
Axel yang mendengar teriakan Clara hanya bisa berdecak kesal.
'Dasar berisik' batin Axel menatap Clara dengan kesal.
"Eh tunggu kenapa aku ada disini, dan kenapa Pak Axel seperti itu?" tanya Clara pada dirinya sendiri dengan bingung.
"Oh tunggu tunggu apa ini di dalam mimpi, akh astaga aku memang menyukai Pak Axel tapi itu dulu" tutur Clara turun dari kasur dan mendekat kepada Axel.
Axel yang mendenger celotehan clara kian mendekati nya di tepi ranjang itu mulai heran melihat tingkah gadis yang sangat aneh itu.
"Kenapa mimpi ku harus ada Pak Axel, kenapa tidak Kim Taehyung saja aku ingin sekali melihat badan nya" sambil membayangkan nya Clara memasang wajah mesum itu.
"Ah tidak apa apa lah, lagi pula badan Pak Axel lumayan bagus" titah Clara sambil mengubah perhatian nya ke arah Axel dengan tersenyum penuh harap.
'Astaga bocah ini begitu bodoh, Dia berpikir ini di dalam mimpi' batin Axel yang mulai menggelengkan kepala nya itu tidak percaya dengan apa yang di pikirkan Clara.
Clara tersenyum, Lalu kian mendekat kepada Axel selangkah demi selangkah hingga akhirnya Dia sampai di tempat Axel berdiri. Tangan gadis itu mulai naik dan menyentuh hal yang mungkin akan membuat nya dalam masalah, Clara memegangi dan menjamah dada bidang Axel itu sesuka dirinya.
"Astaga ini sangat indah jika hanya sekedar mimpi" ujar Clara sambil terus memegang dada bidang Axel tanpa berdosa.
Axel sengaja membiarkan keadaan berlanjut Dia hanya ingin melihat keadaan Clara jika ini nyata bagaimana ekspresi yang akan di perlihat kan gadis itu.
'Bocah mesum' seringai Axel menatap Clara.
Clara berusaha berdiri menyiimbangi tinggi tubuh Axel dengan berdiri di atas ranjang, Dia ingin memegang pipi Axel, Dia berusaha menjangkau bibir Axel, entah apa yang akan Dia lakukan.
"Hehe Aku akan melakukan first ku di dalam mimpi" senyum Clara dengan wajah malu nya.
Axel yang mengetahui suasana sudah tidak terkontrol mulai mengeluarkan suara agar gadis itu bisa sadar.
"Apa yang kau ingin kan" ketus Axel sambil menatap tajam Clara pria itu memegang kedua pundak nya.
"Ternyata pak axel di dunia nyata dan mimpi sama sama ketus" kesal Clara menatap kesal pria yang ada di depan nya itu
Gadis itu ternyata belum sadar apa yang nyata dan tidak nyata saat ini, dengan kesal Axel menjewer telinga Clara untuk menyadarkan gadis itu bahwasan nya Dia sedang tidak bermimpi kali ini.
"Akh aduh aduh sakit, kenapa sakit seperti nyata saja" tutur Clara berusaha melepaskan tarikan telinga nya itu.
'Tunggu jika ini terasa sakit berati ini nyata? kenapa dia ada di kamar yang sama dengan ku? Lalu Dia hanya menggunakan handuk saja' batin Clara, banyak hal yang Dia bingungkan dari hal yang ada di depan nya.
Dengan gerakan reflek Clara mundur dengan wajah yang terkejut dan berteriak keras di dalam kamar tersebut.
"Akhhh jauh jauh sana" teriak Clara yang kaget setelah berpikir itu.
Saking kaget nya Dia mendorong Axel menjauh dari nya, tetapi ketika ingin mendorong Axel Clara juga ikut terjatuh, sehingga Clara menindih tubuh Axel, dan tanpa disengaja akibat posisi jatuh itu mereka saling berciuman satu sama lain. Clara yang merasa tidak karuan apa yang terjadi dengan dirinya hanya bisa diam mematung beberapa saat itu. Axel yang meresakan lembut bibir Clara pun, mencium lebih dalam Clara, Dia menahan tengkuk Clara agar ciuman itu lebih dalam lagi. Keadaan itu membuat Axel larut menikmati ciuman bibir lembut gadis itu, sudah lama rasa nya Dia berciuman mungkin saja terakhir kali saat istri nya masih hidup, karena Axel tipe pria yang berpendiri tegas tidak melakukan hal bodoh dengan orang yang tidak Dia suka.
