat doyan mengemil, di waktu dan di tempat mana pun itu asal ada waktu luang, entah kenapa anak nya itu sangat membuat nya lapar, mungkin karena mereka berbagi makanan membuat Clara terus makan.
"Tanya kan ini pada Junior sayang, Mommy mu jadi ingin makan terus,"ucap Clara mengusap perut nya itu.
Alisa menyudahi memijit kaki Clara, lalu gadis itu duduk di samping Mommy nya dan mendekatkan telinga nya ke perut Clara.
"Junior, jangan buat Mommy makan, terus apa kau akan membuat Mommy kita gendut?"ucap Alisa yang malah tertawa kecil.
Clara hanya tertawa mendegar pertanyaan anak nya itu yang mengajak si baby untuk bicara.
Duk..
Seketika Alisa terkejut mendegar sebuah tendangan kecil yang sangat jelas Dia rasakan, dengan antusias Alisa melirik Mommy nya, lalu Clara tersenyum mengangguk.
"Seperti nya Dia sangat antusias mengajak mu berbicara sayang,"ucap Clara kepada Alisa.
"Ini pertama kali Aku mendegar nya, kalo Daddy sih mungkin tiap hari,"ucap Alisa malas yang mengigat Daddy sangat posesif.
Mau di mana pun keberadaan Clara, jika ada Axel gadis itu sangat susah untuk di dekati oleh siapa pun termasuk Veronica dan Alisa sekaligus yang padahal satu rumah, Axel sangat menjaga setiap pergerakan Clara, maka nya dari itu hanya saat saat Axel bekerja lah mereka bisa mendekati Clara.
"Jangan cemberut, itu tanda nya Daddy tidak ingin Mommy dan Junior kenapa kenapa bukan?"ucap Clara menatap anak nya itu.
__ADS_1
"Oke Mom," ucap Alisa.
Gadis itu kembali mendekati telinga nya kepada perut Clara dan mulai berbicara.
"Junior apa kau menyukai sister mu yang cantik ini?"ucap Alisa yang ketagihan bertanya.
Duk... duk..
Tendangan kembali terdengar oleh telinga Alisa sangat jelas dan membuat nya kembali tersenyum dan bersemangat, saat Alisa tengah menikmati posisi itu suara langkah kaki terdengar.
Tap... tap..
"Sayang apa kau baik-baik saja?"tanya Axel kepada istri nya itu.
Ternyata pria yang baru masuk mansion itu adalah Axel dan Roy yang baru balik habis dari kantor, sebenarnya ini masih jam kantor, tetapi karena hari ini ada cek up kehamilan Clara dan pasti nya untuk mencek jenis kelamin yang sangat membuat Alisa antusias.
"Aku baik-baik saja, apa kita akan berangkat?"tanya Clara menatap suami nya itu.
Gadis itu yang kepergok hanya tersenyum canggung kepada suami nya sambil cengegesan merasa bersalah tidak menuruti perintah Axel.
"Maaf, tidak lagi kok,"ucap Clara dengan memberikan jari keliking nya.
Axel yang menatap tingkah istri nya yang lucu itu, hanya bisa menahan wajah datar nya lalu berubah menjadi senyuman yang tidak bisa di tahan, terukir di wajah pria tersebut.
"Kau sangat lucu, jangan bersikap seperti anak kecil, itu membuat ku gemas,"ucap Axel duduk di samping istri nya dan mengigit gemas pipi Clara yang chubby itu.
"Au, Honey sakit,"ucap Clara cemberut menatap suami nya.
"Mulai lagi deh,"gumam Alisa.
Gadis itu mendorong Daddy nya agar menjauh dari Mommy nya dengan sekuat tenaga, lalu duduk di samping Clara, dan mengecup pipi Clara yang di gigit Axel tadi.
"Wlee, jangan ambil Mommy,"ucap Alisa mengejek Daddy nya itu.
__ADS_1
"Hei Alisa kita harus berbagi Mommy, Daddy kan juga mau,"ucap Axel pindah ke sisi satu nya lagi dan memeluk Clara lalu mengecup pipi sisi lain nya dari gadis itu.
"Aish Daddy sama anak sendiri cemburu,"ucap Clara kepada suami nya itu.
"Ga tau nih Daddy huu,"ucap Alisa dengan kesal.
'Dan sudah tiga tahun berlalu semenjak pernikahan mereka, Aku menjadi nyamuk di sini menatap Tuan Axel dan Nona muda memperebutkan Nyonya Clara,' batin Roy masih berdiri tegap di samping sofa tempat Axel duduk.
Veronica yang baru datang dari dapur membawa buah buahan itu menatap lagi pemandangan yang sudah sangat hafal bagi diri nya, Axel dan Alisa mereka berdua memang selalu memperebut kan kasih sayang Clara.
"Kalian berdua, awas menantu Grandma jadi kesakitan,"ucap Veronica menarik tangan kedua orang itu untuk menjauh.
"Mom!! Grandma!!"teriak Axel dan Alisa secara bersamaan sambil cemberut itu.
"Jangan berteriak, kalian ini Aku tidak dapat membayang kan jika junior juga sudah lahir apa Dia juga akan ikut ikutan memperebut kan menantu ku ini,"ucap Veronica mengusap perut Clara.
"Kita tidak tahu Mom, Aku tidak sabar untuk itu,"ucap Clara tersenyum.
"Bukan kah kalian akan pergi hari ini ke dokter, pergilah Mommy ingin tahu apakah cucu Mommy ini seorang gadis cantik seperti Mommy nya atau pria tampan seperti Daddy nya,"ucap Veronica menatap putra nya itu.
"Ah iya Aku sampai lupa,"ucap Axel menepuk jidat nya perlahan.
"Kalau Aku tidak bilang, mungkin Roy akan menjadi nyamuk di sudut ruangan itu sampai sore,"tatap Veronica kepada Roy yang hanya tersenyum kepada Veronica yang menatap nya.
Semua orang melirik Roy yang sedari tadi hanya diam, padahal dari tadi Dia di suruh ikut ke mansion untuk mengantarkan Axel dan Clara ke rumah sakit, tapi Tuan nya itu malah lupa.
"Kenapa diam saja kau Roy, Aku kan jadi lupa,"ucap Axel menatap tajam kepada asisten nya.
"Haduh kasihan banget Om Roy dari tadi lihatin kita lagi dong? Maka nya sama kakak yang itu sukses ga,"ucap Alis mengkedipkan mata nya.
"Haha Tuan, Nyonya, Nona muda ayo berangkat," ucap Roy canggung.
'Mereka memang pintar menyudut kan tikus kecil seperti ku'
__ADS_1