
"Aku tidak ingin mencium gadis selain istri ku" ujar Axel.
Pria itu menolak permainan itu, karena akan sangat fatal sekali yah efek nya akan berciuman dengan orang lain adalah hal yang paling tidak Dia suka.
"Aku juga" ujar Varo tidak mengiginkan itu.
"Ayo lah honey, Kak Varo, kalian ini tidak asik sekali, kita itu berciuman jika memang stick nya sudah pendek" ujar Clara mengangkat alis nya agar semua orang mau.
Kedua pria itu saling menatap satu sama lain lalu memikirkan sebuah ide yang akan membuat mereka menguras milik seseorang, sambil tersenyum Axel dan Varo mengangguk menerima permainan.
"Siapa pun yang main, yang paling terakhir gagal, taruhan nya apa pun yang di ingin kan para pemenang dengan satu kali permintaan akan di terima" jelas Axel tersenyum ke arah Reno.
"Oke baiklah posisi nya, lingkaran yah dari Kak Reno, Kak Varo, Honey, terus Aku, Rere, Anggun" ujar Clara menjelaskan permainan itu.
"Lah kok Gua sih, ogah banget, nanti penistaan nih gamau, gimana calon suami Gua lagi mantau Gua di CCTV, yang kena juga keluarga main beginian mah bikin perang dunia" ujar Anggun menolak posisi itu.
"Pria itu tidak akan melakukan hal bodoh itu" ucap Reno membuka suara.
"Tidak apa-apa ini hanya permainan, cepat!" ucap Axel menatap Clara secara paksa.
'Gimana mau nolak kalau pawang Clara jadi panitia permainan nya' batin Anggun.
Anggun melirik Reno yang hanya terlihat biasa saja dengan tatapan dingin nya, pria itu selalu seperti itu hingga Anggun mengira apakah Dia pria normal atau tidak, karena Anggun tidak pernah melihat pria itu memiliki sosok wanita.
"Oke, Let's play" ujar Clara mengambil posisi untuk duduk di taman.
Mereka semua duduk di taman itu, jadi taman nya itu walau malam penerangan nya terang benderang kayak masa depan kita semua, karena emang banyak lampu taman, lalu mereka semua membuat lingkaran permainan.
"Mulai dari Mas Varo ke Pak Axel yah" ucap Rere menjelaskan.
"1,2,3" ucap mereka bersamaan.
Varo mulai mengigit stick coklat itu lalu mengigit setengah stick coklat nya dengan sebuah kode an, Axel meminta Clara untuk mengigit stick coklat lebih panjang lagi.
__ADS_1
'Sayang buat mereka berdua harus melakukan nya Kau tahu kan' batin Axel mengangkat sebelah alis nya.
Clara yang melihat kodean itu langsung tahu dan mengigit hingga lebih sedikit tapi masih bisa lah yah ini.
'Baiklah Honey, sebegitu ingin nya kau mendapatkan yang di miliki Kak Reno' batin Clara mengkedipkan sebelah mata nya.
Mereka berdua udah saling telepatian, lah kok bisa jadi telepatian yah mereka berilmu sama Pak Entis kayak nya nih yang asli keturunan kerajaan bisa telepati, tapi mah asli nya mah Pak Entis bukan keturunan kerajaan, tapi keturunan Ibu sama Bapak nya yakali Pak Entis lahirin dari bencong kasihan dong jangan ngatain. Semua orang berteriak dengan heboh sambil bertepuk tangan, meninggal kan sifat kaku dan canggung mereka karena permainan ini mempertaruh kan hal yang besar mungkin.
"Sayang, jangan habis kan sisa kan itu, nanti Kau kalah" teriak Varo dengan heboh.
"Rere, astagfirullah ini anak emang kalo udah berkaitan coklat ga bakal diam itu mulut" teriak Clara dengan heboh menatap teman nya itu.
"Hei istri mu, bisa kalah kita, Aku ingin kapal pesiar baru" kesal Axel menyengol bahu Varo dengan kasar.
"Aduh, iya kenapa kau kesal sih baj*ingan"
"Sayang, nanti Aku beliin coklat setruck buat di kamar" teriak Varo sekali lagi.
"Coklat, eskrim, coklat, eksrim" bisik bisik Varo, udah kayak dukun hebat aja, padahal gitu doang.
Semua orang heboh gimana mau tidak heboh orang stick coklat yang di sisain kan emang buat lanjutin permainan, si Rere malah menikmati setiap gigitan coklat nya sampai lupa kalo mereka lagi main.
"Eh" ucap Rere yang baru sadar dan mengarahkan nya kepada Anggun sisa stick yang sudah sangat sepotong kecil itu.
