Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 73-PENGEN IKUT KE KANTOR


__ADS_3

Anggun masuk ke dalam mobil suami nya itu, gadis itu tampak tidak memoles make up dan hanya lim bapm di bibir nya, hodie yang kebesaran dan rok di atas lutut membuat gadis itu sangat terlihat alami di umur nya ini, style nya kali ini membuat nya sangat jauh berbading terbalik dengan biasanya saat bekerja atau keluar.


Anggun ke kantor lebih suka memakai make up yang memperlihatkan make up seperti orang dewasa di umur nya yang masih muda, tapi entah angin atau hujan apa gadis itu terlihat sangat polos dan lucu tanpa make up, sekarang Reno berpikir jika Dia benar-benar memiliki si Little di samping nya.


"Kau sangat lucu, tetap lah sesederhana ini,"ujar Reno menatap istri nya yang tersenyum itu.


"Ini mood, tidak mau kalau tidak memakai make up nanti orang-orang akan berpikir aku adik mu bukan istri mu,"ujar gadis itu cemberut.


"Seterah, yang penting kau senang,"ujar Reno.


Mobil yang di supiri Keenan itu membelah jalanan ibu kota di pagi hari yang ramai, sebenarnya Alessia tidak mengizinkan Anggun untuk ikut, tapi Reno berkata Dia bisa menjaga istri nya itu pasti lalu akhir nya Alessia pun pasrah dan membiarkan nya pergi.


Mobil berhenti tepat di pintu masuk perusahaan Alferoz, satpam membuka kan pintu untuk CEO Alferoz itu, Reno mengandeng istri nya itu, semua karyawan melihat dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Apa mereka sekepo itu melihat istri ku yang cantik?"gumam Reno melirik Anggun yang malah senang atas pujian Reno.


Salah satu karyawan yang menyapa itu memberanikan diri, mungkin mereka tidak menyadari bahwa istri Reno adalah CEO Edward karena penampilan nya yang biasanya memakai hak tinggi serta yang sekarang terlihat imut-imut seperti itu ya.


"Pagi Pak CEO, Saya mendengar jika istri Anda hamil, selamat atas kehamilan nya,"ujar karyawan menyapa sekaligus memberikan selamat sambil tersenyum.


Reno memberhentikan langkah nya, lalu menatap pria itu, wajah Reno yang datar membuat nya meneguk saliva nya dengan kasar, lalu tiba-tiba Reno tersenyum tipis.


"Terimakasih, Doa kan agar bayi kami sehat,"ujar Reno berlalu pergi bersama Anggun dan masuk ke dalam lift.


Pria itu seketika menegang, begitu pun dengan karyawan yang berada di dekat sana, mereka terkejut apa itu senyum tulus CEO Alferoz? Astaga senyum yang sangat langka akan CEO itu perlihatkan untuk orang lain.


"Astaga tadi Pak CEO tersenyum,"


"Di Kau beruntung sekali,"


"Kau benar, baru pertama kali Pak CEO tersenyum seperti itu,"

__ADS_1


"Benar, seperti nya Dia sangat sayang dengan istri nya, sampai-sampai kau mengucapkan selamat di notice kyaa,"ujar resepsionis itu.


Sedangkan Reno yang berada di dalam lift bersama Anggun serta Keenan yang di belakang mereka hanya diam, Anggun terkekeh kecil membuat pria itu menautkan alis nya dengan penuh tanya.


"Kenapa?"tanya Reno dengan heran.


"By apa kau lihat ekspresi mereka, itu sangat lucu haha, astaga humor ku, sebegitu jarang nya kau tersenyum membuat mereka heboh, Aku penasaran setiap mereka menyapa mu apa kau benar-benar memasang wajah datar mu setiap hari,"ujar Anggun melirik suami nya sambil terus tertawa.


"Anda benar Nona, itu lah kenyataan nya,"ujar Keenan kepada pria itu.


