
Tring.. tring..
Sebuah ponsel berdering saat Anggun yang berada di dapur itu ingin memasak dengan benar kali ini untuk suami tercinta nya itu.
"Siapa yah?"tanya Anggun mengambil ponsel nya.
"Halo sayang,"ucap suara Ananda dari seberang sana.
"Mamaaa Anggun kangen, ajak Anggun pulang Maa,"rengek gadis itu mendapati Mama nya yang menelpon.
"Huft, kau masih saja merengek seperti itu, Anggun Mama menelpon mu cuman mau mendegar kabar Reno, apa Dia baik-baik saja?"tanya Ananda kepada anak nya itu.
"Kenapa Mama bertanya seperti itu, menantu mu itu baik-baik saja Ma, harus nya kau menanyai kabar ku,"kesal Anggun memanyunkan bibir nya ke depan.
"Mama bertanya seperti itu karena harus mengurus seorang gadis yang hanya bisa merengek dan tidak bisa memasak, kau itu lakukan Reno sebaik mungkin jangan berbuat masalah,"ucap Ananda memperingati anak nya itu.
"Aku itu seorang CEO sekarang, Papa juga mengakui kepintaran ku, Mama jangan menganggap ku anak kecil lagi,"ketus Anggun.
"Yang tahu lebih baik diri mu itu Mama, kau memang pintar dalam bisnis seperti Papa Mu, tetapi sikap manja dan jahil mu tidak bisa hilang, sudah lah Mama ingin melanjutkan liburan ini,"ucap Ananda langsung mematikan ponsel itu.
Pip..
Anggun menatap ponsel nya dengan tatapan cemberut.
"Semua orang liburan, giliran Aku di suruh jagain perusahaan,"ucap Anggun cemberut.
Orang tua Anggun memang pergi liburan, dan di mansion juga Anggun tinggal dengan suami dan adik ipar nya, sementara itu Alice yang sering ke kampus kadang juga jarang pulang ke mansion dan lebih sering balik ke apartemen, mansion yang besar ini terasa sangat hampa.
"Huft, Aku ingin jadi kecil lagi,"gumam Anggun menghembuskan nafas nya.
Reno yang turun untuk makan malam itu, melihat Anggun yang sedang berbicara sendiri, pria itu duduk di meja makan dan mendegar pembicaraan nya dengan seseorang yang sedang menelpon hingga selesai.
"Kau memang sudah little,"ucap Reno dengan datar nya.
"Kulkas kau sudah turun, ayo makan,"ucap Anggun yang membawa masakan nya itu ke hadapan Reno.
Sebenarnya para pelayan juga memasak, di meja itu sudah tersedia semua jenisa masakan yang ada, tapi ketika Anggun menyodorkan nasi goreng di depan nya tanpa pikir panjang pria itu menyuapi ke mulut nya, Anggun yang melihat itu hanya tersenyum penasaran dengan hasil nya.
__ADS_1
"Gimana enak tidak?"ucap Anggun dengan antusias.
'Asin' batin Reno.
Pria itu memakan nasi goreng buatan Anggun sampai habis tanpa menjawab perkataan istri nya itu, sepiring nasi goreng yang memang khusus hanya untuk Reno itu telah habis tanpa bersisa.
"Wah seperti nya masakan ku enak kali ini, besok Aku akan memasak yang lain lagi,"teriak Anggun kepada Reno.
Reno meninggalkan Anggun setelah selesai makan menuju ruang kerja nya sendiri, teriakan gadis itu hanya membuat nya tersenyum miring.
'Setidak nya Dia berusaha' batin Reno.
Saat ini Anggun telah selesai membantu para pelayan di dapur, sikap gadis itu yang anti bekerja sekarang sudah bisa di maafkan sedikit karena Dia sudah mulai bisa-bisa lah ke dapur, Anggun yang sedang duduk di meja rias nya itu hanya mendegus kesal melihat kuku nya yang sudah tidak berbentuk.
"Kuku cantik ku, harus nya Aku tidak mencuci piring saja, besok biar pelayan saja, lagi pula Kulkas kan tidak marah,"ucap Anggun dengan santai nya.
Gadis itu yang ingin bersiap-siap tidur menggunakan skincare malam nya terlebih dahulu, dengan beberapa step Anggun melakukan nya.
Krek..
