
Saat ini di mansion utama banjir air mata kedua orang gadis cantik yang sedang memeluk sahabat nya itu. Saat ini Rere sudah sampai di mansion William ketika hari sudah gelap, rasa takut dan gugup nya saat ini berganti menjadi bahagia, lucu dan haru bercampur aduk menjadi satu saat dia tadi baru sampai di ruang keluarga kedua sahabat nya sedang duduk di sana. Kedatangan Rere membuat Clara dan Anggun kaget sekaligus merasa bahagia.
*Hiks.. hiks
Hiks.. hiks*
Suara tangis seseorang masih terdengar di ruangan itu, bukan Rere yang masih menangis tapi kedua sahabat nya yang tengah memeluk diri nya saat ini, dan masih menempel pada tubuh Rere yang sudah membesar itu.
"Astaga perasaan yang di culik Aku sama Mom deh, kenapa kalian yang nangis heboh gini?" bingung Rere menepuk-nepuk punggung kedua sahabat nya itu.
"Hiks Re namanya orang khawatir yah wajar dong, kamu malah begitu hiks hiks" rengek Clara di pelukan sahabat nya itu.
Saat ini semua orang sudah membersihkan diri, dan semua nya berkumpul di sofa ruang kelurga utama William itu. Varo, Adrel, Shinta, Reno, Samuel, Reno, Axel yang melihat tingkah ketiga orang gadis kecil itu hanya diam menatap menunggu mereka menyelesaikan percakapan itu.
"Iyah nih Rere udah di khawatir gitu sampai tadi Clara berak bolak balik ke toilet mikiran kamu, iya kan Cla?" ujar Anggun menatap Clara meminta persetujuan sahabat nya itu.
"Iyah, tapi gausah di bilangin gua bolak balik toilet nya Nggun, dan itu ingus lu lap ih jorok" ujar Clara melepaskan pelukan nya dari tubuh Rere dan berpindah duduk di sofa samping Reno.
"Ingus?" gumam Anggun menatap bingung, lalu dia melihat baju Rere yang penuh air mata juga ini.
Anggun menatap wajah sahabat nya itu yang cemberut dan memberikan tanda dua jari ke atas seolah memberi pengertian.
__ADS_1
"Hehe ga sengaja nona Regita William" ujar Anggun tertawa canggung dan mengelap ingus nya dengan tisu yang ada di meja dengan cepat karena semua orang melihat diri nya lalu tertawa, yah tentu saja kecuali tiga pria yang hanya diam menatap itu.
"Wah semenjak nikah sama mas Varo baru kali ini nama ku di panggil pake nama belakang nya mas Varo, kayak ga cocok Haha" ujar Rere tertawa renyah.
'Huftt akhirnya bisa ngalihin perhatian bumil, kalo ga marah tuh laki nya sama gua udah kotorin baju istri nya' batin Anggun mengelus dada nya dan melirik Varo karena merasa di tatap tidak enak itu, saat Anggun ingin membuang wajah nya dia malah tidak sengaja bertemu pandang dengan Reno yang juga melirik nya sejak tadi itu, Anggun kembali membuang wajah nya dan memilih pindah ke kursi yang ada Samuel dan Kevin, gadis itu duduk di sebelah Kevin.
"Baru pertama kali dengar maka nya ga cocok, nanti juga biasa kayak Mom kok" ujar Shinta yang menyambung percakapan kedua orang itu.
Varo mulai membuka suara, bukan berarti saat ini mereka berkumpul tanpa sebab dan alasan yang pasti terlebih keadaan keluarga William yang baru terguncang itu.
"Mom, Dad sudah dapat di pastikan bahwasan nya pria itu bukan musuh dari Black Devil jadi aku dan teman teman ku akan tetap mempertahankan Black Devil sesuai persetujuan kita di awal" ujar Varo menatap Mom nya karena dia tau, Mom nya itu lah yang paling menetang keberadaan Black Devil.