'Astaga apa yang pak Axel lakukan' batin Clara berteriak.
Clara memukul mukul dada bidang Axel untuk melepaskan ciuman itu, Axel yang baru tersadar langsung melepaskan ciuman nya dan mendorong tubuh gadis itu menjauh dari nya.
'Sial apa yang aku lakukan, tidak mungkin aku bergairah pada gadis kecil seperti ini' batin Axel yang membuang muka itu.
Hosh.. hosh..
Clara nampak mengambil nafas dengan rakus karena ciuman barusan itu membuat nya seketika lupa cara nya bernafas karena itu pertama kali nya untuk Clara. Tiba tiba dari luar ada teriak seorang anak kecil yang lari datang ke kamar itu.
"Daddyyyyyy" teriak Clara langsung membuka pintu tanpa aba aba itu.
"Apa yang Daddy lakukan" tanya alisa dengan bingung.
Gadis itu bingung melihat posisi Clara dan Axel yang malah terduduk di lantai berdua dengan keadaan duduk yang sedikit menjauh itu.
"Tidak apa apa Daddy akan ganti baju, ajak kak Clara ke kamar mu dan mandi" tutur Varo menyuruh Alisa keluar dari kamar nya itu.
'Astaga jadi Alisa anak nya Pak axel? kondisi apa ini tuhan, Aku sangat malu' batin Clara.
"kakak cini ikut Alica" sambil mengandeng tangan clara menuju kamar nya.
Clara yang sudah mandi dan mendapatkan baju ganti mendiang baju dari istri Axel yang nampak cocok dengan Clara itu, baju itu memang Axel simpan dan meletakan nya di dalam lemari karena itu membuat Axel merasa wanita itu masih ada di rumah mereka. Clara pun segera turun dan bermaksud ingin segera pulang dan pergi dari rumah ini. Tapi apakah rumah sebesar ini cocok dibilang rumah seharusnya istana. Clara yang mencari pintu keluar celingak celinguk kanan kiri karena tidak menemukan nya.
"Astaga kenapa rumah ini besar sekali dimana pintu keluar nya bambang" kesal Clara.
"Siapa bambang" suara bariton pria itu membuat kaget Clara, Axel datang menghampiri Clara yang Dia lihat dari tadi sedang kebingungan itu.
"Eh it-" Perkataan Clara terpotong saat Alisa datang menghampiri Clara dan Axel.
"Kak Clara kemana ci, tadi alica caliin loh dikamar gada" cemberut gadis itu sambil berkacak pinggang.
"Kamu nyariin kakak ya?" tanya Clara dengan wajah bingung nya.
Alisa hanya menjawab pertanyaan clara dengan anggukan saja.
"Maaf yah sayang tadi kakak cuman cari makan kok" sambil menghampiri Alisa.
"Benelan ga boong" tanya Alisa meyakinkan pertanyataan Clara itu.
"Iyah dong" jawab Clara dengan tersenyum.
Axel yang melihat interaksi anak nya dengan orang lain itu pun terheran, tidak biasanya Alisa akan mudah berbicara kepada orang lain, Alisa tipe orang yang seperti Axel hanya sepatah dua kata berbicara dengan orang yang tidak penting baginya.
"Pak Axel saya izin pulang dulu yah, saya tidak pulang semalaman" ujar Clara menatap pria itu.
Pembicaraan Clara itu membuat Axel tersadar dari lamunan nya itu
"Ah baik saya antarkan" ucap Axel.
"Tidak usah pak saya bisa sendiri" bantah Clara menolak bantuan pria itu.
"Kak clara jangan gitu, Alica mau lihat rumah kak Clara tau, anterin Daddy yah mau" bujuk gadis kecil itu dengan mata iba nya.
Clara yang melihat tingkah gadis itu pun merasa lucu sendiri.
"Iyah demi Alisa apapun kakak mau" senyum Clara membalas senyuman gadis itu.
__ADS_1
"Apapun?" tanya Alisa menatap Clara dengan ide aneh yang mulai muncul.
"Iyah benar" jelas Clara sekali lagi.
Axel yang mulai merasa tidak enak dengan arah pembicaraan itu pun segera mengendong Alisa pergi, untuk mengantar Clara pulang.
"Ih daddy bentar Alica mau ngomong dulu" ketus gadis itu menatap Daddy nya.
"Nanti saja" jelas Axel menatap kembali putri nya itu.