Suara pintu kamar terbuka, Reno yang baru masuk membawa satu buku di tangan nya hanya mengerutkan kening nya heran.
"Karena ini akan membuat ku tambah cantik,"ucap Anggun menjawab seadan nya.
"Minggir,"ucap Reno mendorong tubuh gadis itu.
Srek..
Reno mendorong beberapa alat make up itu setengah nya, lalu sangat pas masuk dari atas meja ke tong sampah.
"Hei! Apa yang kau lakukan itu sangat mahal,"ucap Anggun dengan kaget.
Pria itu tidak mendengar sama sekali perkataan istri nya, Reno berjalan ke balkon kamar mereka yang di lantai dua itu, lalu menjatuhkan tong sampah itu ke bawah, penjaga yang sedang lewat itu seketika mendongkak ke atas melihat tong sampah yang di lempar dari atas langit itu.
"TIDAK!!! MILIKKU, AKH KENAPA KAU MEMBUANG NYA?!"teriak Anggun dengan kesal menatap Reno.
Tap.. tap..
__ADS_1
Langkah kaki pria itu mendekati wajah istri nya, Reno memegang dagu Anggun lalu memutar ke kanan dan kiri mengamati wajah gadis itu, lalu berkata.
"Kau sudah cantik, jangan jadi lebih cantik lagi,"ucap Reno dengan datar nya menatap wajah gadis itu.
Deg.. deg..
Pipi Anggun seketika memerah mendegar perkataan suami nya itu, entah apa yang pria itu makan kenapa ekspresi nya tetap terjaga datar walaupun mengatakan hal yang membuat diri nya merasa dag dug deg boom asek.
'Apa Dia tidak normal? Wajah nya tetap datar mengatakan hal yang membuat jantung ku berdiskotik seperti ini' batin Anggun.
"Ck, sudahlah,"ujar Anggun membaringkan tubuh nya di kasur.
Akhirnya mereka berdua berbaring di kasur, Anggun yang tidak bisa memejamkan mata nya itu seketika berpikir ingin mengerjai suami nya dengan mengambil guling pembatasan dan menendang nya ke bawah, Reno yang menyadari itu langsung menatap Anggun.
"Apa yang kau lakukan? Ambil lagi cepat!"ucap pria itu tegas menatap Anggun.
"Ambil sendiri kau kan punya tangan,"ucap Anggun membuang muka nya lalu tertawa kecil di sebalik selimut.
Dengan sabar Reno turun dan ingin mengambil guling itu, tetapi ternyata Anggun melompat dan menunduki guling itu, gadis itu membuka pintu balkon dan membuang guling itu ke bawah seperti yang Reno lakukan.
"Haha ini pembalasan ku,"ucap Anggun yang ingin membuang nya.
Tetapi tangan Reno lebih cepat, pria itu mengambil nya lalu kembali mendekati tempat tidur, Anggun yang kesal itu kembali mencuri guling dari tangan Reno.
"Lepaskan little,"ucap Reno menatap Anggun tajam.
"Tidak mau, kau saja,"ucap Anggun mengejek pria itu dengan wajah bodoh nya.
Dengan kesal Reno menarik guling itu, begitu juga Anggun hingga akhir nya terjadi lah tarik menarik bantal guling di kamar itu, huh tengah malam mereka di lewati dengan olahraga pemacu emosi yah, hingga akhir nya Reno melemaskan tarikan itu dan Anggun menarik nya kuat.
Bugh..
Posisi mereka saat ini adalah Reno mengukung tubub mungil istri nya yang terjatuh di lantai, tangan pria itu memegangi belakang kepala Anggun dengan wajah khawatir.
"Little apa kau baik-baik saja? Apa kepala mu sakit, Little jawab Aku!"ucap Reno.
Aduh Reno so sweet banget, masih sempat itu tangan nyelamatin kepala anak pecicilan kayak Anggun.
__ADS_1
Di mata Anggun saat ini suara pria itu tidak terdengar sama sekali, Dia seolah-olah tuli, penglihatan Reno di mata Anggun menjadi slowmo serta wajah ke khwatiran pria itu membuat nya terlihat sangat tampan, lihat alis mata, hidung, serta rahang yang kokoh itu, membuat Aku gila hiya hiya.
'*Mama tolong Aku, seperti n*ya virus virus ini mulai mengerogoti hati dan perasaan ku'