Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S2 BAB 35-EGOIS KAH AKU?


__ADS_3

Clara turun ke lantai dua menggunakan lift bersama Axel, dengan kesal Clara menatap ke arah suami nya itu sedangkan Axel yang di tatap hanya tersenyum miring kepada gadis kecil nya.


"Pak tolong Saya itu masih sembilan belas tahun, jangan bermain ganas di ranjang, ternyata yang Aku tonton sangat beda dengan kehidupan nyata" kesal Clara kepada suami nya itu.


Axel menghimpit tubuh Clara ke dinding lift itu, pria itu kembali menarik dagu dan melum*at bibir kecil istri nya dengan rakus. Setelah menyekesaikan ciuman panas itu Axel mengusap bibir istri nya dengan ibu jari nya sambil menatap wajah gadis itu yang sudah menjadi kepiting rebus karena malu.


"Itu kesalahan mu jangan di ulang lagi" ujar Axel kembali menormalkan jarak nya dengan Clara.


"Honey, honey ga malu apa di panggil begitu" kesal Clara kepada suami nya.


"Tidak" jawab Axel dengan singkat.


"Tunggu Kau tidak bilang sudah menonton film dewasa bukan? Sejak kapan Kau menonton itu" tatap Axel dengan tajam kepada Clara.


"I itu"


'Duh keceplosan' batin Clara dengan gugup.


"Itu waktu SMA sebenarnya gamau nonton kok, orang Anggun yang ngajakin" ujar Clara memalingkan wajah karena malu.


"Wah kalian berani nya, kalo masa itu kembali Aku akan menghukum kalian" ujar Axel menatap Clara.


Pintu lift itu terbuka, Clara dan Axel menuju meja makan, gadis itu berjalan tertatih karena masih merasa sakit, bibir dan wajah nya terlihat pucat, Alisa dan Veronica yang menunggu di meja makan tersenyum senang melihat kehadiran Clara, entah kenapa kehadiran gadis itu mampu membuat keluarga Arnolda tersenyum tanpa beban.


"Cla, kamu kok pucat banget sih, main Axel kasar yah" ujar Veronica melihatkan wajah kaget nya.


"Mom ada Alisa" gumam Clara yang merasa sangat malu karena Veronica dengan santai nya berbicara hal vulgar itu tanpa filter sedikit pun.

__ADS_1


"Mommy, anak ku masih kecil, Dia bisa mendengar hal aneh dari mulut mu, lebih baik Mommy pergi saja lagi untuk tour keliling dunia" sambung Axel kepada Mommy nya itu.


Pletak..


Veronica menyentil kening Axel dengan kesal lalu menatap tajam anak nya dengan dingin.


"Bisa bisa nya Kau yah" kesal Veronica kepada anak nya itu.


Clara yang melihat itu hanya bisa tertawa kecut melihat keadaan hubungan Ibu dan anak yang ternyata sangat care satu sama lain.


'Seperti nya Aku tahu sekarang kebiasaan Pak Axel yang suka menjitak kepala itu turunan dari Mommy' batin Clara.


Mereka pun memulai makanan mereka, Alisa yang juga makan itu memanggil bibi Ani saat mereka sedang makan.


"Bibi, mana minuman Alisa" ujar gadis itu memanggil pembantu nya.


"Buat Mommy?" tanya Clara kepada putri nya.


"Akhir nya Mommy, mau panggil Mommy sendiri Mommy, Alisa senang sekali, itu untuk Mommy kata Grandma Mommy dan Daddy sedang membuat adik untuk Alisa, terus kata Grandma makanan dan minuman sehat very good" ujar Alisa yang tersenyum manis kepada Mommy nya itu.


Clara yang sedang meminum minuman yang di berikan Alisa itu sambil mendengar nya berbicara, seketika membuat Clara tersedak mendengar penuturan anak nya itu.


Huk.. huk..


