Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
Part 50- Bakso Mang Ucup


__ADS_3

Clara datang dan melihat ternyata ada alisa disana yang tengah berbincang-bincang.


"alisa" kata clara yang khawatir itu.


"mommy, nanti kiss daddy juga kayak om valo ama tante lele yah" kata gadis itu dengan wajah polos nya.


Clara merasa bingung, ia tidak tau harus menjawab apa dari pertanyaan gadis kecil itu.


shinta yang mendengar perkataan gadis itu merasa lucu, dan tertawa.


"ha ha alisa sayang, itu kak clara ga bisa kiss sama daddy kamu, kan mereka belum nikah kayak tante rere sama om varo" kata shinta menjelaskan diiringi tawa nya.


"Ooo" mulut gadis itu melebar mengatakan hal itu,sambil mengangguk.


Gadis itu mengajak clara pergi keluar kamar, dan menarik nya menuruni tangga. shinta yang tidak tau lagi dengan kelakuan anak sahabat varo itu hanya bisa tersenyum simpul dan menggelengkan kepala nya.


"yaudah mas pergi dulu" kata varo berlalu pamit dan pergi dari kamar itu.


"iya mas, hati hati", Rere mencium tangan suami nya itu.


...----------------...


Clara yang di tarik turun itu tidak tau di bawa kemana oleh anak kecil itu.


"alisa kita mau kemana?" kata clara yang masih bingung kemana ia di tarik.


"mommy hp alica mana" kata Alisa meminta hp nya itu kepada Clara.


Clara mengeluarkan HP milik gadis kecil itu dan memberikan kepada nya, gadis itu nampak menelpon seseorang.


Tut Tut


Telpon tersambung.


"Dadyyyy!!!!!" teriak gadis itu dari seberang telpon.


"Astaga alisa, jangan berteriak. telinga daddy bisa sakit" kata axel yang menjauhkan ponsel nya saat alisa berteriak itu.


"Daddy ayo jemput Alisa dan mommy di rumah om valo ya" kata gadis itu.


"Jangan panggil dia mommy mu, daddy sudah bilang panggil dia kakak!" kata axel dengan tegas.


Ups

__ADS_1


Alisa menutup mulut nya itu, ia tau daddy nya tidak suka bahwasan nya clara ia panggil dengan sebutan mommy.


"Daddy sedang di kantor, tidak bisa" kata axel yang sedang fokus dengan pekerjaan nya itu.


"Daddy menikah sama kak Clara otey" kata gadis itu dengan polos.


Clara yang mendengar itu, seketika kaget dan bercampur malu.


...----------------...


Setelah semua drama di lalui Varo dan Reno sudah kembali ke kantor. Rere, Anggun dan Clara serta Alisa berencana untuk membeli bakso mang ucup di tempat langganan sewaktu mereka SMA karena Rere sangat ingin memakan itu bersama teman-teman nya. kayak nya kebutuhan empat kembar nih pengen bakso.


"Mommy Rere pamit dulu yah" kata Rere pamit kepada shinta untuk pergi makan bakso itu.


"Ingat Rere mommy sudah menempatkan bodyguard di dekat mu, kalau terjadi apa-apa berteriak lah." kata Shinta yang khawatir dengan menantu nya.


"iyah mommy, lagi pula disana rame. gabakal ada yang berani macam macam" kata Rere menenangkan Shinta.


Mereka bertiga pergi dengan satu mobil, menggunakan mobil Anggun. mobil mini cooper milik Anggun itu membelah jalanan ibu kota yang rame. Anggun sekarang memang sudah di izinkan kedua orang tua nya untuk mengendarai mobil. jalanan yang terasa sangat familiar bagi mereka bertiga. membuat ketiga gadis itu bernostalgia kembali saat mereka naik angkot untuk pulang sekolah.


"Jadi nostalgia ga sih" kata Rere.


"Ha ha iyah, inget ga re, di jembatan ini si Clara nangis-nangis di tolak cowo" kata anggun menimpali perkataan rere.


