
Anggun yang di tinggalkan di kamar itu seketika jatuh terduduk dengan kondisi kamar yang berserakan foto Anggun dan Jason, tidak dapat membendung air mata nya membuat Anggun menangis keras-sekeras keras yang bisa Dia lepaskan.
"Akh, si*al kenapa?"
"Kenapa kisah ku seperti ini!"
"Aku mencintai nya, tapi Dia tidak pernah mau mendengarkan alasan ku!"
"Ta ta tapi ini juga salah ku, jika saja Aku dari awal sudah menolak ajakan Kak Jason, dan tidak menyembunyikan pertemuan kami yang hampir berakhir dengan hubungan kami yang akan balik lagi,"
"Andai Aku tidak menerima ajakan Kak Jason!"
"Andai Aku menghindar bertemu dengan nya,"
"Andai Aku menolak semua pria yang datang padaku,"
"Pasti! Pasti! Hubby akan tetap di sini dan menerima perasaan ku,"ucap gadis itu menangis dengan suara bergetar nya.
Rasa sesak di hantam oleh bebatuan kasar, dan rasa di tusik oleh tajam nya pisau yang datang beberapa kali meninggalkan goresan dan luka pada hati yang sudah di beri penawar, sekarang penawar itu pergi meninggalkan luka tanpa ada kesembuhan.
Anggun memegang gelang yang di berikan Reno itu sambil menangis gadis itu mengusap gelang itu sambil tersenyum getar, momen romantis yang hanya terjadi sekali dan tidak pernah ada lagi membuat hati nya kian menerima goresan luka, Anggun yang baru sadar ada beberpa tulisan di sebalik gelang itu terkejut mendapati nya, di gelang itu tertulis Aku memang belum bisa mencintai mu, tapi Aku sudah siap memberikan semua dunia ku kepada mu, Aku menyanyangi mu Anggun.
"Hubby,"gumam Anggun yang merasa semakin bersalah.
Entah tidak tahu siapa yang di salahkan di sini, apa Anggun yang tidak bisa jujur kepada Reno dan Jason yang mendekati nya dan tidak bisa menjaga perasaan Reno? Atau Reno yang salah malah tidak mau berpikiran tenang dan menerima penjelasan Anggun.
"AKH SI*AL"
"SIAL!"
"KENAPA?!"
Anggun terus berteriak frustasi yang mendapatkan kenyataan bahwa Reno juga mencintai nya, Anggun terus menyalahkan diri nya karena tidak mau jujur dengan Reno atas apa yang terjadi antara Dia dan Jason.
__ADS_1
"Hiks hiks Aku bodoh, maafkan Aku, maafkan Aku Hubby,"ucap Anggun memeluk kedua kaki nya dan menumpu dagu nya di atas lutut nya itu dengan rambut yang berantakan dan mata yang sembat.
Di sisi lain
Reno yang merasa tidak dapat berbicara lagi keluar dari mansion dalam kondisi di luar yang masih hujan, pria itu melajukan mobil nya cepat menuju sebuah club malam, setelah sampai Reno langsung masuk ke ruangan VVIP itu, pria itu terus meneguk minuman nya dengan kasar.
"Akh, kenapa Aku harus kasar seperti itu,"ujar Reno kesal menatap tangan nya sendiri dengan geram.
Dengan rakus Reno meminum minuman keras itu hingga Dia mabuk, untuk melupakan segala kesedihan yang Dia derita.
"Anggun, maafkan Aku hiks,"gumam Reno.
Baru pertama kali seorang Reno menangis hanya seorang gadis, tidak pernah sekali pun di seumur hidup nya tidak bisa mengapai sesuatu, apa yang Dia inginkan selalu Dia dapatkan, tapi tidak dengan hati istri kecil nya itu lah pikiran pria itu.
"Anggun,"pria itu terus meracau menyebut nama gadis itu.
