
Siang hari nya
Anggun keluar dari kamar menggunakan dress cantik selutut dan rambut short hair nya yang sudah hampir panjang menyentuh bahu itu di biarkan tergerai, Reno yang sedang menonton TV di ruang tamu itu mengerutkan kening nya ketika melihat Anggun menghampiri nya.
"Aku izin pergi ke kafe dengan sekretaris ku, di luar,"ucap Anggun menatap pria yang sedang duduk di depan nya.
Reno melirik dari ujung kaki sampai ujung rambut itu, pria itu menatap Anggun yang terlihat cantik, wajah yang menatap Anggun dengan mendongkak kan kepala nya tetap datar dan dingin.
"Pergilah,"ucap Reno dengan satu kata.
Gadis itu yang langsung mendapat persetujuan langsung pergi, dan Chen Fei sudah menunggu di luar mansion Alferoz itu.
"Fei Fei, yuk,"ucap Anggun masuk ke dalam mobil nya.
"Baik Nona,"ucap Chen Fei membawa mobil milik Anggun itu.
Sementara itu Reno yang mengintip dari lantai dua kamar nya melihat mobil Anggun menjauh langsung menelpon seseorang itu.
"Keenan, lakukan seperti biasa cari lokasi nya, Aku juga ingin kesana,"ucap Reno langsung to the point itu.
"Tumben Tuan, apa Anda tidak sibuk?"ucap Keenan bertanya heran kepada Tuan nya itu.
"Kau banyak bicara, Aku mengaji mu bukan untuk ini,"ucap Reno berdecak kesal.
"Laksanakan Tuan,"ucap Keenan yang kaget dan langsung mematikan ponsel nya.
Cafe pukul 13.24
Sudah beberapa hari ini, Anggun menjabat sebagai CEO dan istri seorang Reno Alferoz yang di gilai para wanita di media internet setiap diri nya tertangkap kamera memasang wajah datar tapi dibilang tampan itu, Anggun yang sedang bermain ponsel itu berdecak kesal.
"Ck, Apa nya yang tampan?"gumam Anggun dengan kesal mematikan ponsel nya.
Saat ini Anggun sedang duduk di sebuah kafe ditemani oleh asisten nya Chen Fei untuk menemui seorang sahabat lama yang ingin memberikan ucapan selamat.
"Kau selalu beringas semenjak SMA,"ucap pria itu duduk di samping Anggun dengan wajah tenang nya.
"My friends i miss you KETOS tampan,"ucap Anggun memeluk pria itu dengan senang.
__ADS_1
Sedangkan Chen Fei melihat itu hanya bisa bingung dengan cara Anggun menyambut sahabat dekat nya itu.
"Dan masih lebay seperti dulu,"ucap Reyhan melepaskan pelukan itu.
"Aku tahu perasaan mu di sini, sakit bukan di tinggal Clara menikah? Move on,"ucap Anggun menunjuk arah dada pria itu.
Reyhan hanya mendegus kesal menatap Anggun yang mengejek diri nya itu.
"Baiklah Buk CEO apa kau yakin meminta kerjasama dengan perusahaan kami?"ucap Reyhan mulai serius.
"Tentu, Aku mengenal mu lebih dari siapa pun, otak mu itu di gunakan untuk berpikir kristis dan logis jadi mari bantu Aku Rey,"ucap Anggun langsung to the point.
"Baiklah, anggap saja hadiah pernikahan mu,"ucap Reyhan meminum minuman nya.
Dengan senang Anggun kembali memeluk pria yang ada di depan nya itu dengan gembira, mereka berlima Reyhan, Gabriel, Rere, Clara dan Anggun sudah sohib banget, tapi yang di sana Anggun sendiri yang selalu netral untuk menangahi perasaan para sahabat pria nya itu, dan ujung-ujung nya berakhir tragis.
'Sayang sekali pria tampan seperti Reyhan, dan Gabriel di tinggal nikah, mampus haha,' batin Anggun.
