Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 17-DUA HATI, SATU TUJUAN


__ADS_3

"Rasa cokelat emang paling enak,"ucap Anggun mengunyah roti itu.


Saat ini Anggun sedang berada di kafe seperti biasanya setiap pagi, gadis itu sudah berlangganan membeli roti sebelum pergi ke kantor di sana, dan Chen Fei selalu menjadi objek menyuruh mencoba rasa baru kalau enak menurut Chen Fei baru Dia akan mencoba juga roti itu.


"Kau makan juga Fei Fei,"ucap Anggun yang sangat suka memanggil asisten nya itu Fei Fei.


"Nona, Fei saja kenapa nama saya jadi sedikit aneh seperti itu,"ucap Chen Fei hanya diam melihat Nona nya makan.


"Lucu bukan? Aku tidak suka memanggil marga mu,"ucap Anggun terus mengunyah.


"Di sini Anda bos nya, saya akan tetap setia,"ucap Chen Fei kepada gadis itu.


"Kau jangan kaku seperti itu Fei Fei, cukup suami ku saja,"ucap Anggun yang makan belepotan itu.


"Padahal Anda di kantor sangat berwibawa dalam melaksanakan pekerjaan, kalau di luar seperti ini Anda seperti anak kecil, orang-orang di kantor yang melihat Anda pasti juga tidak menyangka,"ucap Chen Fei masih menatap gadis itu.


"Aku profesional Fei Fei,"ujar Anggun meneguk susu cokelat panas nya itu secara perlahan.


Dua gadis itu sangat menikmati obrolan mereka, walaupun Anggun tahu asisten nya itu selalu menjaga dalam bertutur kata kepada nya tapi Anggun selalu memancing agar wanita dewasa itu bisa berbicara santai kepada nya, saat mereka tengah menikmati percakapan itu seorang pria datang menghampiri meja Anggun.


Tap.. tap..


"Aku sangat kesal memang,"ucap Anggun menatap Chen Fei.


"Kau tidak pernah berubah,"ucap pria itu duduk di samping Anggun.


Deg..


Suara itu, suara yang sangat Anggun kenal, dengan pelan Anggun memutar kepala nya ke samping kursi yang di duduki pria yang baru datang itu.

__ADS_1


"Kau?!"ucap Anggun kaget.


Gadis itu membalak kan mata nya, roti yang Dia makan jatuh ke meja tanpa Dia sadari, Anggun menatap jelas wajah tampan yang sangat Dia kenal, pria itu memakai seragam kepolisian itu, tahu gak sih kalo seragam polisian di Italia itu style nya bagus banget kayak kerajaan gitu kesan nya, nah bayangin aja begitu yah,


terus di nama kepolisian nya di kenal dengan Carabinieri adalah gendarmerie nasional Italia, yang mengurusi sipil dan militer. Unit tersebut awalnya didirikan sebagai pasukan polisi Kerajaan Sardinia. Pada proses penyatuan Italia, unit tersebut diangkat menjadi "Pasukan Pertama" organisasi militer nasional yang baru, Nah cuman penjelasan biar asik.


Anggun masih terganga tanda tidak percaya, pria itu tersenyum menatap wajah cantik yang hanya diam itu, pria itu mengusap tepian bibir Anggun yang tertinggal remeh roti.


Plak..


Anggun menepis tangan pria itu dengan kasar, sambil menatap tajam wajah pria itu.


"Dan kau masih kasar,"gumam pria itu.


"Anda siapa? Saya tidak mengenal Anda,"ucap Anggun dengan tajam.


"Jason Lewis, pacar dan cinta pertama mu,"ucap pria itu tersenyum sendu menatap wajah Anggun.


Tes.. tes..


Air mata Anggun berjatuhan saat Dia melangkah kan kaki nya keluar dari kafe itu di ikuti Chen Fei yang berjalan di belakang nya, kenangan bersama Jason dan diri nya kembali berputar di otak gadis itu


Grep..


