Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 29-RENO PINGSAN, ANGGUN PANIK


__ADS_3

Sekarang sudah menunjukan pukul 22.35 setelah pergi makan siang tadi, Reno langsung kembali ke kantor dan memilih menyibukan diri nya di dunia bisnis dari pada asrama nya yang kacau, Keenan yang masih setia menemani nya serta terus melirik jarum jam yang kian makin malam.


'Jangan bilang bakal tidur di kantor lagi?' batin Keenan berusaha memelankan helaan nafas nya.


Sedangkan Reno yang sedang fokus itu sekali kali meringis lalu memegang kepala nya yang terasa sangat sakit, serta keringat nya yang terus keluar, entah kenapa dari beberapa hari kemarin Reno selalu merasakan itu.


Reno melirik jam tangan nya, lalu mendorong kursi nya perlahan, dan mengambil jas kerja nya.


"Keenan, ayo pulang,"ucap Reno kepada asisten nya itu.


Keenan yang dari tadi juga pura-pura fokus padahal Dia sudah menunggu perkataan ini langsung berdiri dan tersenyum dalam batin nya dengan bersorak gembira.


'Yes pulang huhu, bisa lanjutin marathon nonton one piece' batin Keenan.


"Baik Tuan,"ucap Keenan berjalan terlebih dahulu dan membuka kan pintu.


Lorong perusahaan itu terlihat sudah gelap, hanya beberapa ruangan yang masih terdengar suara para karyawan yang mungkin lembur untuk mengejar deadline mereka, atau pun yang tidak ingin menunda nunda pekerjaan, Reno menunggu di depan perusahaan, sedangkan Keenan mengambil mobil, hujan dari tadi siang masih sangat awet sampai sekarang, membuat suasana terasa meremang di malam yang gelap gulita itu.


Reno masuk ke dalam mobil, lalu menyandarkan badan nya ke kursi penumpang dan melipat kedua tangan nya dan memejamkan mata nya sebentar, pria itu pun akhir nya pun terbangun saat Keenan mengoyangkan tubuh nya.


"Tuan, kita sudah sampai di mansion,"ucap Keenan kepada Reno.


"Hmm,"ucap Reno membuka mata nya dan keluar dari mobil itu.


"Saya pamit dulu Tuan,"ucap Keenan yang bersiap pergi.


Pria itu terlihat sangat lesu dan mata nya sayu, hanya sebuah anggukan yang di terima Keenan sebagai jawaban nya, saat Reno berjalan tertatih hingga tiba di pintu utama yang lebar itu badan nya ambruk ke lantai.


Bruk..


Keenan yang siap pergi itu seketika mendengar sesuatu barang yang jatuh, dan melirik nya ke arah pintu mansion, betapa terkejut nya Keenan ternyata itu bukan barang melainkan Tuan nya yang tertidur di lantai, atau pingsan entah lah inti nya Keenan saat ini berlari dan cepat membantu.


"Tuan, Tuan, apa kau baik-baik saja?"ucap Keenan menepuk nepuk pipi Reno.

__ADS_1


Sedangkan para bodyguard yang memang berada di beberapa titik mansion itu menghampiri Keenan dengan bertanya panik menatap pemilik mansion itu.


"Ketua, kenapa Tuan?"ucap pria bertubuh besar itu.


"Lagi tengkurep! ya pingsan lah, ayo bantu saya,"ucap Keenan kesal kepada bodyguard yang hanya mangut-mangut itu.


"I iya ketua,"ucap bodyguard itu kepada ketua nya itu.


Mereka berdua membopong Reno ke dalam mansion, Alice yang masih bangun dan menonton drakor itu, langsung melirik Keenan dan pria berjas membopong kakak nya, gadis itu terkejut dan berlari mendekat.


"Oi, kenapa kakak ku?"ucap Alice panik mengecek tubuh Reno apakah ada luka.


Bukan tanpa alasan Alice mengecek hal itu, karena Dia tahu bahwasan nya Reno juga terlibat dalam dunia mafia yang mungkin akan banyak musuh, karena pria itu pernah pulang ke mansion saat Dia masih mahasiswa dengan keadaan terluka parah karena tembakan.


