
"Eh siapa pria itu?"
"Dia sangat tampan,"
"Apa Dia tamu VIP,"
"Mungkin saja Dia seorang CEO,"
"Eh tunggu teman Revian deh, itu ada Revi di samping nya,"
"Sejak kapan Revi punya teman ganteng, tapi ga pernah di ajak,"
Bisik-bisik para wanita yang sedang duduk dan minum itu teralihkan oleh Michele yang baru masuk dengan empat tempat lain nya itu, Michele berjalan di tengah, tatapan mereka semua tajam, membuat para wanita penasaran.
Mereka akhirnya memilih tempat duduk di lantai atas yang memperlihatkan suasana club yang ramai itu dan aktivitas semua orang di club malam itu yang sangat jelas dari atas sana.
"Nih bro, coba minuman ini, kau bisa mencoba nya, ini sangat enak,"ujar Revian mengambil botor alkohol dan menuangkan nya pada gelas Michele.
Pria itu tampak meminum nya dan ketagihan, tapi entah kenapa walau baru pertama kali Dia sangat tahan dengan nama nya alkohol, pria itu tidak fokus dan hanya melihat tempat duduk yang biasa di isi Engeline.
Waktu beberapa bulan membuat diri nya berubah bentuk dari fisik atau pun sifat membuat diri nya jarang bertemu dengan Engeline demi ambisi nya itu, lama Dia menunggu hingga waktu beberapa puluh menit terasa sangat lama.
"Bro, apa yang kau tunggu?"tanya Revian meneguk alkohol nya pelan.
"Engeline,"ujar Michele dengan suara lirih nya itu.
"Kau benar, biasanya Dia sudah datang,"ujar Revian yang juga heran, padahal Dia baru melihat nya beberapa hari yang lalu.
Akhirnya mereka melanjutkan minuman itu, seorang karyawan pria datang ke meja mereka memberikan botol alkohol baru karena yang lain sudah habis di meja mereka, Revian menghentikan langkah karyawan itu lalu bertanya.
__ADS_1
"Bro,"ujar Revian.
Sontak karyawan itu berhenti dan menatap Revian yang sudah menjadi langganan di sana itu.
"Eh Tuan Revi ada apa?"tanya karyawan itu dengan sopan kepada Revian.
"Lu tahu ga Engeline kenapa ga datang?"tanya pria itu kepada karyawan yang tampak mengamati pertanyaan nya.
Karyawan itu mengangguk tanda paham lalu, mengatakan yang Dia tahu seadanya, Michele yang mendengar nama Engeline itu di sebut sontak mata nya langsung ngejreng dan mendengar nya dengan pasti.
"Saya tidak tahu ini benar atau tidak yang pasti yang saya dengar katanya sih Mbak Engeline itu ketahuan hamil sama keluarga nya, sebenarnya Dia mau mengugurkan nya tapi ketahuan, nah kan dari sana, Dia kabur ke luar kota sama pacar nya kata nya sih, gatau kenapa juga, segitu aja saya tau nya Tuan,"ujar karyawan itu.
Seketika jawaban karyawan itu membuat diri Michele kaget, pria itu tidak memperlihat kan ke khawatiran nya tapi hanya raut wajah kecewa yang tampil.
"Si@lan, giliran Aku sudah jauh jadi lebih baik, tapi akhirnya seperti ini,"gumam Michele mencengkram kuat botol alkohol nya itu.
"Oke mas, terimakasih info nya, ini tip untuk mu,"ujar Revian menyelipkan beberapa uang ratusan di saku pria itu.
"Tuan, mau saya tuangkan minuman nya,"ujar wanita berpakaian pendek itu duduk di samping Michele.
Akhirnya Michele hanya membiarkan dan menerima botol Alkohol itu, lama mereka mabuk minuman dan akhirnya mereka semua sudah tidak sanggup, Michele dan wanita itu pergi ke sebuah kamar yang sudah di sediakan untuk mereka.
Drap.. drap..
Derap langkah kaki kedua sepasang manusia yang sempoyongan dan saling membantu berjalan itu terhuyung kanan dan kiri, mereka masuk ke dalam sebuah kamar yang sudah di sediakan.