Anggun yang melihat itu, sangat kesal dan sudah sangat pasti Dia merasakan di manfaatkan oleh suami teman-teman nya itu untuk memenang kan taruhan yang mereka main kan, tetapi Anggun sempat berpikir untuk ingin mendapatkan sesuatu juga.
"Aish kalian" kesal Anggun sambil mengambil gigitan itu dan mengarahkan nya kepada Reno.
Reno hanya menatap Anggun yang sudah ada di depan nya, pria itu mendekat kan mulut nya bersiap untuk mengambil potongan yang sudah sangat kecil di bagian gigi Anggun itu, tetapi kalo di paksa udah ke tebak ending nya mah bakal ciuman ini, Anggun menutup mata nya, lalu tidak merasakan apa pun. Gadis itu kembali membuka mata dan melihat Reno mengambil stick kecil di gigi Anggun itu dengan jari nya, lalu membuang nya.
"Hei apa yang kau lakukan!" teriak Axel langsung berdiri melihat Reno malah melakukan itu.
"Itu tidak adil Ren!" kesal Varo menatap teman nya itu.
__ADS_1
"Duh kak Reno ga asik nih, kan mau lihat kissing secara live" ucap Clara yang sedikit kecewa.
"Aku menyerah, Aku tidak ingin mencium nya, itu sudah potongan kecil, Aku akan membayar kalian" ucap Reno dengan wajah datar dan dingin nya menatap semua orang.
"Pegang kata-kata mu Ren" ucap Axel dengan senang.
Anggun yang masih diam mematung tidak bergerak sama sekali, gadis itu seolah olah di kutuk menjadi patung, Dia diam termenung seolah-olah tidak percaya Reno mempermalukan diri nya dengan berkata tidak mau mencium diri nya dan bodoh nya lagi sekilas Anggum terpikirkan untuk sebuah adegan ciuman singkat bersama pria itu.
'Sok ganteng, walaupun emang ganteng sih, tapi yah apa maksud nya berkata seperti itu, padahal mulut ku harum! Tunggu, apa mungkin? Dia beneran gay' batin Anggun.
Gadis itu kaget menutup mulut mengigat tebakan nya kalo Reno adalah seorang Gay, Anggun menatap Reno dengan wajah terkejut sambil menutup mulut nya tanda tidak percaya kepada pria itu, Reno yang terus di lihat itu hanya mengerutkan kening nya merasa heran dengan tingkah Anggun.
"Rere, Anggun ayo kita tampilkan dance sewaktu SMA" ucap Clara mengajak teman nya itu.
"Tidak mau, Aku menolak" ucap Anggun cemberut.
"Ayo lah" tarik Clara dengan paksa.
Clara menyetel lagu yang ada di HP nya, lalu mengambil posisi begitu pun dengan kedua gadis itu mereka berjoget joget dengan gembira, lagu yang di putar lumayan asik buat joget.
Yamet kudasi, yamet kudasi bang jamet tara ke dasi, ara ara kimoci ara ara kimoci, lagu berganti menjadi iri bilang bos, lalu ada musik dj aneh yang mengiringi selanjut nya begitu lah berlanjut.
Para suami yang melihat itu hanya tertawa, begitu pun dengan Axel yang baru kali ini melihat Clara seheboh itu, yah gimana tidak mau heboh kalo udah kumpul sama kembaran nya, kembaran ga tuh, kembaran senasib maksud nya.
"Haha Sayang, Apa yang kau lakukan, tarian mu sangat aneh" ujar Axel tertawa sakit perut itu.
Sampe-sampe pria itu mengeluarkan handphone nya lalu merekam istri nya sambil terus tertawa tawa terbahak bahak, begitu pun dengan Varo yang tidak mau melewatkan momen langka itu, istri nya yang polos itu sangat heboh jika sudah berkumpul dengan teman nya, asli mah Rere mantan bad girl nih di sekolah Haha. Reno yang menatap kedua teman nya itu merasa bingung.
'Apa mereka harus memotret istri mereka, padahal istri mereka selalu ada di dekat mereka' batin Reno tidak habis pikir dengan jalan pikir kedua sahabat nya yang sudah bucin akut itu.
Reno pun mengeluarkan ponsel nya dan mengarahkan nya kepada seorang gadis yang berjoget-joget tapi sedikit loyo itu. Malam itu di lewati kembali dengan kehebohan istri sultan dan para perkumpulan sahabat itu, mansion yang dulu nya sepi sekarang ramai dengan penuh canda tawa, sikap Axel yang dulu nya sangat dingin dan anti sosialisi dengan orang lain, Dia tepis semenjak kehadiran Clara di kehidupan nya.
'Bagaimana pun dirimu, Aku selalu mencintai mu'
__ADS_1