
Mobil milik Axel membelah jalanan ibu kota di tengah malam minggu yang terlihat sangat sepi karena hujan turun begitu lebat nya, saat ini di dalam mobil ada Alisa yang sudah tidur di kursi samping pengemudi, lalu Axel yang sedang fokus menyetir mobil nya, lalu Clara yang dengan lelap nya tidur di kursi penumpang.
"Dasar pria gila" gumam Clara di dalam tidur nya.
Axel yang mendengar suar Clara reflek memberhentikan mobil nya dan menatap ke belakang dengan tatapan penuh tanda tanya, saat Axel membalikan badan nya gadis itu malah masih tertidur pulas dengan rambut nya yang sudah basah akibat terkena air hujan tadi.
"Astaga jadi barusan dia mengigau?"ujar Axel memegang kepala nya dengan menatap Clara kesal.
Axel yang menatap Clara sedang terbaring itu lagi-lagi kali ini mata nya teralih kan oleh pakaian baju kerja Clara yang basah, karena baju karyawan itu bewarna putih tentu saja kalo terkena air itu memperlihat kan pakaian dalam gadis itu, dengan sigap Axel membuang muka ke depan, tiba-tiba wajah merona merah melihat sesuatu yang sangat tidak senonoh itu.
"Astaga, apa gadis SMA zaman sekarang suka seperti itu" gumam Axel yang masih memikirkan hal itu.
Axel melepaskan jas kerja nya dengan kesal, lalu menutup mata nya, pria itu berbalik badan ke kursi penumpang sambil menutup mata Axel menutup badan gadis itu dengan jas kerja nya, lalu setelah selesai Axel membuka mata nya dengan perasaaan aman Axel menghembus kan nafas nya lega.
"Aku tidak menyangka ini, bisa-bisa Aku jadi gila dekat siswi ini terus menerus" ujar Axel menatap jengah Clara yang masih tertidur pulas itu.
Dengan perasaan yang tidak karuan Daddy Axel kembali melajukan mobil nya di tengah hujan yang lebat itu menuju sebuah mansion Arnolda yang cukup mewah itu, dengan cat dominan bewarna putih, mulai memasuki perkarangan mansion itu terlihat satpam yang berjaga, Axel memberhentikan mobil nya tepat di parkiran mansion, dari dalam mansion keluar Bibi Ani yang tergesa-gesa datang mendekati mobil itu.
"Tuan kenapa Anda sangat larut" ujar bibi Ani yang terlihat khawatir itu.
Axel kelur dari mobil, dan menatap pembantu nya yang sudah sangat akrab dengan diri nya dan juga Alisa.
__ADS_1
"Maaf bi, Alisa seperti biasa nya lagi, bibi saya minta tolong jangan terlalu manja kan Dia, dan juga Pak Entis" ujar Axel menatap sopir Alisa itu dengan tatapan mempertegas.
"Ma ma maaf kan saya Tuan Axel, lain kali saya akan lebih tegas lagi" ujar Pak Entis dengan wajah menunduk menatap tuan nya itu.
"Itu lebih baik" ujar Axel menatap pria tua paruh baya itu.
"Bibi tolong antar Alisa ke kamar nya, apa kamar tamu ada yang sudah di rapikan?" tanya Axel menatap pembantu nya itu.
"Sudah tuan, tapi kasur nya masih belum ada, pesanan kasur yang baru belum sampai" ujar bibi Ani menjelaskan itu.
Axel membuka pintu kursi penumpang itu lalu, membangunkan Clara dengan cara menepuk nepuk pipi nya secara perlahan.
"Hei, bangun lah!" ujar Axel yang berusaha membangun kan gadis itu.
Clara yang sudah di bangun kan itu tidak kunjung sadar dari mimpi indah nya, gadis itu tidak bergeming dan merespon sedikit pun keadaan sekitar nya, mungkin untuk pertama kali Clara bekerja sekeras tadi dan baru pulang larut membuat nya lelah dan menikmati tidur nya kali ini.
"Astaga Dia ini tidur atau mati!" ujar Axel dengan kesal menatap Clara itu.
Dengan perasaan kesal Axel mengendong Clara ala bridle style, pria itu membawa Clara ke kamar nya karena kamar milik Alisa tidak memilik sofa serta kasur Alisa yang kecil itu tidak muat di tiduri dua orang, setelah sampai di kamar, Axel menjatuh kan tubuh Clara dengan kasar ke atas kasur.
Bruk..
__ADS_1
Padahal sudah di jatuh kan Axel seperti itu, bukan nya bangun Clara malah semakin menikmati tidur nya dengan mencari guling di sekitar nya lalu memeluk nya dengan erat. Axel yang melihat tingkah gadis itu sungguh sangat kesal dengan perlakuan nya.
"Kalo pacar mu sampai tahu sikap tidur yang aneh seperti itu mungkin Dia sudah memutuskan mu" gumam Axel yang memilih keluar kamar.
Axel keluar ruangan itu, lalu mencari keberadaan bibi Ani yang sedang berada di kamar Alisa tersebut.
"Bi, tolong aku bantu gantikan baju gadis itu, baju nya basah, ganti saja dengan piyama milik Clarissa" tutur Axel menyuruh bibi Ani untuk menganti baju Clara.
"Apa gadis itu pacar Anda tuan? Dia sangat cantik dan muda, tapi seperti nya tidak apa-apa, saya sudah lama tidak melihat Anda dekat dengan seorang wanita, mungkin ke depan ini bisa baik untuk Alisa" ujar bibi Ani tersenyum bahagia.
"Bukan, Dia gadis yang menolong Alisa tadi" tutur Axel menyangkal hal itu mengenai apa yang dipikirkan bibi Ani kepada nya.
'Ternyata bukan, Nona Clarissa lihat lah betapa tersiksa mereka berdua tanpa Anda, Saya yakin Anda juga sudah mengikhlaskan jika ke depan nya Tuan bisa memiliki pendamping yang baik untuk diri nya dan juga Alisa, semoga' batin Bibi Ani dengan tatapan sendu nya.
Semua orang di rumah, yang sudah mengikuti Axel semenjak sebelum menikah dengan Clarissa dari pindah ke inggris serta kembali lagi ke indonesia, pembantu setia seperti bibi Ani dan Pak Entis sangat sulit di dapat kan apalagi terlebih mereka sangat peduli dengan perasaan majikan nya itu.
Pagi hari nya.
Sinar matahari memasuki celah celah pintu kamar itu, sinar nya menerpa wajah cantik Clara di kala tidur nya yang nyenyak, Dia pun terbangun dari tidur nya, Clara mengeliat dan menyapu bersih ruangan itu gadis itu terlihat bingung dengan tempat yang sangat tidak Dia kenal ini, Clara duduk di kasur itu lalu memikirkan kejadian semalam, semua cerita semalam terputar kembali di otak nya, Clara baru ingat Dia semalam masih di halte, dan sekarang Dia malah di sebuah kamar.
"Tunggu Alisa mana? Ini dimana? Aku pakai baju siapa? Apa aku sudah tidak? hah tapi itu tidak mungkin, kenapa itu tidak sakit, kalo tidak lantas kenapa Aku ada di kamar ini" pertanyan demi pertanyaan kian membuat gadis itu berpikir buruk tentang diri nya.
__ADS_1
Tiba tiba ada seorang pria keluar dari kamar mandi, hanya menggunakan lilitan handuk saja, ia adalah Axel. Clara yang masih berfokus dengan pikiran kacau nya itu, lalu mata nya teralih kepada pria itu.
"Akhhhh" teriak Clara.