Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 41-KITA AKAN MENUA BERSAMA


__ADS_3

Anggun yang mendengar permintaan maaf Reno pun hanya bisa menunduk, entah apa yang di pikirkan gadis itu, Anggun perlahan melepaskan pelukan Reno dan menatap mata pria itu dengan sendu.


"Hubby, maafkan Aku, andai saja Aku bisa dari awal jujur pada mu,"ujar Anggun kepada Reno.


"Ini memang kesalahan mu,"ketus Reno kepada gadis itu.


Lagi-lagi perkataan Reno membuat nya tambah merasa bersalah, tapi pria itu kembali mengengam tangan nya.


"Tapi, ini kesalahan kita yang sama-sama egois,"ucap Reno menatap gadis itu.


"Kau memaafkan ku?"tanya Anggun kepada gadis itu sekali lagi.


"Aku akan memafkan mu, jika kau ikut dengan ku, ayo ikut,"ujar Reno langsung menarik tangan gadis itu dan mengendong nya ala bridle style.


"Hubby, kita kemana? Dan Aku masih memakai piyama!"teriak Anggun yang tidak suka.


"Sudah ikut saja,"ujar Reno kepada istri nya itu.


Ternyata Reno mengajak nya pergi dengan mobil, karena hari juga sudah malam membuat Anggun tertidur lelap di dalam mobil itu, setelah tidur Anggun bangun di pagi hari, entah ini pagi hari atau bukan Dia terkejut mendapatkan diri nya tengah tertidur di atas pesawat, Anggun menatap keluar jendela dengan tatapan terkejut.


"Aaa Aku di atas udara, semalam kan di mobil, apa mobil nya terbang?"teriak Anggun langsung terduduk dari tidur nya.


Sedangkan Reno yang juga tertidur itu langsung di sambut dengan teriakan Anggun yang menganggu pendengaran nya.


'Aku memang mencintai nya, tapi kenapa suara mu sangat berisik,' batin Reno.


"Ck, Little tolong bisa kecil kan suara mu,"tegas Reno yang menutup telinga nya dengan bantal.


Anggun yang sedang menikmati pemandangan di atas udara itu seketika memutar badan nya dan menatap Reno yang juga tertidur di samping nya, pria itu bertelanjang dada dan hanya ada satu selimut yang mereka gunakan berdua, selimut itu menutupi sampai sebatas pinggang Reno.


"Hubby, kau juga di sini,"ucap Anggun yang menutup muka nya malu melihat ke arah Reno.


"Tentu, karena Aku yang membawa mu,"ujar Reno dengan kesal.


Cinta memang ada tapi kalo lagi kesal yah kesal aja ga bisa di paksain gitu loh, akhir nya Reno kembali tertidur karena Anggun hanya diam menatap keluar jendela, Anggun yang belum pernah naik jet pribadi itu pelan-pelan turun dari tempat tidur mereka, dan melihat isi sekeliling nya.


Anggun keluar dari pintu itu di sambut seorang pelayan wanita memakai baju pelayan yang seperti nya sangat siap siaga.


"Nona Anda sudah bangun, apa yang ada yang Anda ingin kan?"tanya pelayan itu menunduk hormat.


"Apa di sini ada roti coklat dan susu coklat panas?"tanya Anggun yang bertanya.

__ADS_1


"Tentu, saya akan menyiapkan nya,"ujar pelayan itu berlalu dari hadapan Anggun.


"Wah ini sih pelayan hotel bintang 5 ga sih,"ujar Anggun mengatakan itu.


Langkah kecil Anggun kembali menyusuri jet pribadi yang lumayan memiliki beberapa ruangan, ada mini karaoke serta bioskop mini, sangat lengkap membuat kekaguman Anggun tidak ada habis nya.


"Little, little,"ujar Reno mencari gadis itu.


"Hubby Aku di sini,"teriak Anggun berlari menghampiri pria itu.


"Mandi, kita akan lepas landas beberapa jam lagi, kita sarapan dulu,"ucap Reno kepada gadis itu lah.


"Baiklah,"ujar Anggun berlari kecil dan masuk kembali ke kamar.


