Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 54-KABAR BURUK UNTUK ALFEROZ


__ADS_3

Alessia berteriak histeris seketika semua orang yang ada di sana kaget, begitu pun dengan Dante yang sangat terkejut mendengar suara Alessia menangis sambil memanggil Reno, anak pria nya itu langsung menghampiri Alessia begitu pun dengan yang lain nya.


"Mom, are you ok?" tanya Reno dengan wajah khawatir nya.


"Sayang ada apa kenapa kau seperti itu,"ujar Dante kepada istri nya.


"Ale ceritakan perlahan, jangan terus menangis,"ujar Ananda kepada besan nya itu agar tetap tenang.


Alessia tidak dapat berbicara, wanita paruh baya itu di papah oleh Dante agar duduk di sofa, ponsel nya Dia berikan kepada Reno, anak nya itu melihat panggilan dari nomor Alice.


"Alice?"gumam Reno mengarahkan ponsel itu ke telinga nya.


Sementara itu di seberang telpon sana seseorang terus memanggil nama orang yang menerima telpon itu, karena memang ada hal penting yang harus di beritahukan.


"Halo, halo, Nyonya?"tanya orang itu di seberang telpon sana.


"Siapa ini? Di mana Alice?"tanya Reno menjawab seseorang yang memanggil itu.


"Alice? Apa maksud Anda pemilik ponsel ini nama nya Alice Tuan? Dia sedang di bawa ke RS, Dia di temukan di gang dan hampir di aniaya oleh beberapa sekelompok pria,"ujar seseorang yang menelpon itu.


Seketika Reno terdiam, Dia berusaha tidak panik agar informasi yang Dia terima jelas, Reno diam sebentar lalu menanyakan lebih lanjut.


"RS mana? Kalau di RS Alferoz, saya minta tolong langsung suruh perawat anatar ke ruangan VVIP karena ini perintah pemilik RS, Reno Alferoz, Saya akan menuju ke sana, Anda sebaiknya tunggu di tempat resepsionis ada yang ingin saya tanyakan,"ujar Reno kepada pria yang menelpon itu.


"Ba baik Tuan Alferoz,"ujar pria itu gugup karena Dia menelpon seorang bilioner yang terkenal di Eropa.


Tut..


Reno langsung mematikan ponsel nya, semua orang menatap dengan tatapan penuh tanda tanya, Anggun menatap manik mata suami nya itu yang terlihat khawatir tapi berusaha tenang.


"Hubby, apa yang terjadi?"tanya Anggun kepada suami nya itu.

__ADS_1


"Alice masuk RS, Aku belum tahu detail nya tapi ada beberapa pria yang berusaha berniat buruk kepada Alice,"ujar Reno menatap semua orang dengan tatapan datar nya.


Brak..


Seketika itu Samuel yang sedang duduk, mengebrak meja nya dengan kasar mendengar kata ada yang bersikap buruk kepada Alice, si kembar yang masih kecil dan tidak tahu situasi itu ketakutan dan menangis.


"Bajing@n siapa yang berani menyentuh nya,"ujar Samuel dengan tatapan membunuh nya.


Huaaa hiks.. hiks..


Si kembar menangis mendengar gebrakan meja serta melihat Samuel marah-marah itu, Varo yang melihat itu menyuruh istri nya agar segera masuk dan membawa kembar ke kamar.


"Sayang bawa anak-anak ke kamar, Clara juga kalian semua tinggal di satu kamar dahulu, anak-anak akan takut jika lebih lama lagi,"ujar Varo kepada istri nya itu.


"Iya Mas,"ujar Rere yang mengerti maksud suami nya itu dan berlalu pergi.


"Alisa, ikut Mommy,"ujar Axel kepada gadis yang terlihat juga kaget tapi hanya mematung itu.


Seketika Alisa langsung berlari mendekati Clara dan adiknya Stevel menuju ke dalam kamar, suasana seketika menegang saat Samuel masih memperlihatkan tatapan tajam nya, Reno tetap dengan wajah datar dan tenang nya bukan karena tidak khawatir tapi Dia hanya tidak ingin memperkeruh suasana.


