Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 63-PERSIAPAN PELUNCURAN PRODUK BARU


__ADS_3

Setelah menyelesaikan sarapan, Reno dan Anggun pergi secara terpisah ke perusahaan mereka masing-masing perusahaan mereka yang arah nya berlawanan serta Anggun yang harus mempersiapkan laporan nya untuk rapat hari ini di perusahaan Alferoz.


Ruang Divisi deseigner Edward


"Bagaimana dengan desain produk baru nya apa sudah selesai, Aku ingin melihat nya,"ujar Anggun dengan tatapan tajam nya kepada para deseigner yang mengurus hasil desain untuk produk baru mereka.


"Sudah Buk CEO kita merancang untuk peluncuran produk baru dengan mengabungkan dari brand terkenal milik Alferoz, Edward serta perusahaan Kim dan mengikuti trend saat ini,"ujar salah satu deseigner di sana.


Anggun mengambil lembaran hasil-hasil deseign yang di buat oleh deseigner nya, Edward memang di kenal dengan hasil rancangan nya yang memukau mata dan membuat orang yang ada di pelelangan ingin mendapatkan nya, termasuk barang-barang limitid edition yang akhir-akhir ini di muncul kan dan membuat Edward sukses besar.


"Hmm, Aku sangat menyukai desaign gelang yang ini, dan untuk kalung nya akan sedikit lebih Anggun jika kau hanya fokus pada satu titik, target kita adalah para wanita karir,"ujar Angggun kepada deseigner itu.


"Baik buk saya Akan ralat secepatnya, 20 menit saya akan mengembalikan nya,"ujar deseigner itu.


"Aku tunggu, Aku sangat suka kerja keras kalian serta kegigihan kalian dalam memenuhi ambisi ku,"ujar Anggun berlalu pergi dari ruangan deseigner menuju ruang rapat untuk mencek proposal produk baru bersama Chen Fei.


Drap.. drap..


Suara high heals yang di gunakan Anggun terdengar santai, tetapi bagi para karyawan itu kode kedatangan pemilik perusahaan mereka, semua orang menyapa dan menduduk lalu Anggun membalas dengan senyuman. Sampai di ruang rapat.


Bruk..


Anggun melempar high heals nya dengan kasar, Chen Fei yang melihat itu pun sudah biasa dengan tingkah Anggun yang memang kekanakan kalau tidak di hadapan diri nya atau pun keluarga besar Alferoz serta teman-teman nya.


"Ck, Apa Aku harus memakai high heals lagi, bagian yang paling Aku tidak sukai bersikap Anggun di saat nama ku sudah Anggun,"ujar Anggun berdecak kesal duduk di atas kursi rapat tanpa alas kaki.


"Anda bisa memakai sepatu biasa dan tidak harus high heals Nona,"ujar Chen Fei menyarankan itu.


"Oh No No, Aku pakai high heals saja cuman sebatas leher suami ku, apa lagi tidak itu hanya se dada nya apa kau tahu, Aku seperti seorang bocah di hadapan nya bukan istri,"ujar Anggun dengan kesal.

__ADS_1


"Baiklah Nona kita mulai saja, karena kita akan mengadakam rapat nya nanti siang di Alferoz,"ujar Chen Fei mengalihkan pembicaraan agar Anggun tidak emosi emosian.


Sedangkan di sisi lain, Reno yang melewati karyawan nya dan menerima sapaan hanya memasang wajah datar hingga mencapai ruangan kantor nya, pria itu duduk di kursi kebesaran nya sambil melihat beberapa dokumen yang siap di tanda tangani.


Brak..


Seseorang dari divisi pemasaran, mengantarkan proposal nya untuk mendapatkan tanda tangan sang CEO, pria itu berjalan kikuk dan meletakan nya.


"Pak, saya ingin memberikan proposal pemasaran,"ujar pria itu meletakan nya di depan Reno.


"Hmm, tinggalkan saja nanti Aku periksa,"ujar Reno yang sedang menandatangi dokumen yang lain.


