
Pagi ini Axel bangun lebih dulu oleh Clara, pria itu menatap gadis yang tertidur di samping nya dengan senyum smirk nya, tentu saja Clara akan tertidur lebih lama secara gadis itu di buat kelelahan di pengalaman pertama nya oleh suami nya sendiri, Axel berdiri dari ranjang lalu menuju kolom renang di lantai bawah, pria itu hanya memakai celana renang, dan langsung melompat ke dalam, Axel menikmati berenang ketika pagi hari itu, badan nya terasa sangat segar, saat pria itu sedang berenang Alisa dan Veronica datang menghampiri dengan membawa juice dan meletakan nya di meja tepi kolam renang itu.
"Honey, apa kau sukses semalam" teriak Veronica kepada putra tunggal nya itu.
Axel yang mendengar teriakan itu berenang menepi menuju ke tempat Mommy dan Alisa itu, pria itu duduk di kursi tepi kolam berenang itu, pria itu menatap Mommy nya yang menatap diri nya dengan senyum mengembang, Axel menyuruput minuman itu hingga tandas lalu berkata.
"Apa nya" ujar pria itu dengan datar nya.
"Jangan sok polos, Kau itu sudah tua" ejek Veronica dengan kesal.
"Menurut Mom" ujar Axel malah membuat Veronica makin penasaran.
"Menurut Mom itu sukses, lihat punggung Mu ada bekas, Haha kau saja tidak menyadari nya, apa Kau bermain sangat ganas sampai istri mu mencakar mu seperti itu" ujar Veronica tertawa menatap Axel.
Axel yang tidak menyadari itu tentu baru ingat apa yang terjadi kemarin, pria itu menatap pembantu mansion Arnolda yang menatap nya itu pantas saja Dia merasa aneh dari semenjak keluar dari kamar tadi, ternyata banyak pasang mata yang melihat nya.
"Emang Daddy ngapain kok di cakar Mommy? Kalian berantem lagi yah? Daddy sakit tidak, Alisa tidak di izin kan Grandma masuk kamar Mommy, kata Grandma Mommy sakit, gara-gara Daddy yah?" ujar gadis itu dengan khawatir mengeluarkan beberapa runtun pertanyaan yang sangat banyak kepada Daddy nya.
"Sayang, Daddy dan Mommy sedang membuat adik untuk Mu, Alisa mau kan punya adik baru" tutur Veronica berbicara tanpa ada sensor nya itu.
"Mommm, Alisa masih kecil astaga" ujar Axel menatap geram kepada Mommy nya.
"Benarkah? Tentu Alisa mau" ujar Alisa yang juga menjawab itu dengan polos nya.
Pembicaraan itu terus berlanjut hingga siang hari, Clara yang baru terbangun itu mengerjapkan mata nya beberapa kali lalu menatap dinding kamar itu, gadis itu melenguh, seluruh badan nya terasa sangat remuk karena suami nya bermain sangat ganas, bayangan kejadian tadi malam membuat wajah gadis itu memerah karena mengigat nya.
"Aku bisa gila" gumam Clara menatap langit-langit kamar itu.
"Gila kenapa?" ujar seorang pria yang sedang di sofa kamar itu sambil meletakan koran nya, Dia adalah Axel Arnolda suami dari Clara saat ini.
__ADS_1
"Astaga, sejak kapan Pak Axel disana, bikin jantungan saja" kesal Clara kepada suami nya itu.
"Pak, Bapak, Aku ini sudah menjadi suami mu walaupun itu sangat mendadak, Aku bukan Bapak mu atau pun guru mu lagi yang mengajari mu di sekolah, Aku suami, berikan panggilan lain" ketus Axel kepada gadis itu yang masih berbaring.
"Axel?" ujar Clara menatap pria itu
Pletak..
Kening gadis itu di jitak pelan oleh suami nya, karena mendengar istri nya malah memanggil nya dengan hanya nama saja, Clara mengusap kening nya bekas jitak suami nya itu.
"Kau kira kita seumuran, dimana sopan santun mu, panggil Aku honey" ujar Axel tersenyum miring kepada gadis itu.
"Tidak, tidak mau!" tolak Clara secara langsung.
