Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

Michele yang mendengar itu hanya menatap tajam Revian dengan tatapan tidak suka nya kepada pria itu.


"Itu karena Aku tidak mau kau menyentuh nya, Aku ini memang egois, Dia tidak boleh memeluk ku, tapi Aku boleh memeluk nya,"ujar Michele mengatakan itu dan memegang buku nya dengan satu tangan.


Karena tangan nya yang satu lagi Dia gunakan untuk memeluk pinggang Alice. Revian yang mendengar itu seketika terkekeh geli mendengar jawaban Michele.


"Kau bisa-bisa nya, pria aneh,"ujar Revian mengelengkan kepala nya.


"Seterah Aku lah,"ujar Michele fokus dengan buku nya.


"Ya seterah kau, Vendi Aku yang menyetir, nanti kau ketiduran bisa-bisa mencelakai kami semua,"ujar Revian kepada pria itu.


"Oke deh,"ujar Vendi memberhentikan mobil nya.


Akhirnya mereka berganti posisi, lalu melanjutkan perjalan yang mungkin setengah jam lagi akan sampai, Michele yang sedang membaca buku itu melirik Alice yang tertidur di bahu nya, pria itu mengusap beberapa helain rambut Alice yang berjatuhan menutup wajah nya.


'Ck kenapa saat Aku membutuh kan wanita alam dan takdir harus mengarahkan nya padamu,' batin Michele kepada diri nya sendiri sambil menatap tajam Alice datar.


Flasback off


Saat ini Michele adalah seorang remaja SMA berumur 17 tahun, hari-hari nya yang biasa nya hanya di penuhi pelajaran sekolah dan pelajaran tentang kedokteran tambahan di rumah nya, membuat nya menjadi seorang pria culun dan berkacamata walaupun Dia tidak minus, kacamata yang sering Dia pakai agar mata nya tidak memiliki efek saat terlalu melihat digital karena sering mengakses informasi dan pembelajaran di internet.


"El nanti dugem yuk,"ujar teman Michele yaitu Revian.


"Tidak Aku ingin belajar saja,"ujar Michele kembali menata kacamata nya dan melanjutkan membaca buku yang Dia pegang.


Kelas nya saat ini sangat berisik karena jam kosong dan membuat para murid heboh dan menikmati waktu mereka saat bebas belajar, sebagian murid sangat menyukai saat guru mereka tidak masuk karena tidak belajar, tapi tidak hal nya dengan Michele yang tidak menyukai itu dan malah ingin belajar.

__ADS_1


"Otak Lu belajar mulu, Lu ga suka cewe cantik yah? Club itu tempat gudang nya cewe cantik yang bisa Lu mainin tanpa beban, kita bebas coy,"ujar Revian berusaha membujuk pria itu.


"Tidak, Aku hanya menyukai Engeline,"ujar Michele yang tidak menyukai hal bebas itu.


Revian yang memang tahu Michele sudah sangat mencintai wanita itu seketika berbisik dan mendekati telinga Michele dan berbisik.


"Aku melihat nya waktu itu di club malam, Aku tahu Dia pasti juga wanita bebas, apa kau mau ikut dan melihat,"ujar Revian kepada Michele.


Pria itu yang tadi tidak tertarik sama sekali seketika menatap Revian dengan tatapan tidak percaya, Engeline di sekolah memang nakal dan sering melanggar peraturan sekolah seperti panjang rok yang kependekan dan rambut nya yang sering di cat atau merokok dan mengetat kan baju, tapi menurut Michele hanya sebatas itu, dan tidak percaya apa yang di katakan Revian.


"Jangan bercanda, hanya demi mengajak ku,"ujar Michele kesal menepis tangan pria itu.