Tiba-tiba sosok tinggi dari belakang memeluk tubuh mungil gadis yang ada di depan nya itu, Anggun tidak bergeming air mata nya terus menetes.


"Maafkan Aku, apa sekarang kau masih menunggu?"ucap pria itu berbisik.


Chen Fei yang melihat itu hanya bisa diam dan tidak ikut campur, aneh itu lah yang di rasakan Chen Fei melihat hubungan kedua orang yang ada di depan nya itu.

__ADS_1


Flasback on


6 tahun yang lalu, di saat itu Anggun masih berumur 15 tahun, Anggun 1 tahun lebih cepat masuk ke sekolah menengah atas, saat itu Anggun memang sekolah menengah atas pada tahun pertama nya di Italia selama setengah tahun, karena selalu sering di tinggal orang tua nya Anggun lebih memilih meminta tinggal di tanah air serta ingin melupakan seorang pria yang sudah Dia cintai, pria itu adalah Jason Lewis, mereka sudah berpacaran sejak kelas dua sekolah menengah pertama.


Jarak umur mereka yang berbeda beberapa tahun membuat Jason harus memutuskan cinta atau mimpi nya hari itu.


"Anggun, Aku minta maaf, bisa kah kau menunggu?"ucap pria tampan itu memegang tangan gadis kecil yang cantik dengan rambut panjang nya.


"Kakak Aku tidak bisa, Kau tahu gadis seumuran ku sangat egois, begitu juga yang Aku rasakan, Aku tidak bisa jauh dari mu, apa kau tidak bisa tinggal saja dan melupakan mimpi mu untuk jadi komandan pertahanan?"ucap Anggun menangis tersedu sendu menatap pria yang ada di depan nya.


Jason melepaskan tangan Anggun secara perlahan, dan membuang muka menatap suasana taman di kota Roma itu dengan sendu.


"Kenapa kau berbicara seperti itu? Kenapa kau tidak mendukung ku? Padahal Aku berharap kau setia mendukung kemana langkah dan pilihan ku,"ucap Jason tersenyum miring.


"A a aku tidak bermaksud seperti itu Kak,"ucap Anggun dengan takut.


"Kita akhir sampai di sini, mimpi ku sangat berharga begitu pun dengan diri mu, maaf kan Aku,"ucap Jason pergi meninggalkan Anggun sendiri menangis.


Hiks hiks


"Maafkan Aku, maafkan Aku Kak, kembalilah, Aku akan menunggu di sini,"teriak sendu gadis itu kepada punggung Jason yang menjauh dari diri nya.


Setelah kejadian itu Anggun menjadi gadis yang suka keluar malam dan pergi ke Club malam, Dia mencoba berpacaran dengan pria mana pun asal kan tampan itu tipe pertama Anggun, tidak sanggup mengigat kenangan itu Anggun meminta pindah ke tanah air, semenjak itu juga Anggun mengenal Rere, Clara, Gabriel dan Reyhan yang menjadi sahabat lama nya, orang yang bisa membuat Anggun bisa melupakan Jason adalah pacar nya saat kuliah yaitu presiden mahasiswa di kampus tetapi tanpa Dia sadari pacar nya juga tidak tulus mencintai nya.


Flasback Off


"Aku,"gumam Anggun yang tercekat itu.


"Kau menunggu ku kan? Aku masih setia,"ucap Jason mengatakan hal itu.

__ADS_1


Sementara itu di kantor kebesaran Alferoz di ruangan CEO itu Reno sedang menatap foto seorang gadis yang tertidur, foto itu adalah foto Anggun yang Dia ambil saat gadis itu tengah terlelap tertidur sehabis kencan mereka semalam itu, senyum miring nya terus terpancar di wajah datar nya.


"Aku mecintai mu, apa Aku akan mengungkap kan nya saja, apa perasaan mu juga sudah tumbuh terhadap ku?" gumam Reno.


__ADS_2