Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

Seketika jawaban Michele yang lantang mendapat tatapan tajam dari kedua orang itu, mereka hanya diam memasang raut wajah dingin, tahu banget lah anak sama bapak sebelas dua belas dalam sifat.


Tidak ada sahutan atau pun balasan mereka hanya diam saling melirik, begitu pun dengan Michele yang bingung harus melakukan apa karena Dia memang sudah menjawab pertanyaan nya.


'Ngomong dong, lebih baik kalian marah-marah dari pada di diemin, lebih serem ini Tuan Tuan Alferoz wajah nya,' batin Michele dengan canggung nya.


Sementara itu Alice yang duduk hanya terus menatap Michele dengan tatapan kasihan karena ulah Daddy dan kakak nya itu membuat pacar nya itu setengah mati ketakutan untuk sekedar bicara.


"Kau Michele, jan---,"


Belum selesai Dante berbicara Alessia sudah memotong perkataan suami nya itu dengan cepat dan tatapan bahagia nya, Dia duduk di samping Michele dan jadi lah pria itu di apati oleh Alice dan Alessia.


"Astaga, kenapa kau bisa pacaran dengan Alice? Mommy kira kalian hanya terus sering bertengkar, bisa-bisa nya kalian pacaran, kenapa kau mau dengan Alice, Michele gadis ini sangat pemalas dan bangun siang, tapi ada pria pintar tampan dan lagi seorang dokter yang mau jadi pacar nya Mommy nya sangat senang,"ujar Alessia mengatakan itu tanpa henti nya berbicara.


Dante yang di potong itu omongan nya hanya bisa memasang raut wajah kesal nya tapi juga tidak bisa marah kepada istri nya tercinta, Reno juga hanya bisa menahan kesal.


"Aku, Nyonya tapi Tuan belum bicara,"ujar Michele dengan canggung.


"Dia benar sayang,"ujar Dante mengatakan itu kepada istri nya.


"Emang apa yang ingin kau bicarakan hah?"tanya Alessia dengan tatapan tajam nya kepada Dante.


Glek...


Pria itu seketika menelan ludah nya kasar mendengar jawaban istri nya, tatapan iblis nya membuat diri nya takut, emang kalau sudah beristri jadi suami-suami takut istri saking sayang nya jadi pasrah aja.


"Tidak, seterah ibu ratu,"ujar Dante menghela nafas nya mengatakan itu.

__ADS_1


'Lebih baik Aku turuti saja dari pada tidur di luar tidak mungkin,' batin Dante mengeleng tidak dapat memikir kan jika harus tidak tidur bersama istri nya itu.


Reno yang melihat Daddy nya itu hanya bisa mendengus kesal emang tidak ada yang bakal Dia bisa harap kan dari Daddy nya itu sangat takut kepada Mommy nya.


"Putus kan hubungan kalian sekarang,"ujar Reno lirih.


Semua orang yang tadi nya berisik itu seketika diam mendengar perkataan Reno yang lirih, begitu pun dengan Alice dan Michele yang menjadi peran utama pembahasan kali ini.


"Apa maksud kak hah?"tanya Alice dengan tatapan tajam nya kepada Reno.


Pria itu yang duduk dengan Anggun dan mereka saling berhadapan dengan sofa di depan Alice dan Michele saling menatap seolah olah dalam persidangan.


Suasana canggung sekarang terjadi begitu pun dengan Michele yang sudah pasti tahu kalau Reno yang paling utama maju tidak terima dengan hubungan nya dengan adik nya.


"Maksud kakak apa? Yang pacaran kan Alice, yang jalanin hubungan kan Alice, yang tahu rasa nya kan Alice, hak kakak apa?"tanya gadis itu dengan kesak dan tajam.


"Jangan menuduh kak Michele yang bukan-bukan Dia tidak melakukan itu, pacar nya cuman Aku seorang,"ujar Alice dengan suara tidak terima.


Michele yang mendengar pembelaan Alice seketika tertegun, wajar Reno memandang nya sebelah mata secara reputasi nya yang sangat buruk di luar, dan Reno pasti lebih tahu dari pada siapa pun itu.


"El kau memamg teman ku, tapi cara mu salah, Alice bukan gadis yang bisa kau tiduri seperti gadis incaran mu itu,"ujar Reno dengan dingin.


Brak...


Suara pukulan keras dari meja itu ternyata datang dari Michele, tentu Dia tidak terima dengan perkatan Reno barusan yang mengira Alice hanya mainan nya.


"Ren, kau boleh memandang ku buruk tapi apa maksud mu dengan mengatakan kalau Alice untuk ku tiduri, jaga mulut mu Ren, perkataan mu sangat untuk di dengar oleh keluarga mu sendiri,"ujar Michele duduk dengan tenang tapi wajah nya memancarkan ketidaksukaaan.

__ADS_1


Reno melihat ekspresi Mommy nya, Daddy dan juga istri terutama adik nya yang hanya bisa mencengkram tangan nya kuat merasa terhina atas perkataan itu.


"Kak Aku bisa jaga diri,"ujar Alice kembali berusa menjelaskan kepada Reno.


"Al Aku ini kakak mu, dari mana nya Aku salah Al? Dari mana nya hah, Aku mengigin kan yang terbaik untuk mu, Aku tidak mau pria bekas ini bersama mu walaupun kalian hanya sekedar pacaran saja, maaf tapi Aku tidak bisa menerima hubungan ini,"ujar Reno dengan suara setengah meninggi.


Anggun yang melihat itu tahu bagaimana perasaan Reno, tidak ada yang salah di sini, Alice tidak salah, Michele tidak salah, begitu pun dengan Reno yang tidak salah dalam membela adik nya sama sekali.


"By, udah yah jangan gini lagi, mereka ga salah,"ujar Anggun berusaha menenangkan suami nya.


"Little, apa kau mau melihat ku bergonta ganti wanita apa kau mau? Little tolong mengerti posisi ku,"ujar Reno berusaha mengatakan itu kepada Anggun.


Michele yang melihat perkataan semua orang tidak terkontrol itu dan mulai berdebat itu, terutama Alice yang terlihat mata nya sudah memerah ingin menangis, pria itu mengengam tangan Alice, gadis itu yang merasa tangan nya di gengan menatap Michele.


Pria itu tersenyum kepada Alice seolah mengkode dan mengatakan tenang saja semua akan baik-baik saja, begitu lah maksud tatapan itu Alice yang paham membalas gengaman itu lalu juga tersenyum kepada Michele.


"Tuan besar, Nyonya Alferoz dan Tuan Reno tolong lihat saya untuk kali ini saja, saya akan melakukan apa pun cara nya agar mendapat izin tetap bersama Alice,"


"Karena cuman Dia bisa mengisi warna di hidup hitam putih saya, apa pun itu, dan saya bukan pria buruk seperti yang Anda kira, jika Anda memang ingin kepastian atas perkataan saya,"


"Ada beberapa hal yang mungkin harus saya bicara kan pribadi dengan kalian, karena saya sangat mencintai gadis ini, tolong berikan Dia pada saya,"


Ujar Michele dengan lantang dan panjang lebar, Reno yang mendengar itu seketika menghela nafas nya dengan kasur.


"Lalu bagaimana cara mu membuktikan nya?"tanya Reno dengan datar.


"Saya akan membawa orang tua saya ke sini besok,"

__ADS_1


__ADS_2