Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S2 BAB 69-KEDATANGAN TAMU TIDAK DI UNDANG


__ADS_3

Malam hari nya


Di mansion Arnolda semua orang sudah berganti pakaian santai agar bisa lebih leluasa. Saat memanggang sate kambing, mereka semua membuat acara kecil-kecilan makan sate kambing bersama di taman Arnolda bersama keluarga Arnolda, William serta para sahabat.


"Akhirnya kambing ini sudah berbentuk sate,"ucap Axel menghela nafas.


"Ngidam mu, sangat menyusahkan sekali ya Cla,"ucap Varo menatap istri sahabat nya itu yang sedang membuat bumbu sate bersama Rere dan Anggun.


"Ga tau kak, nama nya juga orang hamil,"ucap Clara tertawa kecil.


"Untung istri ku ini tidak terlalu susah,"ucap Varo memeluk Rere dari belakang yang sedang bersama tiga gadis itu.


"Mas, malu di lihatin,"ujar Rere menyikut perut pria itu.


"Lah siapa yang lihatin?"ucap Varo yang malah mencium pipi Rere dengan gemas.


"Kami,"serempak para pria dan Anggun nyempil juga jawab.


"Jomblo kalian diam aja,"ucap Varo mengejek.


Varo itu duduk bergabung dengan pria yang lain nya bersama di kursi yang sudah di sediakan itu dan si kembar yang sedang bermain lego bersama Veronica dan Alisa juga di meja itu.


"Jangan lupa kompensesi hari ini sangat besar bro,"ucap Varo menepuk bahu Axel.


"Iya iya, terimakasih,"ucap Axel dengan ketus kepada sahabat nya itu.


"Hei lihat sombong sekali sikap mu, padahal kami sudah membantu mu lebih baik,"ucap Varo yang kesal.


"Kau berisik Varo, Aku akan membayar mu,"ucap Axel menghela nafas nya.


Sementara para asisten hanya diam mendengar pembicaraan para atasan itu, Reno, Roy dan Kevin tidak akan berbicara sebelum di ajak berbicara seperti obrolan atasan mereka tersebut.

__ADS_1


Tap.. tap..


Suara derap langkah kaki memasuki ruangan itu, semua mata tertuju kepada pria yang baru datang itu, kulit putih dan tinggi badan serta badan yang bagus, pria itu sudah sangat tinggi semampai saat ini.


"Tuan Varo, Saya mencari Anda ke mansion markas Aeros dan Black devil, tetapi kalian semua malah berkumpul di sini,"kesal pria itu duduk di samping Varo.


Semua orang hanya terdiam melihat pria tampan itu, yang di tatap hanya diam melihat kan mata tajam nya, Dia tersenyum seperti ingin mencekik siapa pun di sana, Dia tumbuh menjadi seorang pria berdarah pyscopat dan hobi mengeksekusi tubuh manusia sesuai bentuk favorit nya.


"Samuel?"ujar Rere menatap pria itu.


"Kakak cantik apa kabar, kau masih tetap cantik,"ucap Samuel membalas senyuman istri Tuan nya itu.


"Ck jangan goda istri ku, ada apa Kau dengan sukarela meninggalkan italia, biasa nya kaki mu sangat berat meninggalkan negeri tercinta mu itu,"ucap Varo kepada Samuel.


"Aku ini pemimpin Aeros, tetapi masalah ini juga ada kaitan dengan Black devil, akh kenapa bekerja di balik layar itu menyusahkan,"ucap Samuel menghela nafas nya.


Clara melirik pria yang baru datang itu, Clara juga sempat mengenali pria itu karena Dia sempat berkenalan dulu dengan Samuel dan Kevin beberapa kali hanya untuk mengoda kevin ketika itu oleh Anggun dan Clara yang hanya selalu mengikuti Anggun. Clara membawa sate kambing itu ke tempat para pria, gadis itu duduk di samping suami nya semantara Rere duduk di samping Varo dan Anggun duduk di samping para si kecil dan Veronica, Alisa yang sedikit berjarak.


