
Seorang wanita paruh baya memanggil menantu nya yang sedang berbincang dengan suami nya itu, Alice yang mendengar teriakan itu langsung menuju tempat Nyonya Antara dan memeluk nya.
"Mom!! Ayo langsung aja yah,"ujar gadis itu menarik tangan Nyonya Antara ke dapur.
"Kau ini seperti nya sangat tidak sabaran yah,"ujar Mommy Michele hanya tertawa kecil sambil mengelengkan kepala nya.
Sedangkan Alice yang mendengar itu hanya cengegesan dan tersenyum abstrak.
"Kalau berkaitan dengan suami ku itu memang membuat ku tidak sabaran Mom,"ujar Alice tersenyum simpul.
Dua teman Alice yang bingung ingin apa hanya mengikuti langkah gadis itu sambil menyapa Daddy Michele yang lebih dulu Alice tinggalkan di ruang utama keluarga itu.
"Al, sutt,"ujar Degava memanggil.
"Oh Mom, kenalin dua orang ini teman Alice mereka akan jadi asisten koki, karena kita koki nya haha,"ujar Alice dengan seenak jidat nya berkata seperti itu.
Rion dan Degava saling menatap satu sama lain, seperti air mata buaya meminta tolong di atas mobil tadi hanya untuk memeras tenaga mereka dengan gratis.
"Yasudah ayo,"ujar Nyonya Antara mulai memasak.
Gadis itu mulai memasak dengan bahan dan arahan serta ajaran nya, Alice tipe orang yang teliti sangat memikirkan takaran sesuai dengan perkataan mertua nya itu, saat gadis itu asik memasak, tiba-tiba Liona datang dengan rambut acak acakan nya menuju dapur.
"Adik ipar morning, semangat sekali,"ujar Liona membuka kulkas yang ada di dapur itu dan meneguk air dingin itu hingga tandas.
Alice yang mendengar sapaan dari kakak Michele itu, seketika melirik wanita itu sebentar lalu menyapa sambil melanjutkan kegiatan nya.
"Kak Lio, mana Kak Lia, apa kalian tidak ke RS?"tanya Alice dengan beruntun tapi tetap fokus.
Wanita itu duduk di kursi di ruangan itu yang mengarah ke arah tempat memasak lalu melihat Mommy dan teman Alice yang tersenyum ramah menyapa nya sambil mengangguk.
__ADS_1
"Aku dan Lia melakukan siftt malam sampai pagi tadi, kami sangat mengantuk, dan kau tahu Aku memang baru bangun haha,"ujar Liona mengatakan itu dengan enteng nya.
"Emang jadi dokter itu berat yah, Alice jadi kagum banget sama Mommy, Daddy, Kaka Lio sama Kak Lia, dan juga suami Alice Dia semalam pulang larut tapi harus pergi lagi dini hari karena ada jadwal mendadak,"ujar Alice sedikit dengan nada sedih nya.
Liona yang mendengar itu sedikit mengerti posisi Alice, pasti Dia ingin menghabiskan waktu dengan Michele, tapi pekerjaan adalah kewajiban nya juga.
"Hei jangan sedih, pria culun itu Aku yakin Dia selalu memikirkan mu,"ujar Liona mengatakan itu agar Alice terhibur.
"Huh, kak Lio ngomong gitu biar Al senang aja nih,"ujar gadis itu sedikit tertawa kecil.
Wanita itu yang mendengar perkataan Alice seketika langsung menyangkal.
"Bukan bikin senang, kalian baru pacaran sebelum nikah belum lama, tapi kamar nya sudah penuh dengan foto mu di dinding belajar nya, biasa nya di dinding dekat meja belajar nya itu hanya ada diagnosa penyakit atau pun sejenis gambar yang berkaitan dengan sistem tubuh manusia, atau pun analisis lain nya di ganti semenjak kalian pacaran, pria itu menempel foto mu, Aku mengetahui nya,"ujar Liona menjelaskan itu panjang lebar.