"Mau sekarang" ujar Alisa membuang muka dengan kesal.
"Apa kau tidak ingin menuruti kata kata Daddy" tatap tajam Axel kepada anak nya itu.
Clara yang melihat itu pun segera mengingatkan Axel.
"Bapak ini guru tapi cara ngajarin anak sendiri pake ngancem gitu, sini" Clara mengambil Alisa dari gendongan Axel.
"Yang orang tua nya disini siapa sih" ketus Axel mulai kesal dengan tingkah Clara.
"Daddy jaad, Alica kan mau ngomong bentar aja" dengan mata yang berkaca kaca menatap Axel.
"Jangan nangis yah Alisa ntar wajah cantik Alisa ilang loh mau?" tanya Clara menghampus air mata gadis itu.
Alisa menggelang dengan cepat menjawab pertanyaan dari gadis yang ada di depan nya itu.
"Nah pintar!" mencubit pipi Alisa dengan lembut sambil tersenyum gemas.
Clara yang menggendong Alisa dan Axel yang berjalan di samping, mereka seperti keluarga kecil yang bahagia.
"Yaudah Alisa mau nanya apa tadi sayang" jelas Clara membujuk gadis itu untuk mengembalikan mood nya.
"Alica mau nanya, kakak Clara mau ga jadi Mommy nya Alica" senyum gadis itu dalam pelukan Clara.
Clara yang mendapat pertanyaan itu seketika otak nya blank tidak tau harus menjawab apa, Dia menatap Axel, pria yang dilihat itu hanya bisa diam.
"Eh kak---"
"jangan bicara yang hal tak mungkin" kata axel kepada putri nya memotong percakapan kedua gadis tersebut.
"kenapa tidak mungkin, Daddy?" tanya Alisa dengan polos nya.
"Apa kau tau kak Clara itu adalah murid Daddy di sekolah, Dia tidak bisa menjadi Mommy mu" titah Axel menjelaskan dengan simpel agar gadis itu mengerti dengan ucapan nya.
"Hmm" alisa hanya bisa mengeluarkan raut wajah sedih nya.
"Ya itu tidak mungkin, aku akan menjadi kakak mu saja yah Alisa" senyum Clara kepada gadis kecil itu.
"otey kakak, bagaimana kalo kita bermain ibu dan anak kakak Mommy nya aku anak nya, ya" senyum Alisa dengan penuh harap, entah ide aneh apalagi yang di pikirkan si cilik ini, otak nya berputar dengan cepat agar Dia bisa memanggil Clara dengan sebutan Mommy seperti yang Dia ingin kan.
"Eh" lagi-lagi Clara di buat bingung dengan permintaan gadis itu.
"Mau ya?" ujar Alisa dengan wajah sedih nya.
"Baiklah tapi panggil Aku seperti itu. saat kita hanya bermain ok" jawab Clara menatap Alisa dengan tatapan pasrah nya.
"Yasudah ayo kita pergi" potong Axel memberhentikan pembicaraan itu.
'Alisa kau sangat pintar sampai harus berpikir seperti itu yah' batin Axel.
Sebuah mobil mewah itu membelah jalanan ibukota di tengah keramaian siang ini, axel dan Alisa mengantar Clara sampai tempat Dia tinggal, di kos nya, clara memang sudah keluar dari panti asuhan. semenjak Dia mulai mencari uang sendiri. Dia tidak mau merepotkan Ibu panti lagi.
"Pak Axel, seperti nya antar kan saja saya ke panti, jangan ke kos" ujar Clara membuka pembicaraan.
"Baiklah" ujar Axel menatap gadis yang duduk di samping nya, dan Alisa yang duduk di pangkuan Clara itu.
"Kak Cla, panti itu apa?" tanya Alisa dengan polos nya.
"Panti itu rumah kakak Alisa, di sana kakak dan adik kakak yang sudah tidak memiliki Ayah dan Ibu akan tinggal bersama di sana" ujar Clara menjelaskan secara sederhana agar Alisa gampang memahami.
"Jadi Alica, kalo udah tidak punya Daddy bakal tinggal di cana?" tutur Alisa menatap Clara.
Axel yang mendengar perkataan anak nya itu seketika melirik Alisa dengan tatapan tajam nya.
"Sayang apa kau ingin Daddy surga?" ujar Axel bertanya kepada anak nya itu.