"Aku tidak bercanda, Aku tahu kau menyukai nya, tapi kalau demi mengajak mu Aku mengatakan ini ada benar nya juga, tapi yang Aku bicarakan benar adanya, ayo bertemu nanti di lokasi yang Aku kirim, dan Aku akan memperlihatkan nya padamu Dia datang setiap tengah malam dan weekend,"ujar Revian merangkul pundak Michele.


"Kalau kau berbohong, Aku akan membawa mu ke ruang operasi dan membedah mu,"ujar Michele dengan tatapan tajam nya.


"Oi cuy, nanti malam Michele gabung nih sama kita,"ujar Revian berteriak kepada teman-teman nya yang lain.


Mereka tentu sangat antusias mengajak seorang anak kutu buku seperti Michele bukan lah perkara mudah bagi mereka untuk keluar.


Malam hari nya Michele bercermin, kacamata nya masih terpasang, model rambut mangkuk sangat culun untuk nya dan syal memutari leher nya dan baju lengan panjang tebal bewarna coklat kuno, dan celana bahan bewarna biru tua yang sangat tidak meaching dengan pakaian atas nya membuat nya sangat alay serta sepatu hitam kebesaran yang mungkin punya ayah nya.


Drap.. drap..


Michele turun dari lantai dua menuju lantai bawah, terlihat kedua orang kakak perempuan nya yang lebih tua dan sudah menjadi dokter juga duduk di meja makan bersama orang tua nya.


"Anak Mommy tampan sekali mau kemana?"tanya Mommy Michele.

__ADS_1


"Pftt Mommy kau bilang tampan? Itu sangat culun dan gaya 80an sangat alay kau El,"ujar Kakak Michele menertawakan penampilan adik nya itu.


"Jangan mengejek putra kesayangan ku,"ujar Mommy Michele kesal kepada putri nya.


"Daddy!!"ujar wanita itu mengadu kepada Daddy nya.


"Jangan memarahi putri ku juga,"ujar Daddy Michele kepada Mommy nya.


Pria itu yang menjadi awal pembicaraan itu hanya mengeleng menatap kedua orang tua nya lalu berlalu pergi dan pamit.


"Aku pergi,"ujar Michele setengah berteriak dan berlalu pergi dari sana.


Pria itu mengayuhkan sepeda nya menuju club malam yang menempuh waktu beberapa puluh menit, angin malam Dia tempuh demi rasa penasaran nya itu, sebenarnya Michele sudah bisa membawa mobil tapi Dia memilih membawa sepeda karena sifat nya yang rendah diri itu. Akhirnya pria itu sampai dan memarkirkan sepeda nya di tepi sana, Revian yang menunggu di depan melambaikan tangan nya dan mengajak pria itu langsung masuk ke dalam.


Tampilan Revian sangat berbanding jauh dengan Michele, pria itu sangat pandai memilih style dan outfit yang cocok untuk diri nya.


"Kau datang di waktu yang tepat, Dia baru saja datang tadi,"ujar Revian mengajak Michele.


"Benarkah?"tanya Michele dengan bingung.


"Nah itu Dia,"ujar Revian menunjuk seorang gadis cantik yang sedang minum dengan suara pria yang sesekali mengecup bibir nya pelan.


Seketika mata Michele membola kaget, tentu Dia kecewa ketika melihat crush nya melakukan hal itu, tapi di sini sangat awam tapi tetap saja Michele merasa tidak tertarik melakukan nya Dia hanya menyukai Engeline.


"Astaga,"ujar Michele langsung menghampiri Engeline dan berusaha membopong tubuh gadis itu.


"Kau apa yang kau lakukan di sini culun! Kau selalu menganggu ku di sekolah dengan memberikan ku bunga, coklat serta kado murahan mu itu pada ku, sekarang apa? Kau juga ingin menganggu ku di sini hah? Pergi sana, dasar jelek, Aku tidak suka di ganggu pria buruk rupa seperti mu,"ujar Engeline mendorong Michele yang membantu nya saat wanita itu tengah minum.

__ADS_1


Bruk..


__ADS_2