Axel menatap gadis itu lalu naik ke atas kasur dan menghimpit tubuh Clara yang berada di bawah nya, pria itu menarik dagu istri nya dan ******* nya beberapa saat, Axel melepaskan pangutan itu lalu tersenyum miring menatap Clara yang malah membuang muka karena malu.
"Katakan tidak lagi, Aku akan mencium" bisik Axel ke telinga gadis itu.
Clara yang baru mengatakan itu setengah, melihat Axel yang kembali bersiap mencium nya, dengan kuat Clara mendorong wajah tampan suami nya itu menjauh dari wajah nya lalu berkata.
"Iya Honey" ujar Clara tersenyum kecut kepada suami nya itu.
"Anak pintar" ujar Axel mengusap pipi Clara, lalu turun dari ranjang.
'Aku tidak tahu, apakah ini cinta atau hanya perasaan nafsu semata, di sisi lain aku sangat candu dan terus khawatir kepada mu, tetapi di sisi lain aku masih mencintai Clarissa' batin Axel menatap gadis itu.
Clara membalut tubuh nya dengan selimut,lalu bersiap turun dari ranjang, saat gadis itu ingin turun, bagian pangkal paha nya terasa sangat sakit, Clara kembali terduduk dan meringis kesakita.
"Akh, kok sangat sih" gumam Clara.
__ADS_1
"Kenapa sakit yah?" goda Axel kepada gadis itu.
Clara dengan kesal menatap Axel yang malah menertawakan penderitaan nya itu, padahal itu gara-gara diri nya yang melakukan hal itu kepada istri nya.
"Huaaa jahat honey jahat, sakit tapi malah di ketawain, Mommyyy" teriak Clara sambil menangis dan melempari Axel dengan bantal itu.
"Astaga, udah, udah kok nangis sih, bercanda" ujar Axel dengan panik menghampiri Clara yang terus berteriak dan memanggil Veronica itu.
"Salah siapa? Clara sakit gara siapa? yang beginian siapa? tapi malah di ketawain ga punya hati!" teriak gadis itu melempar semua barang kepada Axel.
Veronica yang mendengar keributan itu datang dan masuk ke dalam kamar, terlihat Axel yang di lempari dengan barang begitu juga dengan Clara yang tubuh nya di baluat sampai leher dengan selimut.
"Cie romantis banget sih"ujar Veronica mengoda pasutri itu.
"Mommy romantis apa, Aku di lempari barang oleh nya" ujar Axel yang terus menghindar, pria itu mendekat kepada Clara agar tidak terus melempari Dia dengan barang, bukan nya bisa menghentikan nya Axel yang mendekat itu malah rambut nya di jambak oleh Clara sambil menangis.
"Eh Cla udah, kasian suami kamu" ujar Veronica berusaha melerai keadaan.
"Tapi honey jahat Mom, Clara sakit itu nya tapi Dia malah ketawain, gara-gara siapa coba" ujar Clara menatap ibu mertua nya itu.
"Axel kamu nakal yah, bantu Clara ke kamar mandi jangan ribut lagi, turun dan pergi makan!" tegas Veronica kepada sepasang insan itu berlalu pergi dari kamar itu.
"Nah dengar kan, udah" ujar Axel melepaskan tangan Clara dari rambut nya dengan perlahan.
"Dasar, cepat gendong antar ke kamar mandi" ujar Clara merentangkan kedua tangan nya kepada Axel.
Dengan kesal Axel hanya menurut dan membantu Clara ke kamar mandi, pria itu di paksa keluar oleh Clara saat Dia bilang ingin mandi sendiri, tetapi Axel bilang Clara tidak akan bisa bergerak karena sakit dengan alasan itu Axel tinggal di kamar mandi.
"Ayo" bisik Axel saat mengosok tubuh gadia itu.
__ADS_1
"Aaa tidak dasar mesum, pergi!" ujar Clara saat Axel malah melepaskan baju nya dan masuk ke dalam bath up.
'Dasar duda, seperti nya orang yang akan menikah dengan Duda akan bernasib sama seperti ku, sudah lama menahan nafsu, sekali nya dapat, astagfirullah' batin Clara yang hanya bisa mengikuti permainan pria nya itu kali ini.