Gerakan memasak dan spatula yang di pegang Alice agak berhenti beberapa detik karena mendengar penuturan yang menurut nya lucu itu, lalu kembali melanjutkan kegiatan nya.
"Tidak Al, Lio berkata benar Dia sangat mencintai mu, Aku saja kaget melihat putra Tuan Alferoz ada foto nya di kamar anak ku, Aku mengira Dia akan mencelakai mu dengan memasang foto, ternyata Aku salah mengiri Dia sedang kasmaran,"ujar Nyonya Antara mengatakan itu dengan raut wajah serius.
Setelah beberapa cerita di lewatkan masakan khas makan siang ala Alice Antara itu siap di hidangkan, dengan telaten Alice memasukan nya ke dalam kotak makan yang sudah di sediakan Mama mertua nya itu.
"Akhirnya makan siang dengan cinta siap,"ujar Alice tertawa mendengar nama aneh yang Dia berikan.
Gadis itu sebelum pergi sedikit bercermin di kamar Michele dahulu, Alice yang melewati meja belajar itu ternyata memang ada benar nya di sana ada foto nya saat mereka berlibur dengan banyak dan posisi lain candid yang tidak di sadari Alice.
"Suami ku ternyata paparazi,"gumam Alice tertawa kecil.
Saat Alice ingin melangkahkan kaki nya keluar ruangan, seketika mata nya teralihkan pada foto yang ada di meja belajar Michele, di dalam foto itu terdapat banyak orang dengan memakai jas putih yang dapat di ketahui itu adalah sekelompok dokter.
Tapi tunggu, bukan itu yang menjadi perhatian Alice, seorang wanita yang berdiri di samping Michele dengan tersenyum mengandeng pria itu, mereka memegang satu buket bunga masing-masing di foto itu, seperti suatu peresmiaan khusus, foto itu sudah 7 tahun lalu, yang mungkin saat itu Michele berumur 25 tahun.
__ADS_1
"Foto lama, wanita yang cantik, memang dokter memiliki kharisma tersendiri,"gumam Alice memegang bingkai foto itu.
Alice yang terlalu fokus hanya melihat foto nya itu, baru tersadar ketika Degava meneriaki nya dari lantai bawah dan menyuruh untuk berangkat.
"Al, cepat turun! Atau Aku dan Rion akan meninggalkan mu,"ujar Degava setengah mengancam.
"Tunggu Aku!!"teriak Alice tidak kalah keras dan meletakan foto itu dengan terburu-buru di atas meja kamar Michele.
Drap.. drap..
Langkah kaki nya terdengar keras dari lantai atas menuju lantai bawah, Alice menatap teman nya yang seperti nya sudah kenyang karena numpang makan.
"Bye Alice,"ujar Mommy Michele yang melihat Alice masuk ke mobil.
"Bye Mom, i love u,"ujar Alice dengan senyum manis nya.
Memang Alice seperti nya menjadi moodbooster untuk segala keluarga di mana gadis itu berada, begitu pun dengan Rion dan Degava yang pamit.
"Tante, Om kak kita pamit dulu, makan nya sangat enak Tan,"ujar Degava mewakili Rion untuk berterimakasih kepada Mommy Michele karena sudah menumpang mereka makan.
Dengan jalan mobil yang mulai cepat menuju jalanan ibu kota menuju rumah sakit Alferoz yang terbesar di Italia itu.
"Lu Anjir Al, heboh banget sama mertua, Gua kira bakal kayak di sinetron, bener ga kan Ion,"ujar Degava kepada pria itu.
"Hmm Dia benar,"ujar Rion fokus dengan setir nya.
Sedangkan Alice terus fokus kepada makanan yang Dia pegang tanpa mendengar penuturan kedua teman nya itu.
'Masakan kesukaan nya pasti suka lah hehe,'
__ADS_1