Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

"Welcome bali!!!!"teriak Alice dengan kencang di depan villa yang mereka tempati saat ini menghadap ke arah pantai.


Salah satu tempat yang banyak di kunjungi turis ini, memiliki beberapa destinasi yang wajib di kunjungi karena kebagusan nya, di sini Michele dan Alice berada, setelah perjalan panjang yang mereka tempuh.


"Apa kau menyukai nya?"tanya Michele melihat sang istri yang sedang berada di depan villa yang langsung memperlihatkan pantai bali di sore hari itu.


"Tentu, ini sangat bagus sayang,"ujar Alice tersenyum senang kepada suami nya itu.


Drt.. drt..


Gadis itu mengambil ponsel nya yang berdering, dengan kening berkerut Alice mengangkat telpon dari Reno itu.


"Halo kak?"ujar Alice kepada pria itu.


"Al, Tuan Varo, dan Axel serta istri mereka juga sedang berlibur di bali, Aku sudah bilang untuk memakai villa yang kau pakai dengan Michele, apa tidak apa-apa?"tanya Reno kepada adik nya.


"Wah benarkah, tentu tidak apa-apa villa kakak di sini memiliki banyak kamar, suara ku dengan suami ku saat bercinta tidak akan mereka dengar,"ucap Alice setengah tertawa.


Reno yang mendengar itu mendengus kesal, entah mulut adik nya itu terlalu sangat blak blakan kepada semua orang.


"Al kau itu perempuan jaga mulut mu dalam bertutur kata,"ucap Reno memperingati sang adik.


"Halah ini juga sama kakak aja sih, jangan marah-marah jaga kak ipar yah, Dia itu sedang hamil Aku tidak ingin keponakan ku sampai kenapa kenapa,"ujar Alice yang malah memperingati balik kakak nya itu.


"Aku tahu, Dia itu istri dan anak ku, dasar bocah, sudah dulu seperti nya jet pribadi mereka akan sampai,"ucap Reno dengan kesal yang tidak sanggup lagi berkata-kata.


Tut..


Reno langsung mematikan ponsel nya itu, sedangkan Alice yang melihat ponsel itu sudah mati hanya terkekeh karena sudah berhasil membuat kakak nya itu kesal lagi.


"Siapa sayang?"tanya Michele mendekat kepada Alice.


"Kak Reno, katanya kak Varo sama kak Axel bakal datang kesini, gapapa kan?"tanya Alice kepada suami nya itu.


Pria itu tampak mengangguk tanda mengizinkan kepada Alice.

__ADS_1


"Makin kesini, Aku makin merasa keluarga mu sangat jauh di atas langit dari pada ku, apalagi keluarga William adalah sahabat baik Reno,"ucap Michele mengengam tangan Alice.


Gadis itu memutar wajah nya dan menatap ke arah Michele yang mengatakan itu barusan.


"Hei, kenapa kau malah seperti itu, status sosial itu hanya pajangan saja, kau itu dokter Michele Antara yang terkenal Aku bangga punya suami yang pintar,"ujar Alice mengusap pipi pria itu.


Michele menatap Alice dengan senyum tipis nya, bagaimana gadis ini bisa jatuh cinta kepada nya jika Alice bisa mendapatkan pria yang lebih dari nya.


"Terimakasih Al, Aku sangat mencintai mu,"gumam Michele mengatakan itu sambil memeluk Alice dengan manja.


Saat mereka tengah berpelukan itu, ketika suara derap kaki masuk dan melihat mereka yang sedang berpelukan itu, dan suara bariton seorang pria mengema.


"Pengantin baru memang selalu mesra yah,"ucap Varo mengatakan itu sambil membawa koper mereka.


Dan di ikuti derap langkah kaki anak kecil yang berlarian masuk ke dalam villa dan para keluarga Arnolda yang ada Axel, Clara, Alisa, dan baby boy mereka yang sudah hampir berumur satu tahun.


Seketika Alice dan Michele yang mendengar itu melepaskan pelukan mereka, Alice tampak antusias dan mendekati pria William itu.


