
Saat ini varo sedang mengunjungi klub malam, tempat ia sering berkumpul dengan kedua sahabat nya semenjak smp dulu siapa lagi kalo bukan reno dan axel.
"kau mau cerita apa tentang hidup dan mati mu" kata axel meneguk alkohol.
"aku bingung" kata varo.
"bingung? ceritakan saja jangan bertele tele aku ingin pulang menemui anak ku" kesal axel.
" apa kau bermain dengan ku" tatap varo tajam kepada axel.
"tidak mungkin kau menyuruh reno, ini bukan jam kerja, iya kan ren" kata axel dengan santai.
"tidak axel, yang mengaji ku bukan kau, tapi varo" kata reno dengan sekali penegasan.
"kalian dari dulu memang selalu saja memojok kan ku, aku ini lebih tua" kesal axel melempar gelas bir itu.
"aku cerita saja, seperti nya aku menyukai istri ku" kata varo memangku kedua tangan nya menatap wajah kedua pria itu secara bergantian dengan tajam.
beberapa detik, beberapa menit tidak ada jawaban tiba tiba axel tertawa.
"pftt hahahah apa kau bodoh, dia itu istri ku tentu kau menyukai nya" tawa axel dengan puas.
"tapi kau tau aku menikah dengan nya ada maksud lain" kata varo.
"kau benar, aku baru mengingat nya tapi menurut ku itu biasa saja, nyata kan saja perasaan mu dan selesai" kata axel.
"bicara memang gampang" kesal varo.
"axel benar varo, sebelum rere berubah pikiran" kata reno.
"maksud mu?" kata varo dengan bingung.
"aku merasa rere juga mulai menyukai mu" kata reno.
"varo apa kau seorang paedofil menyukai gadis kecil, ke mana selera mu yang menyukai wanita dewasa dan sexy" kata axel diiringi gelak tawa.
"aku bukan paedofil!" varo mengatakan itu sambil berdiri dari tempat duduk nya. ia sangat kesal mendengar hal itu keluar dari mulut axel.
Percakapan itu berlanjut dengan varo yang dimabuk cinta. ia bingung harus melakukan apa dengan perasaan nya. axel yang izin berpamitan ke toilet, saat ia kembali ia merasa mengenal sosok ketiga gadis itu masuk ke dalam sebuah ruangan vip tepat di samping ruangan nya. tetapi axel menyangkal itu tidak mungkin.
"apa kau sudah menemui jalan keluar nya?" kata axel kembali duduk.
saat varo ingin menjawab pertanyaan axel, tiba tiba hp nya berbunyi, ia melihat shinta menelpon nya.
__ADS_1
'kring kring kring'
panggilan tersambung
"mommy ada apa?" kata varo.
"varo apa kau bersama rere di sebuah klub malam, bodyguard yang menjaga rere memberitahu mommy" kata shinta to the point.
"apa mommy bercanda, siapa yang mengizinkan nya pergi ke tempat seperti ini" kata varo dengan nada meninggi.
varo langsung mematikan ponsel nya.
"sial"
"ada apa tuan" kata reno.
"mommy melihat rere dan teman teman nya datang ke klub ini, aku harus mencari nya ke mana akh" teriak frustasi varo mengacak rambut nya.
"aku melihat ketiga kurcaci yang aku kenal, ternyata aku tidak salah mengenal itu istri mu dan teman teman nya berada di ruang sebelah" kata axel.
"ayo, aku memiliki firasat buruk" kata varo bergegas menuju ruangan di samping.
varo, axel dan reno yang baru sampai ke ruangan itu pun seketika terkejut melihat keadaan ruangan itu yang ada darah berceceran di lantai walaupun tidak banyak dapat dipastikan itu darah dari anggun. ia juga melihat istri nya menangis ketakutan. mereka pun menghampiri dan langsung bertindak kepada para pria asing itu.
brengsek"
'Bugh bugh'
'Bugh bugh'
"pak axel" kata clara dengan terkejut.
"mas" kata rere yang ketakutan itu, ia juga melihat varo, reno dan axel ada di ruangan itu
"apa kau tidak apa apa?" varo mengecek keadaan rere. ia melihat pergelangan tangan rere lecet dan memar. rahang varo mengeras.
"katakan siapa" kata varo menunjuk tangan rere.
" apa kau hah" varo menatap pria yang ada di belakang rere. ia menghabisi pria itu dengan terus membabi buta.
"varo cukup!" kata reno berusaha melepas kan varo.
"Mas aku tidak apa apa, tapi tolong anggun, tolong anggun dia di siksa oleh kekasih nya di ruangan itu", tangis rere dengan air mata yang mengalir deras.
__ADS_1
"reno" kata varo.
reno yang memahami maksud tuan nya itu langsung masuk ke dalam ruangan yang diberitahukan rere itu.
"mas tolong anggun" rere nampak seperti orang frustasi dengan rambut yang acak acak an itu. ia melihat tepat di depan mata nya sendiri bahwasanya teman nya di siksa ia tidak bisa berbuat apa apa.
"sudah kamu tenang, reno sudah masuk ke dalam" kata varo yang berusaha menenang kan rere yang terus menangis itu.
Di sisi lain axel dan clara.
"cowok brengsek" clara melangkah kan kaki nya untuk masuk ke ruangan tempat anggun disergap. tetapi axel menahan lengan gadis itu.
"tubuh kecil mu tidak akan mampu untuk membantu nya, kau hanya akan menjadikan beban dirimu" kata axel dengan datar.
"tapi ..." perkataan rere terpotong saat axel menatap nya dengan aura kemarahan.
"diam" satu kata dari axel itu mampu membuat ke brutalan clara mereda.
Reno mendobrak kasar pintu itu dengan kaki nya. pintu itu pun terhempas dan terlepas saking kuat nya tendangan yang dilakukan oleh reno. ia mengedar kan pandangan nya ke ruangan itu. nampak lah teman nona nya itu sedang banyak menerima memar di bagian lengan dan wajah. raska yang hendak melepas pakaian yang dipakai anggun pun tersentak saat pintu di dobrak paksa dari luar.
"hei kau bajingan, keluar jangan ikut campur" kata raksa mempertegas perkataan nya.
"urusan mu? ini urusan kau dan tuan ku, kau sudah membuat istri tuan ku menangis" reno mencengkeram kuat leher raska.
'akhh'
brengsek"
'bugh'
pukulan yang dilayang kan raska ternyata tidak mengenai reno. tetapi suara pukulan itu malah untuk diri nya sendiri. raska meringis kesakitan di bagian tulang rusuk nya.
'skkkk'
"tuan raska marelon tindakan anda akan saya proses hukum" kata reno melempar kan kartu nama nya kepada raska yang masih terbaring lemas itu.
reno menghampiri anggun yang terbaring lemah di atas kasur. wajah cantik putih mulus nya kini berubah dengan banyak memar dan darah yang mengalir dari pelipis mata nya. baju yang ia kenakan sudah berhasil setengah dirobek oleh raska.
"apa kau baik baik saja?" tanya reno.
anggun hanya diam. mata nya kosong ia tidak menjawab pertanyaan itu. reno yang tidak mendapatkan jawaban langsung melepas kan jas kerja nya ia menutup tubuh anggun agar tidak terekspos. reno menggendong anggun dan keluar dari ruangan itu.
Bersambung...
__ADS_1
Budayakan like sehabis membaca:)
Terimakasih~