Setelah pria itu keluar Reno melanjutkan pekerjaan nya dengan cepat, tetapi tidak lupa dengan ketelitian nya pula, setelah satu jam an Reno melakukan nya akhirnya Dia bisa santai, dan membuka ponsel lalu menghubungi seseorang.


Drt.. drt..


Anggun melirik ponsel nya yang berbunyi itu ternyata sambungan vidio call dari Reno suami nya, seketika Anggun sedikit mendengus kesal bukan kah ini jam kantor apa Dia tidak di berikan waktu untuk bekerja? Ini belum waktu nya istirahat siang.


Vidio call itu tersambung memperlihatkan wajah Anggun yang terlihat jutek dan cemberut sambil memeriksa dokumen nya, Anggun hanya menunduk dan itu membuat Reno ingin melihat wajah nya.


"Little, Aku ingin melihat wajah mu,"ujar Reno kepada gadis itu.


"Apa Hubby?"ujar Anggun dengan sabar nya menghadapi tingkah pria itu.


"Aku ingin melihat wajah lucu mu,"ujar Reno mengatakan nya sekali lagi agar wanita nya mendengarkan.


"Sebentar,"ujar Anggun sedang berbicara dengan seseorang.


Reno yang melihat itu tampak penasaran, Anggun saat ini sedang berbicara dengan deseigner nya yang salah satu nya mengantar deseign yang baru mereka rancang itu seorang pria, karena ponsel Anggun di letakan itu Reno bisa melihat sekilas itu adalah pria.

__ADS_1


"Hei, kau menjauh dari istriku!"teriak Reno di seberang telpon sana.


Seketika Anggun kaget, untung saja vidio call itu tidak terlalu keras dan hanya Anggun dan orang itu yang mendengar nya, deseigner itu seketika menjauh kepada Anggun.


"Bu buk CEO siapa buk, Om ibu?"tanya pria itu menunduk karena takut mendegar suara orang yang ada di telpon Anggun.


"Hubby, kamu ini kenapa sih posesif banget,"ujar Anggun dengan wajah kesal nya.


"Habis nya Dia deketin kamu!"ujar Reno dengan wajah cemberut nya itu.


"Kamu nih, kalau begini Kamu gangguin Aku tahu, astaga Aku ga mau berdosa sama suami, tapi masalah nya kamu bikin Aku naik darah, udah yah nanti kan ketemu lagi,"ujar Anggun mematikan sambungan telpon itu.


"Ta--,"belum selesai Reno berbicara Anggun sudah pamit dan mematikan ponsel nya.


Tut.. tut..


Pria itu seketika hanya bisa memasang wajah datar nya, Keenan masuk setelah itu membawa beberapa dokumen dan meletakan nya di depan Reno.


"Tuan ini beberapa dokumen yang harus di tanda tangani dengan persetujuan Anda,"ujar Keenan kepada Tuan nya itu.


"Keluar Kau menganggu saja, hari ku suram,"ujar Reno dengan kesal kepada Keenan.


Seketika Keenan menegang dan berdiri mendengar perkataan Reno, suara pria itu tercekat.


'Kenapa ini? Apa salah ku, tidak mungkin leher ku akan di gorok atau mungkin di lempar ke padang pasir mencari kalajengking, atau di suruh bantu kera sakti cari kitab suci lalu bantu naruto jadi hokage tapi kan itu Dia udah jadi hokage, why?' batin Keenan yang tiba-tiba di rundung itu.


"Tu tuan saya akan memesankan makanan untuk Anda,"ujar Keenan kepada Tuan nya itu.


"Tidak usah, Aku tidak selera gara-gara mendengar mu, pergi sebelum Aku menyuruh mu melakukan misi yang mematikan,"ujar Reno melambaikan tangan nya menyuruh Keenan pergi.

__ADS_1


"Mau sebanyak apa pun orang yang datang, kalau orang itu bukan istri ku, Aku akan memarahi nya,"kesal Reno sambil mencengkram bolpoin nya.


'Lagi-lagi Nona Anggun, Anda membuat kami menderita oleh sikap suami Anda,'


__ADS_2