"Kak Varo, apa kabar?"ujar Alice memeluk pria itu sekilas.


"Baik, maaf Al kakak tidak datang ke pernikahan mu dan dokter Antara,"ujar Varo yang duduk di sofa di ikuti anak kembar mereka.


Begitu pun dengan Michele yang merasa canggung karena semua yang ada di sana adalah para petinggi dunia bisnis yang duduk di puncak nya.


"Aunty Al nikah nya sama pak dokter yah?"tanya Lenka yang tampak penasaran itu.


"Enka bod0h, tadi kan sudah di bilang Daddy memang sama dokter,"ucap Lukas menimpali perkataan adik nya itu.


"Ukas, jangan panggil Enka bod0h itu tidak baik!"ujar Luis dengan tatapan tajam nya kepada kembaran nya itu.


"Lukas, hati-hati kalau bicara,"ujar Leon yang ikut menimpali.


Seketika Tuan muda Lukas William itu hanya memasang wajah cemberut, kenapa tidak Lenka selalu di bela kedua pria yang berdarah William itu, sedangkan Dia di katakan si pembuat onar.


"Belain aja Lenka terus, padahal kan Lukas ngomong yang benar,"ujar pria itu berlari kepada Rere dan memeluk Mommy nya itu.

__ADS_1


Alice dan Michele yang melihat itu hanya tertawa kecil melihat generasi muda para Willian itu yang tampak rusuh.


"Iyah Lenka, ini suami Aunty dokter pintar loh,"ujar Alice memberikan jempol nya kepada gadis itu.


Lenka yang mendengar itu seketika berlari dan duduk di tengah-tengah Michele dan Alice lalu menatap Michele yang juga menatap nya heran.


"Hebat sekali uncle, Lenka mau jadi dokter juga loh Uncle, kalau jadi dokter itu harus rajin belajar kan Uncle,"ujar gadis itu dengan antusias menagatakan itu kepada Michele.


Pria itu tertawa dan mengusap surai hitam Lenka khas orang asia yang bercampur dengan darah orang eropa itu sehingga terlihat unik.


"Benarkah? Tentu Lenka harus rajin belajar kalau benar benar ingin jadi dokter,"ucap pria itu menjelaskan kepada Lenka yang tampak antusias.


Rere yang melihat anak nya itu yang asal ikut nimbrung hanya mengeleng.


"Maafkan anak kami yah suami Alice, Dia akhir-akhir ini memang sering bercerita ingin menjadi dokter dan kadang mengajak kami ke RS hanya untuk melihat dokter yang lewat dan beraktifitas,"ujar Rere kepada Michele.


"Tidak apa-apa, jadi dokter adalah mimpi yang bagus, tidak semua orang bisa mampu untuk melakukan nya,"ujar Michele mengatakan itu.


Mereka semua akhirnya bercerita, sesekali bertukar informasi agar lebih kenal satu sama lain.


"Bro, jadi kau seumuran dengan Axel wah wah, tidak kusangka Reno akan menerima adik nya menikah dengan pria yang beda jauh umur nya,"ujar Varo tampak takjub itu.


"Kak Varo tidak sadar diri, kalian semua di sini pedofil jadi sama sama paham saja haha,"ujar Alice mengatakan itu.


"Saya juga tidak menyangka jodoh saya adalah gadis yang lebih muda,"ucap Michele mengatakan itu.


"Emang pedofil itu apa Daddy?"tanya Alisa kepada Axel yang tampak tenang meminum minuman nya.


Axel yang ingin menjelaskan itu seketika mendapat tatapan tajam dari Clara.


"Sayang jangan menanyakan itu,"ujar Clara kepada putri nya itu.


"Inti nya nanti kamu jangan nikah sama yang lebih tua atau duda, atau sama guru sendiri yah haha,"ujar Rere mengatakan itu kepada Alisa.


Seketika tatapan Axel dan Clara menatap Rere dengan tajam yang mendapat cengegesan canggung dari Rere, begitu lah pertemuan ketiga keluarga itu dengan jadwal yang mendadak.

__ADS_1


__ADS_2