
Seketika Reno yang mendengar jawaban tegas Michele itu hanya bisa menatap pasrah, karena entah kenapa dari mimik wajah dan bicara nya kalau pria itu memang sangat serius dengan apa yang di omong kan nya.
"Yasudah besok ajak orang tua makan siang, tapi belum tentu Aku mengizin kan mu, karena kau bilang nengajak mereka untuk membuktikan sesuatu,"ujar Reno dengan tatapan datar nya.
"Baiklah,"ujar Michele yang juga menatap pasti kepada pria itu.
"Wah begitu dong, ajak yah orang tua mu Mommy juga kangen sama Mom mu,"ujar Alessia tersenyum kepada Michele.
"Baik Nyonya, yasudah saya pamit dulu hari sudah semakin malam,"ujar Michele mengatakan itu kepada Alessia dan yang lain nya.
"Aku akan mengantar kakak ke depan,"ujar Alice mengatakan itu.
Jadilah Michele saat ini keluar dari mansion di ekori Alice di belakang nya yang berlari mengejar nya ke depan, sementara itu Reno hanya diam tampak berpikir sambil memainkan jari nya.
"Ayo Mom, kita lihat mereka Aku kepo,"ujar Anggun kepada Alessia.
"Ayo, ayo, ayo Mom juga nih,"ujar wanita paruh baya itu mengatakan kepada Anggun.
Mereka berdua adalah menantu dan mertua yang sangat kompak, kedua orang itu bersembunyi sambil melihat interaksi kedua orang itu, sedangkan yang di lihat saling menatap dan hanya diam.
"Kenapa kok diem kak?"tanya Alice menatap pria dengan heran.
Huft...
Michele menghembus kan nafas nya kasar, lalu tiba-tiba memeluk gadis itu dan menjatuh kan kepala nya ke leher Alice, gadis itu hanya menerima nya dengan tatapan heran nya.
"Aku sangat gugup tadi, tapi untung ada kau yang meyakin kan Aku,"
"Dan Aku takut keluarga mu akan menentang hubungan kita walaupun Aku sudah membawa orang tua ku, dan kenapa mulut mu itu sangat mudah keceplosan,"ujar Michele dengan gemas mencubit pipi gadis itu.
Au..
Alice yang pipi nya di cubit hanya memasang wajah cemberut sambil mengusap nya dengan kasar karena kesakitan itu, lalu menatap pria itu kesal.
__ADS_1
"Aku tidak sengaja, sangat susah tidak memanggil mu dengan sebutan sayang,"ujar Alice mengoyang kan tangan Michele seolah olah memainkan nya, dan memberikan alasan seperti anak kecil itu.
"Tidak apa-apa lambat atau cepat Aku juga akan meminta izin tapi masalah nya ini terlalu cepat,"ujar Michele menghela nafas nya pelan.
"Hehe maaf yah, jangan marah, nanti ganteng nya hilang, oiya kak Michele ganteng banget kacamata kayak di film film hollowod itu pemeran utama nya ganteng,"ujar gadis itu yang baru mengomeni penampilan pacar nya.
"Yah itu selalu yang kau katakan kepada ku, Aku ini pria pintar, memakai jas dokter ini apa membuat mu bangga kepada ku?"tanya Michele tersenyum kecil.
"Tentu saja,"ujar gadis itu mengangguk.
Michele mengusap pipi gadis itu, lalu menyingunkan senyuman yang hanya Dia berikan kepada Alice itu, lalu mengangkat satu tangan Alice dan mencium punggung tangan gadis itu.
Cup..
"Aku pulang dulu tuan putri, tidur lah,"ujar Michele mengatakan itu.
"Kok cium tangan doang, cium ini,"tanya Alice memayunkan bibir nya.
Michele tertawa kecil lalu membisikan sesuatu kepada gadis itu.
Bye..
Alice melambaikan tangan nya melihat mobil Michele menjauh dari sana, sementara itu Alice melangkah kan kaki nya dan menatap kedua orang yang bersembunyi menatap diri nya.