"Benarkah mereka seperti itu, entahlah,"ujar Reno mengangkat bahu nya acuh tak acuh.


"Tentu By,"ujar Anggun masih terkekeh.


Pria itu hanya senang kalau karyawan mengucapkan dan mendoakan keselamatan bayi mereka, entah kenapa Reno merasa dengan banyak nya orang yang mendoakan keselamatan anak dan istri nya membuat nya lega.


"Keenan, berikan bonus harian hari ini untuk semua karyawan tanpa terkecuali termasuk para OB dan keamaanan, lalu nanti siang pesankan makanan siang, masukan dalam tagihan ku,"ujar Reno kepada asisten nya itu.


"Kalau saya Tuan?"ujar Keenan cengegesan.


"Kau juga,"ujar Reno.


"Wah sering-sering saja Nona Anggun hamil, itu akan membawa rezeki untu ku,"ujar Keenan dengan wajah tanpa dosa nya berkata.


Deg..


Seketika itu Keenan merasa ada yang menatap nya dari depan, dua orang itu menatap nya dengan tatapan tajam karena Keenan mengatakan itu dengan enteng nya.


"Kau kira istri ku apa?"ujar Reno dengan tatapan mengintimidasi nya.


"Kau kira Aku kucing bisa hamil sesuai musim nya, awas jika berani bicara lagi Aku lempar kau ke antartika, benar tidak By?"ujar Anggun mendengus kesal membuang wajah lalu tersenyum kepada Reno.

__ADS_1


"Benar, kata yang bagus Little, hebat,"ujar Reno memuji istri nya itu.


Glek..


Keenan hanya meneguk saliva nya dengan kasar dan langsung merasa tersudut akibat dua orang besar yang langsung mengancam nya itu.


'Mereka kalau sudah akur, bukan main,' batin Keenan hanya bisa diam tanpa berani bicara lagi.


Pintu lift terbuka, Reno dan Anggun masuk ke ruangan kebesaran Reno itu, pria itu langsung bekerja untuk bisa membawa pulang istri nya cepat, sedangkan Anggun duduk di depan kursi yang ada di depan Reno sambil memainkan kursi itu memutar.


"Aku duduk di sini boleh?"ujar Anggun duduk di depan Reno.


"Boleh nyaman kan saja dirimu Lovely,"ujar Reno tersenyum sebentar lalu fokus dengan pekerjaan nya.


Tok.. tok..


"Tuan rapat dengan kolega dari Jepang sebentar lagi,"ujar Keenan memberitahu pria itu.


"Baiklah, Aku akan kesana,"ujar Reno.


Reno melangkah kan kaki nya ke dalam ruang rapat di ikuti Anggun yang mengekor dan duduk di belakang kursi Reno yang juga ada kursi di sediakan Keenan, gadis itu terus menikmati waktu nya sendiri, sedangkan Reno fokus dengan pekerjaan nya, waktu berlalu ruang rapat itu sudah selesai dengan mendapatkan kerjasama yang sukses.


"Tuan, seperti nya gadis kecil Anda sangat suka mengikuti Anda,"ujar salah satu orang berbahasa jepang itu.


Anggun tidak mengerti sama sekali Dia yang tahu Reno sudah selesai mengengam tangan pria itu, lalu Reno melirik sekilas dan membalas dengan bahasa yang sama.


"Dia istri ku, Dia tidak menganggu, karena Dia sedang hamil, jadi Aku mengizinkan nya ikut dengan ku ke kantor,"ujar Reno kepada pria itu.


"Ternyata Anda pria sayang istri,"ujar pria itu menjabat tangan untuk mengakhiri rapat.


"Kau benar, Aku tidak bisa melewatkan orang yang Aku cintai bukan Tuan hisyomasa?" ujar Reno melirik Anggun yang hanya diam.

__ADS_1


'Dan tidak akan pernah,'


__ADS_2