"Belcanda Daddy, maka nya Daddy cali Mommy buat Alica, soal nya Daddy doang tidak ada Mommy nya, nanti Alica tinggal di panti loh" ujar gadis itu dengan polos nya, entah Dia paham dengan ucapan nya yang Dia lontarkan sendiri.
"Kau sangat pintar berbicara" gumam Axel hanya fokus menyetir mobil itu.
'Mereka sangat lucu, Pak Axel sangat banyak bicara jika bersama Alisa' batin Clara menatap kedua orang itu yang tengah berdebat.
Mobil yang di kendarai Axel berhenti di sebuah panti yang sangat sederhana, dengan suasana pedesaan membuat keadaan terasa sangat sejuk dan asri, Axel turun dari mobil ketika melihat Alisa malah mengekori Clara yang sudah pamit dan berterima kasih untuk masuk itu.
"Bunda" panggil Clara dari luar panti.
Dari dalam seorang wanita paruh baya yaitu Bunda Eti berlari kecil ketika mendengar suara gadis yang sangat Dia rindukan padahal baru di tinggal sehari itu, Bunda Eti langsung memeluk tubuh gadis kecil itu dengan bahagia.
"Cla, kamu balik lagi? tidak jadi nge kos yah?" tanya Bunda Eti dengan semangat.
"Bukan Bunda Clara mau ngambil baju sekolah ketinggalan Bun" ucap gadis itu menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
"Huft Bunda kira, tapi mereka siapa?" tanya Bunda Eti dengan tatapan heran menatap seorang pria tampan dan anak kecil berdiri di belakang Clara, anak kecil itu tersenyum senang sedangkan si pria hanya Diam dengan wajah datar nya.
"Mereka?" ujar Clara kembali dengan heran, membalikan badan nya lalu terlihat Alisa dan Axel yang masih ada di sana.
"Lah Alisa, Pak Axel kirain tadi udah balik" ujar Clara dengan heran.
"Mau nya seperti itu, tapi Alisa malah kabur keluar mobil dan mengikuti mu" ujar Axel menjelaskan hal itu.
"Alisa sekalian disana ayo kakak kenal kan dengan adik kakak" ujar Clara dengan senang.
"Hole, boleh kak Daddy?" tanya gadis kecil itu dengan menatap penuh harap.
__ADS_1
Axel hanya mengangguk mengiyakan permintaan anak nya itu, Clara mengajak Alisa dengan mengendong nya dan membawa nya ke dalam panti, di ikuti langkah kaki oleh Axel dari belakang, lama mereka di dalam panti saling berkenalan dan bermain.
"Alisa, kamu anak orang kaya yah?" tanya salah satu adik panti itu.
"Anak olang kaya itu apa?" tanya Alisa dengan bingung menatap gadis yang bertanya.
"Anak orang kaya itu punya uang banyak, punya mobil juga loh" tutur anak laki-laki menjelaskan kepada Alisa.
"Alica tidak tahu uang Daddy berapa, tapi kalo mobil, Daddy punya mobil di galasi ada banyak" ujar gadis itu menjelaskan.
"Wah"
Semua anak panti yang mendengarkan perkataan Alisa sangat kagum dan senang tentang kehidupan yang dirasakan oleh Alisa. Saat mereka Asik mengobrol Bunda Eti memanggil mereka semua untuk makan, tidak terkecuali untuk tamu mereka Alisa dan Axel.
"Ayo makan Pak Axel bukan?" tanya Bunda Eti dengan senyum ramah nya.
"Maaf merepotkan," ujar Axel yang juga ikut bersimpuh dan duduk di tikar makan bersama anak panti itu.
"Tidak apa-apa, makanan kami sangat sederhana, tetapi Clara sangat pintar membuat masakan sederhana ini menjadi sangat lezat" tutur Bunda Eti yang membagakan anak asuh nya itu.
"Dia bisa memasak?" tanya Axel dengan lugu nya.
Bunda Eti yang mendengar itu hanya menatap Axel dengan senyum lucu nya kepada pria bule itu.
"Tentu, Clara gadis yang sangat pintar dalam berbagai hal kecuali pelajaran sekolah haha" tawa Bunda Eti yang berusaha membuat suasana lebih baik.
Clara datang dari dapur membawa menu makanan yang baru selesai Dia masak, dan duduk di samping Alisa dan adik-adik nya yang lain itu.
"Ayo pak Axel makan" ujar Clara menatap dengan senyum manis nya.