"Mommy! Kakak ipar! Kalian menganggu ku, Kak Michele tidak mau mencium ku gara-gara kalian mengintip kami,"ujar gadis cemberut menatap kedua orang yang sedang bersembunyi.
Seketika kedua wanita kaget mengetahui Alice yang sudah di depan mereka dan memergoki mereka yang sedang mengintip itu, seketika kedua nya hanya cengegesan menatap wajah Alice.
"Hehe, tapi serius Aku penasaran kenapa kalian bisa jadian, kenapa kau sangat berani menembak nya dulu?"tanya Anggun kepada gadis itu dengan antusias.
Memang bumil itu jiwa-jiwa kekepoan nya sangat mendalam sekali yah, begitu pun dengan Alessia yang malah ikut-ikutan.
"Sayang, Mommy tidak permasalah kan hubungan kalian, tapi Reno sebagai kakak mu juga ada hak untuk menentang, tapi Mommy setuju kok Michele itu pria pintar dan dewasa di mata Mommy,"ujar Alessia mengatakan itu.
__ADS_1
Begitulah jadi nya para perempuan bergosip dan bertanya, sedangkan kedua pria yang hanya diam itu hanya duduk di sofa tanpa mengatakan sepatah kata pun yang ada.
Sedangkan Michele yang sedang mengendarai mobil nya itu masih berpikir keras cara mengatakan nya kepada Mommy nya itu.
"Sebaiknya Aku pulang ke rumah saja ya,"gumam Michele yang langsung mengas mobil nya.
Pria itu tanpa pikir panjang langsung melajukan mobil nya kepada Mommy nya, tidak ada di pikiran nya selain mempastikan hubungan nya dengan Alice tetap baik-baik saja.
Setelah beberapa puluh menit menempuh perjalanan Michele memarkirkan mobil nya dan turun dari mobil, pria itu langsung membuka pintu dan melihat keluarga nya yang sedang berkumpul di ruang televisi itu, terutama kedua kakak perempuan nya.
'Kadang melihat ini, Aku jadi ingin pindah lagi, tapi itu tidak mungkin,' batin Michele berjalan ke sofa itu.
Drap.. drap..
Suara langkah kaki itu membuat semua pandangan semua orang menatap Michele terutama Mommy dan kedua kakak perempuan nya yang sangat antusias melihat kedatangan Michele.
"Ellllllll,"ujar kedua kakak perempuan Michele bernama Liona dan Liana menghampiri dan memeluk leher adik nya itu.
Bruk..
Liana memukul kuat kepala adik nya itu sangat kuat, sehingga membuat Michele meringis kesakitan dan memegang kepala nya sambil mengumpat.
"Liana si@lan kepala ku,"ujar Michele mengelus kepala nya.
"Masih ingat rumah kau ya? Ini semua gara teman-teman mu yang bernama Revian itu selalu mengajari mu hal bukan-bukan sampai-sampai adik ku yang dulu nya polos untuk pulang saja tidak mau mengujungi keluarga nya ini,"ujar Liana mengutuk teman pria itu.
"Jangan salah kan Revi, Dia yang merubah ku jadi lebih baik, dan Aku sudah besar sis kalian ini jangan seenak nya memeluk ku, sebaik nya kalian menikah atau Aku yang akan dulu melewati kalian,"ujar Michele kesal melepaskan pelukan itu.
Seketika jawaban Michele membuat suasana terdiam semua nya, mereka menatap Michele dengan tatapan penuh tanda tanya itu.
"Emang kamu punya calon? Jangan bilang dengan salah satu j@lang eksperimen mu itu, Mommy tidak akan menyetujui nya,"ujar Mommy Michele menolak mentah-mentah.
"Dengan Nona Alice Alferoz,"ujar pria itu bergumam dengan wajah malu nya.
__ADS_1
Lalu semua orang yang mendengar itu seketika kaget menatap Michele tidak percaya.
"Hah?"