
"Hati-hati yah Al, kami pergi dulu,"teriak Degava menurunkan kaca mobil nya dan melambaikan tangan nya kepada teman nya itu.
Saat ini Alice sedang berada di depan RS Alferoz yang memang jarang Dia kunjungi kecuali satu tahun lalu saat Dia di nyatakan koma, Dia selalu berada di RS, dan kalau ada yang sakit pun dokter pribadi Alferoz akan datang ke mansion mereka.
Dan memang tidak banyak yang mengenali Alice, terlebih untuk apa pemiliki RS langsung turun tangan ke rumah sakit pasti biasanya pemilik hanya melihat statistik pada RS yang di miliki.
"Iya De, Ion makasih udah anterin,"ucap Alice membalas lambaian tangan gadis itu dengan senyum mengembang nya.
Gadis itu menenteng paper bag yang berisi makanan yang Dia buat, mungkin orang orang tidak akan memyadari gadis itu sudah memilki suami terlebih wajah nya yang sangat baby face dan terlihat muda dan style nya yang mendukung.
Fashion? Tentu sebagai putri satu-satu nya keluarga Alferoz, gadis itu sangat suka mengikuti trend fashion yang cocok dengan nya, sehingga menambah kesan are you single?
Drap.. drap..
"Lantai tiga bukan, ini masih jam 12 an, pasti Dia baru selesai,"gumam Alice melihat jam tangan nya.
Langkah kaki kecil nya melewati keramaian rumah sakit yang berlalu lalang, dengan santai Alice memilih masuk ke dalam lift petinggi rumah sakit itu.
Ting..
Suara lift berhenti pada lantai tiga, dengan santai Alice menuju ruangan yang di tempati suami nya itu sambil tersenyum melihat makanan nya. Saat Alice ingin membuka pintu ruangan itu.
Sedangakan di sisi lain, Michele yang baru selesai melakukan operasi itu langsung masuk ke ruangan nya dan membaringkan tubuh nya pada kasur single yang ada di ruangan itu.
"Akh Aku sangat lelah, tidur sebentar tidak apa-apa kan,"ujar Michele membaringkan tubuh nya sambil menatap langit-langit ruangan lalu terlelap dengan cepat saking mengantuk nya.
Krek..
Pintu terdengar terbuka dari luar, menampilkan seorang wanita cantik yang masuk dengan senyum di wajah nya melihat pria yang Dia cari sedang berbaring di kasur.
__ADS_1
"El, El apa kau tidur? Hei, Aku baru datang ke RS kau sudah bermalas-malasan,"ujar Morelina atau yang akrab di panggil Elina itu.
Wanita dengan berjas dokter itu berjongkok di sisi ranjang menatap pria yang sedang tertidur lelap dengan intens nya, saat Elina ingin menyentuh wajah Michele tiba-tiba seseorang membuka pintu ruangan itu.
Krek..
"Kak El,"ujar Alice menyapa dengan setengah berteriak.
Elina yang sedang berjongkok itu seketika memutar wajah nya mendengar sang pembuka pintu, dan yang mendadak datang ke ruangan itu tanpa sopan santun.
Wajah Alice dan Elina saling menatap saat posisi Alice di depan pintu masuk sedang kan Elina dalam posisi berjongkok di depan kasur tempat Michele tidur, wanita itu langsung berdiri menatap Alice dengan tatapan agak sedikit kesal nya.
"Maaf Nona Dokter Michele sedang tidak ada jadwal konsultasi saat ini, Anda bisa pergi dan mencek kembali jadwal nya,"ujar Elina dengan melihat penampilan Alice dari atas sampai bawah, sungguh menampilkan anak manja dan kaya raya dengan baju brand dari atas sampai bawah.
Alice yang melihat siluet wanita itu seketika agak kaget, ternyata foto yang Dia lihat tadi itu wanita yang ada di depan nya tapi dengan versi wanita dewasa karena foto itu juga sudah lama.
"Eh buka-,"
"El kau tidur lagi saja, gadis ini ingin konsultasi tapi Aku sudah bilang kau tidak ada jadwal hari ini,"ujar Elina kepada pria itu.
Michele tersenyum kepadanya mendengar jawaban nya, tapi tunggu seperti nya itu salah Michele berjalan turun dari kasur lalu melewati diri nya yang sedang berdiri di dekat ranjang itu.
Grep..
"Sayang, kau datang,"ujar Michele memeluk tubuh Alice yang lebih pendek dari nya itu dengan gemas.
Seketika Elina langsung membalikan badan nya, seperti nya Michele tidak tersenyum kepada nya Dia tersenyum kepada gadis kecil yang sedang berdiri di depan pintu masuk itu, dan tunggu Michele memanggil nya sayang dan memeluk nya.
'Siapa Dia?' batin Elina dengan tatapan bingung nya kepada dua insan yang sedang berpelukan itu.
__ADS_1
Alice yang di peluk itu, juga membalas pelukan Michele dengan penuh kasih sayang, tentu Dia sangat merindukan suami nya itu, entah kenapa beberapa jam bertemu dengan Michele membuat nya selalu memikirkan pria itu.
"Aku merindukan mu, dan,"
Gadis itu melepaskan pelukan nya lalu menatap Michele dengan tajam, kedua tangan nya sedang berada di pinggang seperti seorang adik yang memarahi kakak nya itu sangat lucu di mata orang.
"Dan jangan membuatkan ku sarapan jika kau sibuk, sudah tahu buru-buru masih sempat memikirkan Aku, lain kali bangun kan saja Aku walaupun Aku tertidur lelap ok? Aku hanya ingin membantu menyiapkan segala kebutuhan mu, jangan bilang tidak dan tidak ada penolakan, karena itu sudah menjadi kewajiban ku, lebih sedih kau tidak ada di kamar saat Aku bangun,"ujar Alice menekan kata-kata nya itu kepada Michele.
Raut wajah lelah Michele berubah menjadi senyuman melihat istri kecil nya itu sangat mengkhwatirkan diri nya itu.
Grep..
Michele kembali memeluk tubuh kecil istri nya itu, melepaskan penat nya dan mengadu kepada sang istri.
"Iyah bawel, kau sangat mengemaskan dasar,"gumam Michele dalam sela pelukan nya.
Tanpa mereka berdua sadari Elina dari tadi hanya menatap adegan di depan nya dengan raut wajah yang tidak dapat di baca, hingga akhirnya wanita itu mendekat berdiri di dekat kedua orang itu.
"Siapa Dia El?"tanya Elina dengan raut heran nya.
Michele memutar wajah nya melihat siapa yang ada di ruangan itu, pria itu baru tersadar ada Elina yang ada di sana.
"Hei apa yang kau lakukan di ruang ku?"tanya Michele dengan raut wajah datar nya kepada wanita itu.
"Hah kau tidak melihat ku dari tadi di sini?"ujar Elina dengan raut wajah tidak percaya nya kepada Michele.
Pria itu tidak menjawab lalu memeluk pinggang Alice dari samping, Elina tentu sontak melihat kembali kepada Michele dan Alice secara bergantian.
"Siapa Dia El?"tanya Michele dengan tatapan penuh tanda tanya.
__ADS_1
Sedangkan Alice yang sebagai objek bahan pembicaraan itu hanya menatap Michele dengan penuh tanda tanya.
'Sebagai apa Dia akan mengenal kan ku?'