Axel yang melihat senyum gadis itu terasa terhipnotis dengan tatapan nya lalu, pria itu menyuap makanan dengan perlahan, ternyata benar apa yang Ibu panti itu bilang kepada Axel, gadis itu sangat pintar dalam memasak.
"Masakan mu enak" gumam Axel menatap Clara.
Clara yang mendengar itu, entah kenapa jantung nya berdetak lebih cepat ketika mendengar pujian yang nyata oleh pria dingin itu terlontar dari mulut nya. Clara hanya bisa tersenyum menjawab pertanyaan Axel dan menunduk malu, entah apa yang Dia rasakan kali ini. Setelah selesai makan, beberapa menit setelah itu Axel dan Alisa pamit untuk pulang.
"Dadah Alisa" ujar Clara melambaikan tangan nya.
"Nanti Alica main lagi sama kakak Clara, otey" teriak gadis itu melambaikan tangan dari dalam mobil.
**
Dua hari kemudian
Anggun dan Clara sedang duduk di dalam kelas, ruangan kelas itu tampak ricuh, karena sedang mempersiapkan sekedar acara perpisahan mereka. hari ini Rere kelihatan nya tidak akan hadir di sekolah karena nasib malang baru menimpa keadaan teman mereka itu, Nenek Rere meninggal dalam kecelakaan yang cukup tragis.
"Cla kayak nya Rere, ga dateng deh ya?" tanya Anggun menatap teman nya itu.
"Iyah kayak enggak dah" ujar Clara yang menatap pintu kelas itu.
Hari menjelang siang, saat Clara sedang bermain ponsel nya. Tiba tiba seorang anak kecil masuk berlari mendekati seorang siswi dan memanggil nya.
"Mommyyyyy" panggil Alisa kepada Clara yang sedang fokus dengan Hp nya itu.
Semua orang yang mendengar suara panggilan itu pun. seketika berhenti mengerjakan aktivitas mereka masing masing.
"Siapa yang kau panggil mommy adik kecil?" tanya salah satu murid di kelas itu.
Alisa tidak menghiraukan perkataan itu, Dia berlari ke tempat dimana Clara berada.
"Mommy" peluk Alisa kepada gadis itu.
"Astaga kau kenapa ada disini Alisa? dengan siapa kau datang? apa dengan Daddy mu?" deretan pertanyaan datang dari mulut clara yang nampak ke bingungan.
"Tidak mommy, alica baru pulang skull, minta antal pak supil ke cini, Daddy tidak au" ujar gadis kecil itu.
"Astaga harus nya kamu meminta izin dulu Alisa" sambil menaik kan Alisa kepangkuan nya.
"Tidak au, Daddy tidak bisa diajak bermain, Daddy cibuk teluss" cemberut gadis itu.
Anggun yang dari tadi hanya terdiam pun. membuka suara.
"Cla lu bikin anak di mana anjir kok bisa kayak bule gini" tanya Anggun.
"Bukan anak Gua yah" kesal clara memukul kecil lengan Anggun.
"Lah dia panggil lu mamak nya njir" gerutu Anggun.
"Alisa jangan panggil kakak mommy yah, kan kita lagi ga main" memberi pengertian pada gadis kecil itu.
"Kita lagi main au mommy" senyum gadis itu.
"Haduh Clara parah, Lu udah punya anak?"
"Cla malu maluin Lu"
"Apaan si Cla jelekin nama sekolah Lu"
Clara yang mendapat rentan pertanyaan dari beberapa teman sekelas nampak kebingungan ingin menjawab apa. terlebih lagi ia tidak ingin Alisa mendengar perkataan jelek teman teman nya. rere hanya bisa menutup telinga alisa.
"kan gua udah bilang bukan anak Gua oy" ujar Clara berusaha menjelaskan kepada teman nya.
"Boong Lu"
"Eh teman Gua udah bilang ga, diem deh" kesal Anggun.
Kelas itu tidak tampak ter kontrol lagi, tiba tiba suara pintu terbuka lebar.
"BRAKK"
**
Yang masih bingung kok cerita nya di luang?
__ADS_1
Because sengaja di ulang karena di S1 di cerita Rere memang cerita Clara di skip skip biar jadi penasaran sama kisah mereka, And bagian yang diulang setiap cerita mereka udah author update jadi 3ribu kata, jadi sekali baca ga bakal ngecewain kok meski harus ngulang:>
Kenapa juga ga dilanjutin langsung aja sama cerita Rere pas udah nikah aja? karena biar tahu time skip mereka yah, biar seru:')