"Dad setuju kalo kau masih mau menjalankan hal itu" tutur Adrel memberi dukungan kepada putra nya itu.
"Baiklah Mom juga setuju tapi ingat pesan Mom jaga istri mu dengan baik!" tegas Shinta menatap Varo dengan tajam.
"Seperti yang anda inginkan ibu ratu" balas Varo yang membawa Shinta tersenyum malu.
"Mom, Dad masalah Sea" lirih Varo menatap sendu kedua orang tua nya.
"Jangan bahas itu lagi, aku sangat ingin membunuh pria tua itu dengan tangan ku sendiri" ujar Adrel yang nampak tersulut emosi.
__ADS_1
"Mom juga sebaiknya jangan bahas ini, hati Mom sangat sedih ketika mengetahui takdir mengenaskan adik mu yang harus menjadi korban karena sangkut paut nya dengan kita, biarkan ini menjadi luka dalam duka" ujar Shinta lirih lalu memeluk Adrel karena dia tidak mau melihatkan wajah sedih nya itu ke semua orang.
"Tuan Varo seperti yang anda perintahkan Aku dan Kevin sudah mengintrogasi pria itu, dan menyekap nya di ruang eksekusi" sambung Samuel menjelaskan keadaan.
"Bagus Samuel, seperti janji ku jika kasus ini sudah sangat tuntas kau bisa kembali ke italia bersama Kevin" ujar Varo menatap pria kecil itu.
"Sam biarkan dia lebih lama, aku ingin menyiksa pria itu dengan tangan ku sendiri, dia harus merasakan sakit yang sama dirasakan putri ku dan juga Risa" tutur Adrel dengan tangan yang mengepal kuat.
"Baiklah sesuai yang anda inginkan" ujar Samuel.
Setelah percakapan itu selesai semua orang pamit pulang untuk kembali ke rumah mereka masing-masing begitu juga dengan Clara dan Anggun yang sudah berada di luar mansion William itu, pemandangan luar mansion William memang sangat luas tetapi walaupun keadaan yang luas tidak membuat keadaan dan view mansion William di malam hari menyeramkan karena lampu yang di hias di luar mansion sangat indah serta air mancur tingkat tujuh yang memancarkan warna berbeda-beda, serta beberapa pengawal yang masih lewat untuk menjaga keamanaan kawasan mansion William.
Saat ini Clara dan Anggun sedang berbincang sedikit dan mereka sedang memasang helm karena Clara membawa motor bebek yang baru dia beli dengan hasil uang nya sendiri, Anggun juga yang lebih menyukai di bonceng Clara menggunakan motor dari pada mobil nya, Saat mereka sedang berbincang lewat lah Samuel dan Kevin yang ingin berlalu menuju mobil mereka.
"Cla, Cla liat deh kayak nya cowo kutilang itu ga beda jauh sama kita mana masih muda ganteng banget kan" ujar Anggun menepuk bahu sahabat nya itu dengan girang.
"Iyah ganteng, anak kecil yang di samping nya juga tinggi tapi jelas lah kelihatan masih bocah tapi kayak pas gede nanti ganteng banget kyaa haha" Clara ikut menanggapi perkataan sahabat nya itu.
"Bentar yah Cla, kamu lihat aku bakal minta nomer telepon nya" ujar Anggun dengan pamer dan mendekati Samuel dan Kevin sambil berlari agar menyesuaikan langkah mereka.
"Hei kau" ujar Anggun menepuk bahu kevin yang lebih tinggi dari nya itu.
__ADS_1
"Ada apa nona?" tanya Kevin berbalik dan menatap Anggun.
Karena Kevin yang tiba-tiba berbalik badan membuat tubuh mungil Anggun hampir terjatuh, tapi hal itu tidak terjadi karena Kevin yang menangkap tubuh Anggun sebelum itu terjadi. Tanpa Anggun sadari orang yang sedang menatap tingkah kekanakan gadis itu dari tadi, saat dia juga baru keluar dari mansion William.