
Siang
Detik, menit dan jam berlalu tidak terasa Anggun sudah lama menatap wajah suami nya yang sangat fokus itu sedang bekerja, lama gadis itu menatap sehingga Reno yang memang sadar itu melirik sekilas dan membuat Anggun salah tingkah di berikan smirk ala Tuan Alferoz itu.
"Suka banget yah lihatin Aku dari tadi, ga bosen apa?"tanya Reno yang kembali fokus mengerakan bolpoin nya dan bekerja.
"Ekhem, ga kok suami Aku tampan begini siapa yang bosan, kayak nya Aku peenah lakuin hal baik banget deh sampai di kasih sama tuhan suami kaya tampan dan hot haha,"ujar Anggun tertawa mengatakan itu.
"Hot apa maksud mu hotdog,"ujar Reno mengoda gadis itu.
"Boleh posisi itu sangat hot untuk mu haha,"ujar Anggun kembali mengatakan.
"Ck, pikiran mu sangat mesum Little, tidak baik untuk umur seperti mu,"ujar Reno mengatakan itu.
"Baik baik saja, Aku saja menikah dengan om-om haduh kok bisa sih, tapi gapapa orang cinta ini mau gimana lagi iya ga sih,"ujar Anggun mangut-mangut sendiri mendengar perkataan nya.
Saat mereka tengah asik bercanda gurau Keenan datang dengan membawa makanan delivery untuk Tuan dan Nona nya itu.
Tok.. tok..
"Masuk,"ujar Reno mengatakan.
"Paket Tuan,"ujar Keenan meletakan itu di depan meja yang sedang di duduki Anggun.
"Bisa juga kau bercanda Keenan, apa tidak takut di gorok oleh suami ku?"tanya Anggun kepada pria berwajah kalem itu.
"Nona semenjak Anda hamil, Tuan dan Anda semakin sama dalam berbicara Aku takut anak kalian akan terpengaruh, dan ujung-ujung nya Aku yang di buli,"ujar Keenan meletakan banyak nya makanan itu.
Pria itu langsung membuka jenis makanan dan minuman itu, sebenarnya tugas ini lebih cocok untuk seorang wanita, tapi karena Reno tidak ingin memiliki sekrestaris dan lebih memilih Keenan saja yang bekerja membuat pria itu selalu di andalkan sampai-sampai hal sepele.
"Wah banyak sekali,"ujar Anggun dengan antusias melihat makanan itu.
__ADS_1
"Selamat makan Tuan, Nona, Saya keluar ingin makan juga ya kali mau liat kalian suap-suapan yang ada saya jadi kering karena kekurangan asupan bucin seperti kalian,"ujar Keenan berlalu pergi.
"Keenan untuk para karyawan?"ujar Reno memastikan.
"Sesuai dengan permintaan Anda sudah saya pesankan juga,"ujar Keenan menutup pintu ruangan itu.
Reno meletakan bolpoin nya dan bergabung dengan istri nya untuk makan di sana, gadis itu ternyata sudah makan terlebih dahulu, kenapa tidak, itu menu masakan indonesia yang dominan ada nasi serta lauk nya yang banyak sambal, astaga makanan itu yang membuat anak dalam perut Anggun memberontak ingin mencoba makanan tanah kelahiran Mama nya itu.
"Apa kau sangat lapar?"tanya Reno yang juga mulai makan dan meminum minuman nya itu.
"Sangat lapar~,"ujar Anggun dengan tersenyum manis dan pipi mengembung akibat nasi yang memenuhi mulut nya.
"Ini sangat enak bukan? Aku sangat senang karena bisa makan apa saja yang Aku ingin kan, tanpa perlu mual-mual seperti bumil lain nya,"ujar Anggun mengunyah makanan nya yang sangat enak.
"Aku akan bilang enak jika kau bilang enak, Aku menyukai apa yang kau sukai,"ujar Reno menyuapi gadis itu.
