
Ruang karaoke tempat Alice dan Mark berada terdengar berisik oleh nyanyian suara teman-teman Mark yang fals, sehabis menonton di bioskop tadi Mark mengajak Alice untuk ke karaoke sekedar melanjutkan kencan mereka, tapi kenyataan nya apa, bukan cuman mereka berdua melainkan ada teman-teman pria Mark serta sahabat wanita yang selalu menempel kepada Mark bernama Lisa.
Jedag.. jedug..
Begitulah terdengar dentuman musik keras di pendengaran Alice terdengar, gadis itu bertepuk tangan ketika melihat pacar nya menyanyi dan mempersembahkan lagu itu untuk diri nya.
"Sayang, ini lagi untuk mu,"ujar Mark tersenyum kepada Alice.
"Wahhhh I love babe,"teriak Alice agar suara nya terdengar oleh Mark.
Dengan berjalan lengak lengok seperti model Lisa mengambil mic dan ikut bernyanyi duet bersama Mark, lagu yang seharus nya untuk Alice, seolah olah di nyanyikan untuk Lisa, karena tatapan pria itu selalu jatuh kepada Lisa.
"Wah panas, panas,"teriak teman-teman Mark karena melihat aksi Lisa.
Wanita itu mengalungkan lengan nya dan berjoget mengoda Mark, Alice yang menatap itu hanya bisa mencengkram kuat ujung rok nya dengan tatapan kesal.
'Sahabat sahabat, apaan sahabat kayak ***** gitu kelakuan nya,' batin Alice dengan kesal.
Akhirnya kedua orang itu selesai bernyanyi, Mark duduk di samping Alice dan menatap mata pacar nya yang terlihat kesal kepada diri nya itu.
"Hei jangan cemberut, cantik nya luntur tuh,"ujat Mark mengoda pacar nya.
"Kamu kenapa sih, selalu setiap kencan ada itu Lele,"ujar Alice menatap Lisa dengan tatapan kesal.
"Lisa sayang,"ujar Mark menghela nafas nya.
"Bodo amad, lele, Lisa, lintah darat, buaya betina mungkin,"ujar Alice mengumpati wanita itu.
"Kamu kenapa sih segitu benci nya sama Lisa? Aku kan udah bilang, Dia juga punya pacar, kita cuman sahabatan, Kamu kan juga udah tahu,"ujar Mark memberikan pengertian kepada sang pacar.
Saat mereka tengah mengobrol, tiba-tiba suara pintu terdengar tergebrak dari luar dengan kasar.
__ADS_1
Brak...
"Mana Mark! Oi @njing sini maju Lu,"teriak pria yang membuka kasar pintu itu.
Seketika semua orang di sana terkejut, termasuk teman-teman Mark yang tidak suka di perlakukan buruk seperti itu mereka mulai melawan dan adu mulut serta adu otot.
"Apa-apaan nih, ga asik main Lu,"
"Lu kira, ini tempat punya Nenek moyang Lu asal gebrek b@ngsat!"teriak teman-teman Mark itu.
Salah satu pria yang datang masuk itu, mencengkram kerah baju teman Mark yang mengumpat dan meneriaki diri nya, dengan tatapan tajam.
"Lu gatau masalah nya, ga usah banyak bacot, itu sih Mark udah hamilin adik Gua, dengan enak nya Dia cuman bilang one night stand, Gua tahu hal beginian biasa di sini, tapi kalau itu mau sesama mau, Dia maksa adek Gua masalah nya!"bentak pria itu dengan mata memerah.
Seketika Alice yang mendengar itu terkejut dan langsung berdiri dari duduk nya, dengan tatapan tidak percaya Alice berjalan menghampiri Mark yang berdiri di dekat pintu.
"Mark, Kamu serius?"tanya Alice dengan wajah yang tidak percaya.
"Kamu serius lakuin hal itu, saat kita masih punya hubungan, kamu berani nya begituan!"teriak Alice dengan suara bergetar.
Plak..