"Tenang Nona Alice, Tuan pingsan tadi,"ucap Keenan melanjutkan mengantar Reno ke atas kamar.


Sementara itu Alice yang paham itu langsung menyuruh mereka naik ke atas kamar, gadis itu langsung berlari ke dapur tempat Anggun yang sedang mengambil cemilan itu untuk mereka menonton drakor tadi.


"Kakak ipar, kak Reno Dia pingsan!"ucap Alice dengan wajah panik nya.


Tak..


Pisau itu sedikit meleset mengenai jari mulus Anggun yang putih, darah mengucur tetapi gadis itu lebih panik atas suami nya ketimbang diri nya sendiri.


"ASTAGA APA YANG TERJADI ALICE? APA DIA BAIK-BAIK SAJA? DIMANA DIA SEKARANG, ALICE ANTAR AKU, KENAPA HAL INI BISA TERJADI!!"teriak Anggun dengan panik menguncang-guncang tubuh adik ipar nya.


Alice yang di perlakukan seperti itu, serta pertanyaan yang bertubi-tubi di lontarkan Anggun hanya bisa pusing dan bingung mau menjawab dari mana.


"Dia di--,"ucapan Alice terpotong saat Anggun malah terus bicara.


"AKU AKAN MENELPON MOMMY, BENAR," ucap Anggun dengan panik mencari cari ponsel nya dan berlari ke kamar tempat Reno berada.


Alice yang melihat itu langsung mengikuti langkah Anggun ke kamar pasutri itu, di sana ada Keenan seorang diri, sedangkan pria berjas sudah keluar sejak tadi, Keenan sudah membantu mengantikan pakaian Tuan nya, lalu Anggun yang melihat itu menyambar ponsel nya di nakas.

__ADS_1


"Hiks hiks Kenapa hubby,"ucap Anggun mengengam tangan Reno yang dingin.


"Keenan cepat obati Dia kenapa kau diam, sangat tidak berguna!"teriak Anggun dengan air mata nya yang berderai.


Belum selesai Keenan berbicara, Anggun sudah memencet nomor seseorang dan menelpon orang itu sambil menangis.


"Hiks hiks Mommy!!"teriak Anggun dari seberang telpon sana.


"Hei kenapa kau menangis tengah malam begini Anggun, ada apa?"ucap Alessia kepada menantu nya itu, di tempat Alessia saat ini memang di sana siang.


"Mommy, Hubby, maksud ku Reno Dia pingsan Mommy, Aku harus apa, Dia tidak bangun bangun, Keenan sangat tidak berguna, Dia tidak bisa membangunkan Reno,"ucap Anggun berbicara tergesa-gesa itu.


"Sayang jangan panik, apa kalian sudah memanggil dokter?"ucap Alessia kepada menantu nya itu.


"Ah Mommy benar, Aku belum, Keenan telpon dokter suruh datang ke sini sekarang bagaimana pun cara nya, kalau perlu kau jemput!"teriak Anggun kepada asisten suami nya itu.


"Nona tenanglah, saya ingin memberitahu Anda, tapi Anda terus mengoceh dokter akan datang sebentar lagi,"ucap Keenan menghela nafas itu.


"Bilang dong dari tadi!"teriak Anggun kesal.


'Aku berusaha dari tadi berbicara,' batin Keenan ternistai itu.


"Gimana sayang?"ucap Alessia kepada menantu nya itu.


"Kami sudah menelpon dokter Mom, hiks hiks maafkan Aku Mom, Aku hanya kaget dan menelpon,"ucap Anggun sesegukan menahan malu.


"Tidak apa-apa jaga kesehatan suami mu, tolong beri kabar setelah pemeriksaan sayang,"ucap Alessia yang sebenarnya juga khawatir.


"Oke Mom, sampai jumpa,"ucap Anggun pamit.


Telpon pun mati, Anggun terus mengengam jari suami nya yang dingin lalu keringat yang tidak berhenti menetes itu membuat nya sangat khawatir, hingga akhirnya pintu terbuka dan memperlihatkan seorang pria berjas dokter masuk.


Krek..

__ADS_1


"Nona Alferoz, maaf terlambat,"


__ADS_2