Sedangkan Reno memilih duduk di kursi tempat biasanya yang ada di pesawat dan meja yang memang sudah di sediakan itu, pelayan yang bertambah satu lagi dengan seorang pria mengantarkan makanan.


"Siapa yang memesan makanan anak kecil ini?"tanya Reno dengan bingung dan tatapan sedikit tajam.


"I i itu permintaan Nona Alferoz,"ujar pelayan itu menunduk karena pertanyaan itu.


"Istriku, baiklah letakan kembali,"ujar Reno kepada pelayan itu.


Hampir setengah jam Reno bersabar menunggu istri nya itu, akhir nya Anggun keluar dengan wajah yang cemberut dan kesal itu.


Anggun mendudukan diri nya di samping Reno dengan tatapan tajam.


"Masa Aku pakai piyama ini lagi? Baju nya ga ada,"ucap Anggun kesal.


"Ada di koper lihat,"ujar Reno kepada gadis itu.


"Bilang dong dari tadi,"ucap Anggun langsung berlari menganti baju kembali.


Cuman butuh waktu beberapa menit akhirnya Anggun kembali, lalu mereka melanjutkan sarapan atau mungkin sudah bisa di sebut makan siang karena hari memang sudah mulai siang itu, Anggun tampak menikmati roti coklat dan susu coklat panas nya.


"Apa kau menyukai nya?"ujar Reno melirik gadis itu.


Mulut Anggun yang di penuhi roti membuat nya tidak langsung menjawab, dengan terpaksa Anggun menjawab dengan pipi yang mengembung.


"Asalkan ada coklat Aku suka,"ujar Anggun kepada suami nya.


"Aku akan mengigatkan nya,"ujar Reno kepada gadis itu.

__ADS_1


Mereka kembali makan dan keheningan kembali melanda, Reno yang terus menatap Anggun dan Dia juga memakan makanan nya.


"Kau minum susu, kenapa?"ujar Reno terus bertanya.


"Apa nya yang kenapa?"tanya Anggun kembali, karena bingung dengan pertanyaan abstrak Reno.


"Kau memiliki nya,"ucap Reno melirik ke dada Anggun.


Seketika perkataan Reno membuat wajah gadis itu memerah dan membuat nya tersedak.


Hok.. hok..


"Maka nya jangan berbicara saat kau makan,"ujar Reno memberikan minuman itu.


"Kau yang mengajak ku berbicara, dan lupakan! Kau mengatakan hal itu dengan wajah datar mu, dasar pervert!"teriak Anggun memukul lengan Reno dengan kesal.


"Apa?"tanya Reno dengan bingung.


"Sudahlah,"ujar Anggun.


Mereka kembali makan, dan akhir nya mereka selesai makan setelah perdebatan kecil itu, saat ini kedua orang itu sibuk dengan urusan mereka masing-masing, Reno fokus dengan artikel yang Dia baca, sedangkan Anggun fokus dengan menatap Reno yang serius sambil terus tersenyum.


"Berhenti tersenyum,"ujar Reno tanpa melihat Anggun.


Anggun langsung memalingkan wajah nya dengan cepat karena malu, gadis itu menunduk.


'Dia mengetahui, apa Dia memiliki mata di samping kepala nya,' batin Anggun dengan malu.


Gadis itu kembali menatap Reno dan menanyakan suatu hal.


"Hubby, berapa umur mu?"tanya Anggun dengan penasaran.


"Apa kau tidak ingat cerita yang di ceritakan Mommy, Dia memberitahu mu,"ujar Reno dengan masih fokus ke artikel nya.


"Ck, Aku lupa, apa sama dengan kevin? tinggal jawab saja kau ini,"ujar Anggun dengan membuang wajah kesal.


Reno melirik wajah gadis itu yang terlihat cemberut, dengan helaan nafas Reno meletakan artikel nya dan menjawab pertanyaan Anggun.


"32,"ujar Reno.


"Apa? Jadi kau om-om dong, udah tua berarti? tapi kau masih sangat tampan,"ujar Anggun terkejut menunjuk wajah Reno.

__ADS_1


"Tentu Aku tampan, tidak peduli berapa umur ku dan umur mu, karena mulai sekarang kita akan menua bersama,"


__ADS_2