Axel yang melihat itu, langsung menepuk bahu gadis itu dengan pelan.


"Mom jangan lagi" gumam Clara kepada Ibu mertua nya itu, karena lagi-lagi berbicara hal aneh kepada Alisa.

__ADS_1


Veronica yang sangat yakin di notice oleh menantu nya itu, hanya tersenyum sambil memberikan dua jari nya.


"Mommy, minuman nya Alisa bikin sendiri tapi di bantu Bibi Ani, Mommy suka?" ujar gadis itu bersemangat memberitahu kepada Clara bahwasan nya Dia bisa.


Clara mengecup pipi anak nya itu dengan penuh kasih sayang lalu berkata.


"Mommy suka banget, Alisa tambah pintar" ujar Clara memuji anak nya.


Alisa yang mendapat ciuman tulus dari seorang Ibu itu merasa bahwasan nya Clara memang mencintai nya dengan tulus, gadis itu menangis tersedu-sedu sambil tersenyum.


"Hiks hiks, makasih Mommy" ucap gadis itu mengusap air mata nya.


"Eh kenapa nangis?" tanya Clara kepada anak nya dengan khawatir.


"Alisa senang punya Mommy sekarang kayak orang lain, Daddy kenapa sih ga nikah sama Mommy dulu" ujar gadis itu sambil menangis menatap Axel dengan tatapan tajam nya.


"Kalo dari dulu mah, Mommy mu masih kecil" gumam Axel menghela nafas karena Dia baru ingat menikah gadis berumur sembilan belas tahun.


"Haha Mommy suka banget liat ekspreksi kalian, Alisa senang, Axel kamu juga senang dong dapat yang perawan cantik dan daun muda kayak Clara" ujar Veronica semua yang ada di meja makan secara bergantian itu.


Mereka semua akhirnya menyelesaikan makanan nya, Clara saat ini sedang duduk termenung di taman mansion Arnolda, melihat hamparan bunga dari berbagai jenis tertanam di sana, Axel saat ini memilih menyambut tamu nya yaitu Varo dan Reno, acara antara pria, di ruang kerja suami nya itu, padahal mah cuman bahas hal begituan. Clara kembali mengigat kejadian tadi saat Dia dan Axel baru selesai mandi, pria itu menatap sebuah laci yang tidak tahu Clara isi nya, Clara menunggu kesempatan saat Axel keluar dari kamar, dengan hati-hati Clara membuka laci itu, terlihat lah sebuah foto Axel dengan wanita cantik yang sudah sangat Clara kenal, wanita itu adalah Clarissa wanita dan istri pertama Axel. Clara masih mengigat dengan jelas ekpresi wajah suami nya itu yang menatap dan mengusap foto itu dengan penuh kasih sayang.


"Apa Aku hadir dalam cinta dan waktu yang tidak tepat, rasa ini memang belum terlalu nyata, tetapi sakit nya sangat terasa nyata, seolah-olah sakit ini mengerogoti hati dan perasaan ku secara bersamaan, egois kah Aku jika meminta kepada nya mencintai ku juga. Seperti Dia mencintai istri pertama nya, Aku yang hanya hadir sebagai istri kedua nya, apakah egois? meminta cinta yang lebih besar untuk ku" gumam Clara.


Gadis itu menangisi nasib nya yang tidak tahu menahu pangkal dan ujung dari akhir kisah cinta nya, dengan tatapan kosong menatap hamparan bunga, rambut panjang nya yang terurai itu di terpa oleh angin secara lembut, tangisan pilu dalam diam dialami nya, suara tangisan tidak terdengar tetapi air mata terus mengalir di pipi nya.


"Hal yang paling sakit bagi Ku, saat Aku sudah memberikan seluruh dunia dan cinta kepada mu, tetapi Kau malah hanya menjadi kan ku sebagai tameng dari masa lalu, kenapa cinta ku senelangsa ini?"

__ADS_1


__ADS_2