Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
Part 41- Perubahan sikap


__ADS_3

'Brakk'


varo menggebrak meja dengan kedua tangan nya.


"kenapa semua makanan hari ini bau nya tidak enak, kalian buang dan bikin lagi" varo membentak semua pelayan yang ada disana.


"mas kau-" perkataan rere terpotong saat pria itu berlari dengan cepat ke toilet dan meninggal kan semua orang yang kebingungan dengan tingkah aneh nya.


"varo kenapa sayang?" tanya adrel yang melihat tingkah aneh anak nya itu.


"Gatau deh lagi ga mood kali" kata shinta memakanan nya itu tanpa menghiraukan kejadian barusan.


Rere mengikuti langkah varo yang menuju toilet itu, ia melihat varo tidak mengunci pintu toilet itu, lantas hal itu rere gunakan kesempatan untuk masuk. ia melihat suami nya terduduk di kloset dan muntah muntah.


'hoek hoek' kata varo mengeluarkan isi perut nya, kepala nya terasa sangat pusing dan sangat berat.


"mas apa kau baik baik saja" rere memijit mijit tengkuk pria itu untuk menghilangkan rasa mual nya.


"pergi lah ini menjijikan" kata varo mendorong pelan tubuh rere untuk menjauh dari nya.


"ish apaan sih mas, kan kamu suami aku hal gini biasa aja buat aku" kata rere yang bersikukuh dengan pendapat nya itu.


'Deg'


mendengar rere menyebut nya dengan panggilan suami. membuat seorang hati ceo william group itu berbunga-bunga dan kesenangan. ia tersenyum dengan lebar kepada wanita nya itu.


"aku memang suami mu" kata varo yang menyandar kan kepala nya dengan manja di bahu milik rere.


Rere yang melihat suami nya itu bersikap manja agak keheranan atas perubahan sikap suami nya. kemana seorang ceo dingin, ketus, arrogant, dan limit berbicara itu pergi. yang ia tau saat ini pria itu berubah menjadi pribadi yang sering senyum kepada nya serta bersikap manja-manja. tetapi rere tidak terlalu menggapi itu dengan pusing, ia berpikir varo mungkin hanya ingin memperbaiki mood nya dengan menggoda nya seperti itu.


"ayo mas, aku kasih minyak angin biar redaan dikit" kata rere yang mengajak suami nya ke ruang keluarga dan duduk disana.


Seorang pelayan datang dengan membawa kotak P3K yang diminta majikan nya itu. dan memberikan nya kepada rere.


"ini nona ini silahkan" kata pelayan itu memberikan nya kepada rere.

__ADS_1


"makasih yah mbok" kata rere dengan tersenyum.


Rere mencari minyak angin dan ingin membalurkan nya kepada suami nya itu tetapi varo malah bertingak dan terus bersandar di bahu rere dan memeluk erat dengan kuat pingganv ramping milik stri nya itu.


"mas lepasin dulu deh, kalo gini cara nya gimana aku bisa kasih minyak angin ke kamu coba" kata rere mengoyang goyang kan bahu nya agar kepala varo segera turun dan melepaskan pelukan nya.


"Gatau" kata varo dengan cuek dan terus memeluk rere dengan erat.


"yaudah kalo gini cara nya, aku bakal pergi aja" kata rere yang berusaha berdiri.


"kok kamu ngomong gitu, jangan pergi" kata varo dengan mata yang sendu melepaskan pelukan itu dan memegang kedua tangan rere lalu menatap dalam dalam mata wanita nya itu.


'Astaga cute banget anak orang' Batin rere menatap tingkah suami nya itu.


" ha ha apaan sih mas, kalo pergi juga paling ke rumah clara" kata rere dengan puas nya tertawa melihat reaksi suami nya itu.


Rere memasangkan minyak itu agar pusing dan mual suami nya itu mereda. varo terus bersandar kepada rere. ia tidak melepaskan pelukan itu dengan erat.