Samuel saat ini memang sudah tumbuh menjadi pria dewasa, kehidupan nya Dia habis kan dengan mencari segala informasi yang di butuh kan oleh Tuan nya Varo William, atau mencari siapa saja para tikus yang ingin diam-diam menghancurkan William group, sebelum itu terjadi Samuel lebih dulu menangkap pengacau dan mengeksekusi nya, perusahaan nomor 1 di dunia tidak pernah terdengar berita miring tentu itu sudah di manipulasi agar semua orang tidak menjatuhkan William group dan Samuel berperan di balik layar tersebut, siapa sih yang gak iri atau berusaha hancurin, pasti ada lawan yang berusaha merusak reputasi perusahaan Varo, maka dari itu juga Axel tidak ingin mengembangkan usaha nya terlalu luas karena Dia sangat tidak suka berurusan masalah yang akan menganggu keluarga nya.


"Wah Aku tidak percaya ini, padahal kalian sering bertengkar dulu tetapi kalian menjadi suami istri?"ucap Samuel tertawa menatap Axel dan Clara.


"Begitu lah jodoh tidak ada yang tahu, bisa jadi jodoh mu juga berada di dekat mu tanpa Kau sadari,"ucap Clara mengunyah sate itu.


Clara memberikan satu tusuk ke arah mulut Axel, pria itu dengan senang hati menerima suapan istri nya, dan mengunyah nya dengan nikmat.


"Apa ini enak?"tanya Clara menatap Axel.


"Memang ini enak, masakan mu memang yang paling enak,"ucap Axel mengecup kening Clara.


"Lihat lah sekarang berani nya kalian mesra mesra di depan kami,"ucap Samuel memakan sate yang sangat banyak itu.

__ADS_1


"Kalian semua makan lah sate nya, terutama Kak Varo makasih sudah memotong kambing,"ucap Clara tertawa kecil.


Semua orang menikmati hidangan itu, semua menikmati makanan nya, sementara itu saat ini para gadis memisahkan diri dari para pria yang ingin mengadakan rapat darurat mengenai masalah yang membuat Samuel rela datang demi kelangsungan Black devil serta Aeros, karena Reno dan Axel termasuk pemimpin Aeros mereka ikut dalam diskusi tersebut.


"Aku tidak menyangka Sam sangat tampan,"ucap Clara masih memakan sate itu dengan lahap.


"Lihat lah penyakit mu yang belum hilang ketika melihat pria tampan,"ujar Anggun mengejek teman nya itu.


"Mommy, di mana Daddy?"ucap para kembar yang memang sangat lengket kepada Daddy nya itu.


"Nanti, Daddy ada urusan, tunggu sebentar lagi,"ucap Rere.


Si kembar pun menurut dan melanjutkan permainan mereka, sementara itu Veronica memilih lebih dulu menemani Alisa yang ingin tidur karena gadis itu besok akan mengikuti lomba.


"Tidak apa-apa melihat untuk cuci mata, pria yang Aku cintai tetap suami ku,"ucap Clara dengan bangga.


"Wah seperti nya orang nya sedang tersenyum mendengar jawaban mu,"ucap Anggun menunjuk Axel yang ternyata sudah selesai berbicara dengan para pria lain.


"Aku juga mencintai mu,"ucap Axel mengecup bibir gadis itu sekilas.


"Astaga kalian sangat bucin, Aku tidak tahan,"teriak Anggun menutup mata nya melihat kemesraan suami istri itu.


Samuel yang mendengar Anggun itu juga ikut menyempil dengan para gadis duduk di taman yang sudah di alas kan itu agar tidak kotor.


"Anggun apa kau tidak akan menyapa ku,"ucap Samuel mengejek gadis itu.


"Kau dari dulu sampai sekarang sangat membuat ku kesal, jangan panggil Aku Anggun, panggil Kakak seperti kau memanggil Clara dan Rere,"ketus Anggun membuang muka.


"Kalian ini kenapa berisik sekali, anak ku akan terganggu,"ucap Clara mengusap perut nya.


'Jodoh memang ada di dekat mu'

__ADS_1


__ADS_2