Clara yang dibicarakan itu hanya memperlihatkan wajah kesal dan cemberut.


"Itu masa lalu buruk ku, jangan di ingatkan lagi yah" kata Clara yang sangat kesal kepada sahabat nya itu.


Rere,Anggun dan Clara serta Alisa sampai di sebuah lapak makanan bakso di depan sekolah pinggir jalan itu. Tempat bakso itu mulai sepi karena pelanggan rata rata datang siang atau malam hari disana. Anggun memarkirkan mobil nya di tepi jalan. mereka bertiga berjalan masuk ke dalam toko yang hanya di tutupi dengan terpal itu. orang orang yang pernah makan di pinggir jalan pasti tau ga sih bentuk nya gimana yah.


"Mang ucup" serempak gadis bertiga menyapa tukang bakso.


Mang ucup yang sedang mencuci piring itu, seketika di kagetkan dengan suara yang menyapanya dari belakang.


"eh monyet monyet" titah mang ucap dengan latah itu.


"Ha ha mang ucup ga pernah berubah nih yah" kata Clara tertawa puas melihat Mang ucup yang kaget itu.


"Mang bakso nya 3 mangkok yah kayak biasa, masih inget kan" kata Anggun menimpali.


"aduh neng anggun, neng clara sama neng rere juga udah lama nggak mampir ke tempat mamang duduk ayo duduk" kata Mang ucup dengan ramah kepada pelanggan setia nya itu.


"iyah nih udah lama Mang, makanya jangan lupa di diskon yah" kata Rere menimpali percakapan itu.

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa menit bakso mereka bertiga pun di sajikan, begitu pun dengan alisa yang ikut makan dengan mereka bertiga.


"Enak mommy" kata gadis itu memberikan dua jempol nya kepada Clara.


"Iyah dong" kata clara yang juga terus mengunyah bakso itu dengan lahap.


"Aduh neng clara anak nya kok udah gede aja, kapan hamil nya!" kata mang ucup wajah raut kebingungan itu.


Huk Huk


clara yang lagi lagi dibicarakan itu seketika tersedak bakso.


"Enak aja ngadi ngadi yah mang ucup kalo ngomong minta di goyang engkol nih" kata clara dengan kesal.


"Yah gimana neng, tadi adek nya manggil mumi katanya, kalo ga salah mamang tau mumi itu artinya ibu kan?" kata mang ucup yang menebak nebak itu.


"pftt ha ha, mang jangan bikin bengek dong rere lagi makan bakso nih" kata rere yang tertawa dengan lepas.


"Bukan mumi mang, tapi mommy" kata anggun mengoreksi.


"iyah itu maksud mamang" kata mang ucup membenarkan perkataan itu.


"ini anak nya pak axel mang, mantan kepsek tahun ini. baru keluar kan orang nya" kata clara menjelaskan.


"oalah begitu toh" kata mang ucup yang baru paham.


"Yang mau punya anak bukan clara, tapi rere nih mang" kata anggun menimpali perkataan mang ucup.


"aduh neng rere, pantesan agak gendutan, congralution neng rere yah" kata mang ucup.


"mang kalo ga bisa inggris jangan ngomong beneran, bengek aku ini" kata anggun menepuk nepuk meja makan itu.


"ha ha tekyu mang ucup " kata rere ikut menirukan cara bicara mang ucup itu.


Setelah selesai makan bakso itu. mereka duduk dan berbicara sebentar dengan Mang ucup sekedar bernostalgia masa masa SMA. caelah nostalgia padahal baru beberapa bulan nih lulus nya. Ketika hari sudah mulai gelap, mereka memutuskan pamit kepada mang ucup.


Clara melihat dari jauh seseorang yang seperti nya terus menatap rere itu, dua pria itu turun dari motor dan mengeluarkan pisau dan hampir menusuk perut rere.


Bruk


rere terjatuh ke aspal jalan. sedangkan siapa yang tertusuk?


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like,vote,dan follow nya.


__ADS_2