Di sisi lain Reno yang dari tadi duduk di cafe itu hanya mengerutkan kening nya heran kepada gadis yang notebe adalah istri nya, dengan santai Reno menghampiri meja itu.
"Kulkas, apa yang sedang kau lakukan di sini?"ucap Anggun dengan kaget.
"Aku tadi ada urusan di kafe ini,"ucap Reno dengan datar itu.
Reyhan yang dari awal sudah tahu siapa pria yang di nikahi Anggun karena gadis itu memberitahu nya, langsung berdiri dan mengulurkan tangan.
"Tuan Reno Alferoz,"ucap Reyhan mengulurkan tangan nya.
Pria itu hanya menatap datar tangan Reyhan lalu kembali menatap istri nya yang duduk manis sambil terlihat bingung menatap kedua pria itu yang seperti nya perang batin.
"Pulang!"ucap Reno tanpa mengacuhkan Reyhan.
"Akh,"Anggun langsung berteriak ketika Reno mengangkat tubuh nya seperti karung itu.
"Lepaskan Aku kulkas, Aku belum pamit,"teriak Anggun dengan kesal sambil memukul punggung pria itu.
Sementara itu Reyhan yang menatap itu hanya bisa bersabar karena tidak dianggap ada oleh suami Anggun. Gadis itu berteriak dan mengangkat sedikit kepala nya yang pada posisi di bawah itu menatap Reyhan.
__ADS_1
"Rey, Aku akan perusahaan mu di indo untuk membicarakan nya, hati-hati,"ucap Anggun melambaikan tangan nya.
Para pengunjung yang melihat Anggun di gendong seperti itu serta gadis itu yang malah berbincang sambil melambaikan tangan dalam posisi itu terlihat sangat lucu.
"Kenapa gadis seperti kalian malah mendapatkan suami posesif semua,"ucap Reyhan meninggalkan kafe itu sambil membalas lambaian tangan Anggun sebelum nya.
Reno berdiri di depan pintu mobil nya, lalu menatap Keenan yang sedang menunggu nya itu.
"Keenan kau urus di dalam, pulang bersama asisten istri ku,"ucap Reno yang mendapat anggukan dari pria itu.
Brak..
Reno membuka pintu kamar itu dengan kasar dan menjatuhkan badan mungil istri nya ke kasur, Anggun yang mendapat perlakuan itu hanya bisa mendegus kesal.
'Sabar Anggun, Dia itu suami mu,' batin Anggun.
"Apa kau tidak bisa jadi istri kebanyakan orang?"ucap Reno menatap kesal Anggun.
Gadis itu langsung duduk di kasur dan menatap heran wajah marah suami nya.
"Seperti apa? Pintar memasak, atau pintar di atas ranjang,"ucap Anggun mengoda pria itu.
Reno yang mendegar itu hanya menatap tajam istri nya dengan kesal, semenjak menikah dengan Anggun pria yang cuek, dingin dan datar itu selalu mendapatkan sebuah kejutan dari Anggun yang bisa mengubah sifat dingin dan datar nya itu menjadi seorang yang pemarah karena kelakuan istri kecil nya.
"Huft, dasar,"ucap Reno mendengus kesal menghela nafas nya.
Gadis itu menghampiri Reno dan menjijitkan kaki nya yang pendek di depan tubuh Reno, lalu mengalungkan tangan nya di leher suami nya itu dengan tatapan menyeringai, Anggun mendekatkan mulut nya lalu berbisik di telinga Reno.
"Kalo soal memasak Aku bukan ahli nya, tapi kalo di atas ranjang Aku akan mencoba menjadi liar dan seksi untuk mu,"ucap Anggun berbisik.
Gadis itu menjauhkan wajah nya lalu cengegesan menatap Reno yang raut wajah yang terlihat melotot kesal mendegar ucapan nya.
Pletak..
"Au sakit,"ucap Anggun kesal langsung melepaskan pelukan nya.
'Little ku memang beda,'
__ADS_1