Dengan tatapan tajam, dan tangan yang terasa sakit akibat menampar wajah Mark serta air mata yang runtuh akibat pertahanan nya itu, Alice tidak menyangka, padahal Mark adalah pacar yang Dia temui setelah masuk kampus untuk pertama kali, sikap Mark yang baik dan senang membuat nya tertawa, mereka sudah berjanji akan selalu jujur dengan alasan apa pun, dan setelah Alice lulus mereka akan menikah.
"Dasar cowo br3ngsek!"teriak Alice kepada Mark.
Seketika Mark yang mendapat tamparan itu, mengusap darah kecil yang tergores akibat kuku Alice di pipi nya, pria itu tersenyum lalu membalas tamparan itu di wajah Alice.
Plak...
"Cewe ga tau diri, Gua gitu juga karena Lu ga mau di ajakin ML b@ngsat, Gua cowo normal punya h@srat yang harus di salurin, untung Gua punya Lisa yang selalu bantu Gua, untuk itu cewe juga kebetulan Gua ketemu di kampus,"ujar Mark dengan suara enteng nya.
__ADS_1
Seketika mata Alice membulat, rasa sakit di pipi nya tidak seberapa dengan rasa sakit di hati nya, apa maksudnya? Jadi selama ini Mark melakukan nya dengan Lisa, sungguh seketika perut Alice mual membayangkan hal itu, menjijikan sangat menjijikan ketika hal itu terlintas di benak nya.
"Oi Mark, ga usah banyak bacot Lu! Ga usah berantem di sini, Gua mau minta tanggung jawab Lu!"teriak pria yang datang tadi.
Dengan langkah seribu Mark menarik tangan Lisa dan keluar dari ruangan itu, begitu pun dengan teman-teman Mark yang ikut kabur, tentu hal itu membuat Alice kaget di tatap karena hanya diri nya yang tinggal, dengan ketakutan dan tangan yang bergetar Alice lari sekuat mungkin keluar dari tempat karaoke menyusuri jalanan gang yang sepi itu karena tempat karaoke nya memang sepi.
"Mark setan, bisa bisa nya Dia ngajak lari Lisa bukan Aku, siapa yang pacar nya!"teriak Alice terus berlari sambil menangis.
Gadis itu kehilangan jejak Mark, dan teman-teman nya itu, dengan celingak celinguk kanan kiri Alice berusaha berlari ke gang yang mungkin Dia kira jalan yang lebih cepat ke jalanan umum, tapi apa lah daya Alice itu hanya jalanan gang buntu yang Dia lihat.
Drap.. drap..
"Si@l kok cuman ini cewe, di mana Mark?"tanya pria itu kepada teman-teman nya.
"Gatau bos, udah ga kelihatan lagi,"ujar teman pria itu.
Dengan langkah pelan pria itu mendekat kepada Alice dan menjambak rambut Alice dengan kasar sehingga membuat kepala gadis itu mendongkak ke atas karena di tarik secara kasar.
"Cowo Lu ga ada, jadi sebagai ganti nya itu Lu, bisa-bisa nya Dia lakuin hal itu, Gua harus kasih pelajaran sama cewe nya, biar itu Mark tahu rasa,"ujar pria itu menendang tempat di bagian tulang rusuk Alice.
Akh...
Suara teriakan kesakitan di gang itu terdengar jelas dan nyaring, Alice berusaha menjelaskan kalau Dia tidak ada hubungan lagi dengan Mark, tapi pria itu seolah gelap mata dan tidak mau mendengarkan Alice.
Drap.. drap..
Hingga suara langkah kaki seorang warga sipil datang, bersamaan dengan rekan nya yang lain, Alice hampir di lecehkan tapi itu belum terjadi karena pria itu berniat menganiaya nya terlebih dahulu baru melakukan nya.
"Kalian? Apa yang kalian lakukan!"teriak warga sipil itu membentak.
Seketika para pemuda itu kabur, sebelum di sorot lampu senter dan para warga tentu lebih mementingkan orang yang terluka dan memanggil ambulance, sebelum Alice pingsan gadis itu berkata.
__ADS_1
'Mom,Dad,Kak Reno,'