"mas gamau makan dulu nih?" kata rere yang menawarkan nya kepada suami nya itu.


"yaudah nanti aja, tapi kamu makan yah" kata rere mempertegas kata kata nya itu.


"iyah bawel banget" kata varo mencubit pelan hidung mancung milik istri nya itu dengan gemas.


"ish" rere mengusap-usah hidung nya itu.


rere mengelus rambut suami nya itu dengan lembut. sentuhan itu membuat varo terasa sangat nyaman dan lebih baik.


shinta dan adrel yang sudah selesai makan itu. ikut nimbrung di ruang keluarga dan duduk di sofa, mereka menyalakan tv untuk menikmati weekend seperti ini memang paling enak hanya bersantai dan bermalas-malasan.


"hei apa kau masih bocah?" kata adrel yang menyindir anak nya itu, yang sangat bertingkah manja kepada istri nya.


"memang pasangan baru sangat romantis, jadi kangen masa muda" kata shinta yang membayangkan beberapa kisah masa lalu nya yang indah bersama adrel.


"daddy apa kau iri?" kata varo dengan datar nya.

__ADS_1


"aku tidak iri, aku juga memiliki istri ku sendiri" kata adrel yang merangkul shinta.


"tapi mommy merasa apa kau sangat manja hari ini kepada rere, benarkan rere?" timpal shinta yang ikut merasakan perubahan sikap anak nya itu.


"sepertinya begitu" kata rere dengan kikuk, ia merasa sangat malu harus mempertonton kan keadaan nya saat ini. varo dengan posisi yang terus memeluk nya dan bermanja manja pada nya.


'aku juga merasa seperti itu, lagi pengen aja mungkin' batin varo yang juga merasa aneh pada dirinya sendiri.


"Varo seperti nya tadi malam sangat antusias dan bersemangat untuk membuat kan mommy cucu, huh kapan yah itu bisa tercetak" kata shinta menghela nafas nya dengan kasar.


"sayang itu bukan adonan yang bisa kapan saja bisa tercetak" adrel menggelangkan kepala nya melihat tingkah istri nya itu. walaupun istri nya itu umur 50 an tingkah blak blak an dan ceplas ceplos nya itu tidak pernah hilang dimakan waktu maupun usia.


"sama saja daddy, memang seperti itu pertama kita harus membuat adonan nya, lalu mengaduk nya, lalu mencetak dan menunggu nya selesai" kata shinta yang menjelaskan sesuatu dengan argumen abstark milik nya.


"mommy selalu sangat lucu benar kan mas" kata rere berbicara kepada varo dengan di iringi tawa khas milik nya.


"mommy ku memang berbeda" kata varo menatap mommy nya dengan tawa kecil.


"ha ha mommy memang berbeda, kalo tidak daddy tidak akan menyukai ku, benarkan sayang" kata shinta menyengol lengan suami nya itu untuk menjawab pertanyaan nya.


"tentu, itu sangat benar kau sangat berbeda dengan wanita lain" adrel tersenyum kikuk ke arah istri nya itu.


"mm rere apa kau tidak merasa ada tanda tanda hamil?" kata shinta bertanya dengan lembut agar menantu nya itu tidak tersinggung dan pertanyaan nya.


"seperti nya tidak ada mommy" kata rere tertunduk lesu dengan menekuk wajah nya yang terlihat sedih.


"tidak apa apa jangan terburu buru kalian masih pengantin baru" kata adrel memberi pengertian kepada rere.


"ia mommy juga tidak menuntut mu untuk memiliki cepat anak, itu semua sudah ada yang mengatur" kata shinta tersenyum dengan penuh arti.


'aku tidak mau kalo sampai hamil, lantas setelah aku bercerai ketika kami sudah mencapai tujuan kami masing masing, anak ini tidak akan memiliki orang tua yang utuh. aku tidak mau itu terjadi' batin rere.


Bersambung...


jangan lupa like, coment, vote dan follow nya.

__ADS_1


__ADS_2