
'Bisa-bisa nya Aku menarik Dia keluar? Apa hubungan nya Dia dengan ku? Kenapa Aku harus peduli, ini bukan urusan Ku, tolong hidup ku sudah runyam karena di kekang Mom dan Dad sekarang Aku berurusan dengan bukan yang nama nya urusan ku, Michele b0doh,' umpat pria itu yang terdiam di depan kemudi mobil nya tanpa melirik Alice yang menunduk.
Huft..
Michele menghela nafas nya dengan kesal lalu melirik Alice yang memainkan jari nya sambil menunduk, seperti nya gadis itu sangat takut saat ini, Michele yang melihat pakaian Alice yang sangat jauh dari gaya nya itu hanya bisa membuang muka.
"Kenapa pakaian mu seperti itu?"ujar Michele dengan suara bariton nya tanpa menatap Alice.
"A a ak Aku hanya mengikuti style, kata Jeje kalau cewe ke club malam pakaian nya begini,"ujar Alice dengan polos nya.
'Astaga sungguh teman mu itu sudah memberikan lukisan pada kertas polos, bisa-bisa nya Dia menyuruh nya memakai pakaian yang mungkin membuat pria menatap nya ganas,' batin Michele mengusap wajah nya gusar.
Michele melepeskan jaket yang Dia kenakan bewarna hitam itu, lalu menatap Anggun sekilas.
Bruk..
Pria itu melemparkan nya kepada Alice yang terdiam, sehingga jaket itu tepat mengenai wajah Alice, gadis itu hanya mendengus kesal menatap tindakan Michele.
"Pakai,"ujar Michele kepada Alice.
Tanpa menjawab atau apa pun Alice memakai jaket itu, Michele melirik lalu menatap sekali lagi dengan raut wajah kesal nya, pria itu mendekat kepada Alice memangkas jarak di antara mereka.
"Apa yang kau lakukan,"ujar Alice mendengus kesal.
"Diamlah ice,"ujar Michele yang juga tidak kalah kesal.
Ternyata pria itu memasangkan resleting jaket nya itu hingga ke atas, sehingga menutupi pakaian yang di gunakan Alice itu bagian atas nya, Michele tersenyum miring lalu menjalankan mobil nya entah kemana.
'Begitu baru benar,' batin Michele.
Di sisi lain Reno dan Anggun sedang duduk di depan televisi, sambil menemani istri nya nonton drakor kata nya sih lagi pengen lihat pria tampan, padahal mah di samping nya ada satu pria tampan.
"Omo omo, ganteng sekali kamu,"ujar Anggun mengunyah snack nya.
"Gantengan Aku ga sih?"ujar Reno dengan wajah datar nya juga menatap telivisi.
__ADS_1
Anggun mengalihkan pandangan nya lalu mengamati wajah pria itu dengan seksama sambil mengangguk.
"Iyah emang gantengan kamu hehe, emang proporsi orang eropa ganteng banget,"ujar Anggun dengan gemas langsung memeluk pria itu dengan manja.
Reno yang sedang fokus menonton itu seketika merasa terhenyak karena di himpit Anggun secara mendadak, baru pria itu ingin mengatakan sesuatu tapi perkataan nya terhenti saat Alice berjalan masuk di kawal oleh Michele.
"Loh kalian?"ujar Anggun masih dalam posisi memeluk Reno.
"Yasudah Aku balik,"ujar Michele ingin melangkah kan kaki nya dari sana.
"Tunggu,"
Tapi tiba-tiba langkah pria itu terhenti oleh suara bariton seorang Reno Alferoz yang sangat dingin itu, Michele dapat merasakan tatapan Reno kepada nya sekarang walaupun badan nya sedang berbalik dan berlawanan arah.
'Sial@n bisa-bisa nya, Aku,' batin Michele mendengus kesal.
"Michele, kenapa kalian pulang bersama?"ujar Reno mengintograsi mereka berdua.
Pria itu masih duduk di atas sofa bersama Anggun sambil menatap pungung Michele, sedangkan Alice hanya memainkan jari nya karena takut kalau Michele berbicara.