Brak...
Pintu kamar di bukak dengan kasar, mereka saling menyentuh satu sama lain menberikan kehangatan masing-masing Michele yang sudah tidak ada harapan itu nekat untuk melepas masa perjaka nya di sana saat ini juga, Dia mulai ******* ganas dan menciumi gadis itu, tapi entah kenapa itu tidak senikmat yang Dia kira, Dia ingin berhenti tapi gadis itu memaksa melanjutkan dengan melepas pakaian nya dan mencium nya, ganas mereka sama-sama naket dan mulai melakukan penyatuan.
__ADS_1
Tapi hal itu terhenti saat Michele merasa heran, saat pria itu ingin melakukan penyatuan entah kenapa milik nya sama sekali tidak bangun, tidak ada hasrat untuk melakukan itu selanjut nya, wanita itu juga mulai hilang kesadaran nya dan mulai tertidur akibat pengaruh alkohol.
"Si@l kenapa?"umpat Michele kesal dan memakai kembali pakaian nya dengan utuh.
Saat ini sudah dini hari, pengaruh mabuk nya mulai menghilang, pria itu meninggalkan wanita itu dan meninggalkan tip walaupun Dia belum melakukan penyatuan dan merasakan surga dunia, Michele tidak tahu dengan teman-teman nya yang mungkin sudah bergulat dengan selimut mereka dan membuat suasana panas.
"Apa Aku? Tidak mungkin, ini gil@,"ujar Michele tidak percaya.
Di otak nya hanya ada Engeline saat ini, pria itu pergi dari club dan membawa mobil nya menuju rumah nya, dan bau alkohol yang semerbak itu Dia berjalan memasuki rumah nya, saat membuka pintu Dia melihat Daddy nya sedang duduk dan menikmati sampanye.
"Kenapa baru pulang,"ujar pria itu pelan.
Michele berjalan gontai dan duduk di kursi samping pria itu dan meminta sampanye, pria itu bercerita kejadian tadi kepada Daddy nya, pria itu tampak terdiam mendengar cerita anak nya.
"Kau sudah pasti tahu, mungkin kau hanya tertarik dengan wanita yang hanya ada di pikiran mu itu,"ujar Daddy Michele mengatakan itu.
"Akseksual?"tanya Michele meyakinkan kesimpulan nya.
"Hmm,"jawab Daddy Michele dengan santai mengatakan itu.
"Ck, apa Aku sudah gil@,"ujar Michele yang merasa heran itu.
"Itu hal normal, kertertarikan untuk tidak melakukan itu bukan kesalahan, kau akan mendapatkan apa yang ingin kau lakukan dengan orang tertentu yang kau inginkan,"ujar Daddy Michele menjelaskan itu.
Akhirnya semenjak Michele tahu dengan kondisi nya Dia sering keluar masuk ke dalam club, pergi minum lalu membuat wanita yang Dia ingin tiduri melakukan hal panas, tapi ujung-ujung nya lagi-lagi Dia tidak memiliki hasrat, dan junior nya tidak berminat dengan siapa pun.
Michele menutupi kondisi nya itu dengan menjadi seorang cassanova di mata teman-teman nya dan orang lain, Dia memang pergi minum dan mengajak wanita untuk melakukan pemanasan tapi tidak dengan penyatuan, para wanita yang juga mabuk juga tidak sadar dan mereka mengira sudah melakukan hubungan int1m dengan Michele.
Seperti itu lah kehidupan Michele sampai Dia bertemu lagi dengan Engeline di usia nya ke 28 tahun, Dia mengira bertemu dengan orang yang di cintai nya akan membuat nya normal dan mempacari nya tapi apa, itu juga tidak bisa, Engeline juga hanya menjadi uji coba yang terus menerus untuk Michele untuk berusaha membangkit kan hasrat nya. Dan tahun berlalu lagi di umur 32 tahun Dia tidak pernah melakukan sek$ tapi di juluki sang cassanova demi menutupi penyakit aneh nya itu pikir Michele.
__ADS_1
Flasback off