Anggun tersenyum mendengar ucapan suami nya akhir-akhir ini Anggun sangat heran, apa kah membuat diri nya salah tingkah adalah hobi Reno saat ini?
"Aaa nyam nyam enak,"ujar Anggun menerima suapan itu.
Wanita itu terdiam sebenarnya Dia akhir-akhir ini memang mengiginkan suatu makanan, yah mumpung Reno juga nanya yah mending sekalian bilang.
"Aku ingin cake,"ujar Anggun langsung mengatakan itu.
'Hmm cake yah, untung istri ku tidak seperti istri Varo,' batin Reno sambil memakan makanan nya.
"Tapi cake nya yang langsung di bikin sama kamu, terus cake nya warna warni kayak rainbow, kamu kasih nama nya cake rainbow ala CEO tampan Alferoz, terus di atas di kasih coklat, Aku mau coklat nya langsung dari belgia kamu tahu kan Aku suka coklat and di belgia kan coklat nya di sana paling enak, gimana Hubby?"ujar Anggun melirik suami nya itu.
Uhuk.. uhuk..
Seketika itu Reno tersedak mendengar detail permintaan itu, apa ini membuat cake? Sungguh Reno memang bisa memasak tapi tidak membuat cake rainbow apalah itu kata Anggun, dan apa tadi coklat nya harus dari belgia.
__ADS_1
"Little, you seriously,"ujar Reno dengan wajah kaget nya menatap wanita nya itu.
"Yes, Hubby,"ujar Anggun memasang senyum dengan tatapan heran kenapa Reno harus memastikan nya.
'Aku menyesal menanyakan nya, apa itu akan enak?' batin Reno.
Akhirnya mereka selesai makan, Anggun bersandar di sofa lalu meluruskan kaki nya, gadis itu mengusap perut nya yang kekenyangan dan juga mengkhawatirkan anak nya.
"Sayang maafkan Mama, apa di sana sempit?"ujar Anggun mengusap perut nya.
Reno yang juga selesai makan itu duduk menepi di sofa dekat tubuh istri yang sedar berselonjor itu, Reno terkekeh kecil mendengar perkataan Anggun mengatakan hal aneh itu.
Tangan Reno memijat kaki istri nya itu, seketika itu Anggun tertegun dan menatap suami nya memijat kaki nya.
"Eh kamu, enak juga pijitan kamu By, tapi Aku ga enak jangan udah,"ujar Anggun melepaskan tangan suami nya itu.
Reno kembali menarik tangan nya dan memijit kembali kaki Anggun, pria itu tidak merasa risih sama sekali.
"Kau yang hamil, pasti kau sering cape-cape, Aku hanya memanjakan istri ku, apa tidak boleh?"ujar Reno masih memijat kaki istri nya itu.
"Boleh, astaga suami siapa sih baik banget,"ujar Anggun mengusap pipi pria itu dengan tatapan gemas nya.
Pria itu hanya bisa senang tersenyum menerima pujian istri nya, makin hari Reno semakin bucin dan makin memanjakan istri, yang iri makin iri begitulah kira-kira.
"By, mau di temenin belanja,"ujar Anggun melirik suami nya itu.
Reno melirik jam tangan nya, lalu melepaskan pijatan itu dan memasangkan sandal istri nya, bayangkan saja udah seperti ratu sandal saja di pasangin.
"Ayo, pekerjaan ku sudah selesai,"ujar Reno mengandeng tangan istri nya keluar ruangan.
"Wah, makasih,"ujar Anggun dengan senang bisa di temeni Reno berbelanja.
__ADS_1
Mereka turun memasuki lift dan tentu kali ini Keenan tidak ikut, karena Anggun kasihan melihat Keenan yang terlalu kurang asupan asmara seperti mereka, dan memilih kencan berdua saja, para karyawan menyapa Anggun serta berterimakasih atas makan siang dan bonus gaji tadi.
'Apa Aku suruh mas Reno Akuisisi perusahaan aja yah?'