"Pulang? Bukan nya dari kemarin kau tinggal di apartemen?"ujar Reno merasa heran itu.
'Aku lupa, harusnya Aku ajak ke apartemen saja, sungguh cari mati,' batin Michele masih berdiam dari tempat berdiri nya.
Alice yang mendengar itu seketika juga lemot, kenapa Dia tidak meminta Michele mengantarkan nya ke apartemen secara mereka satu gedung, karena merasa takut sampai-sampai gadis itu lupa akan diri nya sendiri.
"Ya suka suka Alice dong, emang Alice ga boleh pulang ke mansion?"ujar gadis itu membela diri dengan suara ketus nya.
"Lalu kenapa kau memakai jaket pria? Apa sedingin itu di atas mobil,"ujar Reno yang terus menyudutkan adik nya sambil melirik Michele yang sudah menatap nya.
Anggun yang melihat itu hanya bisa diam, Dia tahu kali ini bukan lah urusan nya, Reno tahu mana yang terbaik untuk Alice secara ini masih tidak berlebihan menurut Anggun.
"Kamu nanya nya jangan sambil natap ngancam gitu dong, mereka jadi takut,"ujar Anggun menatap suami nya.
"Little, jika tidak begini Dia tidak akan berbicara jujur,"ujar Reno kepada istri nya itu.
__ADS_1
Wanita itu hanya terdiam tidak dapat juga menyangkal apa kata Reno karena memang, sikap Alice seperti orang yang sangat berhati-hati dalam berbicara.
"Hei apa kalian berkencan? Jangan malu, tidak apa-apa,"ujar Anggun bertanya dengan polos nya itu.
Seketika itu Alice dan Michele saling menatap begitu pun dengan Reno yang menatap mereka berdua secara bergantian, seolah-olah mencari kebenaran atas perkataan istri nya itu.
"Tidak,"
"Tidak mungkin,"
Ujar Alice dan Michele secara serempak saling menatap dan membuang wajah nya, Anggun yang melihat itu seketika mengaruk tengkuk nya yang tidak gatal entah kenapa Dia merasa deja vu di posisi mereka, saat Dia selalu di sandingkan dengan Reno dahulu dan Anggun juga sama persis menolak dan merasa itu hal buruk.
"Jadi kalau bukan apa?"tanya Anggun sekali lagi.
Reno yang melihat tidak ada satu pun dari mereka berbicara langsung mengancam Alice menatap gadis itu lalu mengeluarkan ponsel nya menghubungi seseorang.
Drt.. drt..
"Keenan, cek CCTV kemana saja Alice dan cari tahu apa yang Dia lakukan semua nya hari ini,"ujar Reno langsung to the point.
Alice yang mendengar itu kaget dan berlari mengambil ponsel Reno dan mematikan ponsel kakak nya itu dengan wajah gugup dan ketakutan menatap Reno.
"Oke Al jujur, tadi Alice pergi bersama Jeje, Kakak tahu kan teman Alice yang sering Alice ceritakan, kami tadi siang main di kampus dan Alice kalah terus Alice di suruh menuhin tantangan pergi ke club malam,"ujar Alice lirih mengatakan itu di ujung kalimat.
Reno memasang tatapan membunuh nya.
"Lalu kenapa dengan Michele?"tanya Reno sekali lagi.
"Itu Alice kan di suruh minum alkohol sama teman Alice, tapi Kak Michele datang terus ngelarang Alice minum itu kata nya kakak pasti bakal marah sama Dad and Mom, terus di antar pulang,"ujar gadis itu memainkan jari nya sambil menunduk.
Reno menghela nafas nya lalu menatap Michele yang masih diam tanpa bergerak.
"Michele kau boleh pergi, terimakasih sudah menarik Alice pulang, ternyata tindakan mu tetap baik walaupun kelakuan mu tidak sama sekali kecuali dalam keahlian dunia dokter mu itu,"ujar Reno kepada pria itu.
'Dia itu berterimakasih dengan cara menyindir ku?'
__ADS_1