"Ren, kau datang lah terlebih dahulu bersama Anggun, Daddy akan menenangkan Mommy mu dulu,"ujar Dante kepada Alessia yang tampak terus menangis.


"Aku akan menemui Kevin di markas, dan mencari tahu nya di sana,"ucap Samuel masih dengan tatapan tajam nya.


Sementara itu Axel dan Reno memilih untuk pergi dengan Samuel mencari informasi ke tempat markas Aeros, terlebih Varo juga sudah lama tidak berkunjung ke dalam sana.


"Sam, kita pergi,"ujar Varo menatap Samuel yang terlihat sudah tidak sabaran.


"Reno, Aku akan menemukan nya malam ini tanpa terkecuali, Kau tetap tanyakan informasi kepada pria yang menemukan Anggun,"ujar Samuel kepada pria itu.


"Baiklah,"ujar Reno yang mendapat anggukan dari pria itu.

__ADS_1


Mereka akhir nya pergi dari mansion, dengan tujuan masing-masing, darah Samuel terus berdesir seketika otak nya sudah berpikiran buruk kepada pacar Alice yang mengajak nya jalan-jalan nya tadi.


Tin..


"Si@lan, apa itu pacar Alice?"ujar Samuel memukul setir mobil nya.


Pria itu melajukan mobil nya menuju markas pusat Aeors di kota Roma, Varo tidak pernah sama sekali melarang Samuel bertindak di luar keinginan dan kebutuhan keluarga William, karena Aeros juga memiliki peraturan yang menguji ardenalin, seperti Aeros sendiri adalah hak sang ketua, tetapi urusan utama tetap William.


"Sam, tenang lah kau selalu mengutamakan emosi mu, bersikap lah seperti Reno, dalam keadaan ini seharus nya kau bisa tenang bukan?"ujar Varo yang duduk di samping kursi pengemudi.


"Baik Tuan,"ujar Samuel dengan satu kata nya.


"Apa menurut mu itu pacar nya?"ujar Axel kepada dua pria itu.


"Aku juga berpikiran sama Om Axel,"ujar Samuel meyakinkan feeling nya.


Di sisi lain Reno melajukan mobil nya dengan kecepatan sedikit di atas rata-rata wajah nya yang tenang tidak sesuai dengan hati nya, Anggun yang sangat paham kalau suami nya adalah tipe pria yang tidak akan menunjukan perasaan nya itu kepada orang lain, sangat mengerti dan memahami setiap tindakan nya.


Anggun mengegam tangan pria itu yang terlihat mencengkram kuat setir mobil, gadis itu mengegam tangan Reno, dan menatap wajah nya dengan tatapan tersenyum.


"Hubby, sabar yah, Aku tahu kamu juga khawatir sama Alice,"ujar Anggun menatap wajah suami nya.


Ckit...


Suara mobil di rem mendadak terdengar jelas, Reno memberhentikan mobil nya lalu dengan tatapan sendu nya pria itu mulai menjatuhkan kepala nya di pelukan Anggun.


"Aku tidak bisa melihat kan kesedihan ku, dari dulu Aku tidak pernah becus menjaga Alice Little,"


"Kau tahu bukan saat Dia koma selama tiga tahun, itu di mana saat kejadian kecelakaan di mana Aku tidak bisa menyelamatkan Alice, Aku seorang Kakak yang tidak becus,"ujar Reno air mata nya mulai keluar.


"Tidak ada hal yang bisa Aku sembunyikan terhadap mu, termasuk perasaan ku, terimakasih sudah berada di sisi ku dan mengerti diri ku, saat Aku sendiri berusaha mengabaikan diri ku sendiri Little,"ujar Reno.

__ADS_1


Pelukan itu dan air mata Reno menandakan betapa Dia merasa bersalah merasa gagal menjadi Kakak untuk kedua kali nya untuk Alice.


"Tetap lah jujur kepada ku, kesedihan mu juga kesedihan ku Hubby,"


__ADS_2