
Tik.. tik..
Dentuman suara jam dinding terdengar jelas di pendengaran gadis cantik itu, seorang pria yang tidur di samping nya dengan posisi lurus dan satu guling sebagai pembatasan, wajah pria itu sangat tenang ketika tidur.
"Aku tahu Aku tidak menyukai nya, tapi baru beberapa hari Aku menjadi istri mu, apa begini kebiasaan mu, lihat lah otot nya sangat mengoda,"pandang Anggun kepada Reno yang tidur bertelanjang dada itu.
Reno mengatakan maaf kepada Anggun tadi malam saat mereka pindah ke mansion Alferoz dan tidur sekamar dan seranjang untuk pertama kali nya pria itu berkata kebiasaan nya tidur bertelanjang dada tidak bisa di rubah walaupun ruangan itu menggunakan AC sekaligus tetap saja Reno melakukan itu, karena beberapa hari ini mereka tidur di apartemen dan Reno selalu bangun terlebih dahulu, sehingga Anggun tidak melihat kebiasaan tidur pria itu, beda dengan hari ini karena libur pria itu malas-malasan di kasur nya, yah walapun masih pagi banget.
"Aku ini wanita, Aku juga bisa khilaf jangan buat Aku menerkam mu kulkas,"gumam Anggun mengelengkan kepala nya.
*P*lak.. plak..
Anggun menampar pipi nya perlahan untuk menyadari pikiran kotor nya itu.
"Ingat Anggun, Dia sudah bilang ini kebiasaan nya jangan khilaf,"ucap Anggun berdiri dari duduk nya.
Hari masih menunjukan pukul 6.15 WIB cukup pagi untuk bangun di hari libur ini, Anggun pergi membersihkan diri nya lalu menuju dapur, gadis itu melihat bahan masakan yang ada di dapur.
"Karena setiap pagi di apartemen Dia selalu membuat kan ku sarapan, sekarang giliran ku sebagai istri yang baik,"ucap Anggun membuka kulkas.
"Hmm kulkas ini tidak sedingin suami ku, Aku harus meminta kulkas nya sedingin pria itu,"gumam Anggun berbicara sendiri menikmati kegiatan nya itu.
Para pelayan yang juga baru bangun ingin menyiapkan sarapan itu terlihat kaget mendapatkan Nyonya muda mereka malah melakukan kegiatan di dapur itu, para pelayan langsung mencegah Anggun untuk melakukan tugas mereka.
"Nona, biar kami saja, Anda bisa duduk dan beristirahat,"ucap pelayan wanita sekaligus koki di mansion itu.
"Kau pakai dapur yang di sana, Aku mau masak di sini, makanan ini khusus untuk suami ku saja karena Dia baik hati, jadi kalian masak seperti biasa saja untuk Daddy dan Mommy, masakan ini hanya pendamping untuk suami ku,"ucap Anggun menatap semua pelayan itu.
"Ba baik Nona,"ucap para pelayan itu dengan pasrah nya.
Gadis itu mulai memasukan bahan makanan yang ingin Dia buat, telur yah seperti nya gadis itu butuh telur, Anggun memecahkan telur itu ke tepian dinding dapur.
__ADS_1
Krak..
Telur itu langsung berceceran sedikit ke lantai dan kuning nya pecah, Anggun yang menatap itu hanya tersenyum senang.
"Yosh, lebih baik dari biasa nya, biasa nya sih kuning nya jatuh semua,"ucap Anggun melanjutkan masakan.
......................
Kalo saya yang jadi Anggun buang-buang telur udah jadi sasaran marah emak ini, Anggun kan punya rich man jadi yah tinggal minta setruck aja telur nya terus bikin peternakan ayam deh, kembali lagi ke topic.
......................
Seperti nya Anggun akan memasak telur goreng dengan menggunakan campuran kentang, Anggun memanaskan minyak itu terlebih dahulu yah teman-teman, bisa di contoh, ini tutorial memasak langsung di sponsori oleh keluarga Alferoz dan Edward.
"Berapa lama panas minyak nya yah?"gumam Anggun sambil menuangkan banyak minyak ke dalam teflon hingga percikan minyak itu terjatuh ke mana mana karena terlalu cepat menuang nya.
"Udah, tunggu panas dulu kan,"ucap Anggun mengerutkan kening nya yang juga merasa heran sendiri.
"Waktu masak nasi goreng buat Rere Aku bisa, pasti sekarang juga bisa,"gumam Anggun positif thinking asli nya mah asin pas Varo yang nyobain langsung muncrat.
"Telur, masukin telur,"ucap Anggun dengan tergesa-gesa.
Telur itu langsung meletup letup karena minyak yang banyak dan terlalu panas, seketika Anggun kaget dan menyiram minyak itu dengan air.
"Akh, astaga kok terbang sih,"ucap Anggun langsung menyiram dapur itu dan malah menimbulkan api kecil.
Para pelayan yang melihat itu, dengan kaget langsung menyemprot api kecil itu dengan semprotan pemadam api, wajah Anggun sangat kotor dan hitam.
Reno yang baru bangun itu, berinisiatif ingin turun untuk lari pagi tetapi perhatian nya teralih melihat para pelayan yang heboh itu dan suara Anggun yang berteriak, Reno melangkah kan kaki nya pelan.
"Ada apa ini?"ucap Reno dengan datar.
__ADS_1
"Tu tuan, Nona Anggun Dia,"ucap para pelayan melirik Anggun yang terduduk di lantai.
Pria itu melirik arah pandangan para pelayan dan melihat Anggun yang cengegesan menatap diri nya dengan memberikan dua jari nya dan memperlihat kan jejeran gigi yang berbaris rapi itu, Reno yang menatap itu hanya memperlihatkan wajah masam nya.
"Little kau,"ucap Reno menutup wajah gadis nya dengan kesal.
"A a aku hanya berniat baik dan membuatkan mu sarapan,"ucap Anggun dengan gugup memainkan jari nya.
"Jadi mana sarapan nya?"ucap Reno dengan wajah datar nya itu.
"Itu,"ucap Anggun menunjuk sebuah telur yang berada di telfon sudah tidak berbentuk lagi.
Reno yang melihat itu hanya menghelakan
nafas nya dengan kasar menatap istri nya itu.
'Sabar' batin Reno.
"Apa kau berpikir Aku bisa memakan itu?"ucap Reno dengan tatapan dingin nya.
"Mungkin bisa, apa kau mau mencoba nya?"ucap Anggun berdiri bersiap mengambil telur yang tidak berbentuk itu.
"Little kau sangat baik,"ucap Reno mengusap rambut gadis itu.
Anggun yang di puji itu tersenyum mendongkak kan kepala nya ke atas menatap Reno yang tersenyum kesal kepada nya itu.
"Kau baru saja meny-"perkataan Anggun terpotong.
"Tapi lebih baik baik baik nya lagi kau tidak melakukan apa pun,"ucap Reno yang raut wajah nya tersenyum sinis menambah senyum nya menjadi senyum seram.
Gadis itu berdecak kesal dan pergi meninggalkan dapur itu sambil menghentak hentakan kaki nya, Reno yang menatap itu kembali mengelengkan kepala nya melihat tingkah Anggun.
__ADS_1
"Padahal Mama sudah mengatakan untuk melarang keras Anggun ke dapur, karena Dia akan menghancurkan dapur, dan benar saja,"ucap Reno menatap dapur nya yang sudah tidak berbentuk dan para pelayan yang berusaha membersihkan seadanya itu.
'Kau memang istri kecil ku,'