Seorang wanita dengan pakaian kekurangan bahan datang menghampiri Reno, wanita itu adalah para player di club malam, dengan tatapan mengoda Dia berusaha mengoda Reno.
"Jika kau sendiri, Aku bisa menghilangkan kesedihan mu,"ucap wanita itu setengah berbisik.
"Pergi, sangat menji*jikan,"umpat Reno mengusir wanita itu.
Dengan tatapan tidak percaya wanita itu beridir bersiap memaksakan diri nya memeluk Reno tapi pelukan itu di tahan oleh Keenan yang tiba-tiba datang.
"Tante, tolong pergi, atau saya,"ucap Keenan mengkode kepada manajer club itu.
Wanita itu yang langsung mengerti pergi dengan wajah kesal nya meninggalkan Reno yang sudah tepar di sofa dan Keenan yang terpaksa membopong nya pergi.
"Keenan,"gumam Reno saat di bopong itu.
"Apart, antarakan Aku ke apartemen saja, atau nanti Aku akan mengamuk,"ucap Reno yang berusaha mengendalikan kesadaran nya itu.
"Baiklah Tuan,"ucap Keenan yang menyetujui permintaan Tuan nya itu.
__ADS_1
Sementara itu di mansion Alferoz, jam terus berdetak Anggun masih terduduk, foto tadi sudah tercabik cabik dan di gunting bentuk nya tidak beraturan karena itu adalah kerjaan Anggun, dengan tatapan sendu nya pada foto pernikahan nya dan Reno.
"Andai Aku tahu lebih cepat kau mencintai ku, ternyata selama ini kau yang mencintai ku terlebih dahulu dan belajar mencintai ku,"
"Tapi dengan bodoh nya Aku malah tidak menghargai mu, dan terus mendekat kepada masa lalu ku,"
"Dan apa kau tahu? Sekarang Aku amat sangat menyesal, hubungan yang di landaskan dengan kebohongan tidak akan berakhir dengan baik,"
"Aku menyerah bukan karena lelah berjuang, tapi karena Aku merasa bersalah tidak bisa menyadari kesalahan ku sendiri"
"Betapa beruntung nya Aku mendapat cinta, dan itu cinta pertama dari seseorang yang Aku suka,"
"Maaf, tapi Aku mencintai mu,"gumam Anggun.
Gadis itu pergi dari kamar itu tanpa membawa apa pun kecuali luka dan rasa bersalah nya, dengan hanya memodalkan kacamata hitam topi dan hodie tebal, Anggun pergi dari mansion itu dengan berjalan kaki, para karyawan yang masih terjaga sekali kali menanyakan dan Anggun hanya menjawab jika Dia ingin pergi ke supermaket.
Tidak ada yang tahu kisah kita, kecuali Aku dan kamu.
Pagi hari nya
Sinar matahari menerpa wajah tampan Reno, pria itu membuka mata nya dan sesekali hanya mendengus dan memasang wajah datar ketika mengingat kejadian semalam yang Dia lakukan kepada Anggun, dengan tidak semangat Reno mandi dan bersiap pergi ke kantor, lobi apartemen.
"Tuan, apa Anda baik-baik saja?"tanya Keenan yang datang menjemput.
"Hmm,"ucap Reno dengan cuek nya.
Mereka langsung pergi ke kantor, begitulah Reno hanya menjalankan aktivitas nya seperti biasa dengan bayang-bayang Anggun yang menangis kepada nya, lalu sore hari saat mereka ingin pulang.
"Keenan Aku ingin ke taman kota sebentar,"ucap Reno kepada asisten nya.
"Baik Tuan,"ucap Keenan kepada Reno.
Setelah beberapa menit, Reno turun, suasana rindang dan angin yang sejuk memanjakan setiap indra nya, Reno berjalan menyusuri taman yang di sukai Anggun itu, hingga akhir nya tatapan nya jatuh pada seorang pria dan wanita.
__ADS_1
"Jason baj*ingan"