Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
PART 88- COWO OR CEWE?


__ADS_3

"Tuan Varo William" ujar Direktur mall yang baru datang itu.


'Varo William? tunggu, apa dia Varo William yang itu?' ujar Bella menatap lekat pria tampan yang sedang menatap Rere itu dengan penuh kasih sayang, serta melihat Shinta dengan jelas.


'Sial seperti nya mereka memang keluarga William' umpat Bella menatap orang yang ada di depan nya.


Bella langsung merasa gelisah dan ketakutan karena hal yang barusan dia lakukan, gadis itu ternyata sudah salah menilai seseorang.


"Kau kosong kan Mall ini sekarang!" ujar Varo mengatakan itu dengan tegas.


"Ta ta tapi kemarin Anda sudah sepakat untuk hanya menutup toko yang ini saja" ujar direktur mall itu dengan wajah gugup dan menunduk.


"Kalo aku meny.." perkataan Varo terpotong karena istri nya itu memanggil nya.


"Mas" ujar Rere dengan lembut.


Gadis itu mengengam tangan suami nya dan nenatap lekat mata pria yang ada di depan nya itu.


"Udah mas, begini aja udah cukup, lagi pula aku gapapa kok. Kak Bella ini baik kok" ujar Rere berusaha menjelaskan dengan senyum mengembang.


Hufft..


Varo menatap lekat mata istri nya lalu mengembuskan nafas nya dengan kasar dan mengusap wajah nya dengan gusar.


"Kau itu terlalu baik" ujar Varo tidak habis pikir apa yang di ingin kan istri nya itu.


"Benarkah?" tutur Rere dengan bingung bertanya kepada diri nya sendiri.


"Dan kau" ujar Varo menunjuk Bella dengan tangan nya.


Bella yang ditunjuk itu hanya menunduk ketakutan, Dia tidak merasa bersalah sama sekali. Dia hanya marah karena telah kalah oleh Rere, Bella berpikir kenapa Rere selalu mendapat kan hal baik dan selalu di ingin kan semua orang. Bella menunduk kan wajah nya dengan wajah menahan amarah, tangan nya terkepal kuat ketika harus bisa menerima kekalahan ini dan mau mengalah dari Rere.


"Aku ingat kan jangan bilang anak ku ini anak haram, dan istri ku yang cantik ini hanya memiliki satu suami yaitu Aku!" tegas Varo menatap tajam kepada Bella.

__ADS_1


"Sudah mas tentu aku cuman memiliki satu suami, tapi kalo nambah yang satu lagi yang ganteng kayak kak Reno gapapa deh haha" tawa Rere yang berusaha mencairkan suasana.


"Kau" ujar Varo mencubit hidung mancung istri nya itu dengan gemas.


"Haha aku bercanda" ujar Rere memeluk lengan suami nya itu.


Varo menatap tajam kepada Reno yang sedang berdiri di samping nya itu lalu Dia memegang bahu asisten nya itu dengan cengkraman yang kuat.


"Gaji mu aku potong lima puluh persen karena istri ku sudah mengatakan hal seperti tadi" bisik Varo kepada Reno.


'Kenapa gaji ku yang di potong? padahal istri nya yang berkata seperti itu, apakah cinta membuat orang menjadi stress seperti Varo' batin Reno yang hanya diam itu.


"Baik tuan" ujar Reno menyetujui hal itu.


"Sebaiknya Kau minta maaf kepada menantu ku" ujar Shinta menatap Bella juga.


Bella yang mendapat teguran itu menatap ke arah Shinta dengan lekat, Dia melihat dari ujung kaki sampai ujung rambut betapa elegan nya wanita yang ada di depan nya itu kulit wajah yang terawat seperti itu mungkin orang akan mengira bahwasan nya Shinta adalah wanita dewasa berumur tiga puluhan tahun, dari atas sampai bawah barang yang di gunakan nya sangat ber merk. Lagi-lagi Bella menatap dengan kesal dan perasaan tidak terima telah di rendah kan itu, dia mencengkram kuat ujung baju nya lalu berkata dengan lantang.


"Aku tidak salah, buat apa aku meminta maaf. Lagi pula Nyonya William menantu Anda yang terlebih dahulu menampar Ku!" ujar Bella berusaha membela diri dengan benar.


'Gadis sialan, apa maksud nya tersenyum seperti itu? Apa dia menghina ku' batin Bella menatap kesal wajah Rere yang terus tersenyum dan membela diri nya itu di hadapan semua orang, Bella merasa Rere sengaja melakukan itu. Bella merasa Rere sedang meremah kan diri nya yang berada di bawah keluarga suami nya itu.


Tanpa berkata apa-apa atau pun berpamitan Bella melangkah kan kaki nya keluar toko itu dengan wajah kesal dan bercampuran emosi, lalu menutup pintu toko dengan kasar.


Brak..


"Astaga Rere siapa dia? Mom agak tidak percaya kalau kau bilang itu teman mu, Dia tidak sama seperti Anggun dan Clara" ujar Shinta menatap dengan kesal kepergian Bella.


"Sudah Mom lupakan, ayo kita beli barang yang kalian ingin kan untuk Anak kita, juga calon cucu Mommy dan Daddy" ujar Varo mengajak dua wanita tercinta nya itu masuk dan melihat-lihat.


"Tuan saya pamit, nikmati waktu Anda" ujar direktur mall membungkuk kan badan nya dan berlalu pergi dari toko itu.


Varo hanya melambaikan tangan nya pertanda menyuruh para karyawan yang berkurumun itu segara bubar dan mengerjakan kegiatan mereka masing-masing.

__ADS_1


The Babys nama stan toko di salah satu di dalam mall terbesar ini, toko ini bisa di bilang cukup mewah untuk menyediakan peralatan bayi karena merk dan semua yang ada di sini adalah yang terbagus dan berkualitas tinggi. Saat ini mereka sedang memilih beberapa pasang baju untuk calon bayi.


"Baju ini bagus kan" ujar Shinta menunjuk kan itu kepada Rere.


"Bagus kok Mom" tutur Rere dengan tersenyum penuh arti.


Varo yang juga sedang memilih baju untuk anak nya itu pun juga datang dan bertanya kepada Rere dan memperlihatkan beberapa baju yang ada di tangan nya.


"Bagus baju ini lucu yang" ujar Varo menatap Rere.


"Iyah Mas bagus juga" balas Rere mengiyakan pendapat suami nya itu.


"Eh mana bisa, itu baju cowo Varo! anak Rere kan cewe pilih baju cewe yang banyak" ujar Shinta memerintah kan anak nya itu.


"Tidak mom mereka anak cowo" ujar Varo yang mulai terpancing perkataan Mommy nya itu.


"Cewe! pilih baju yang cantik untuk mereka seperti yang Mom pilih kan ini" tutur Shinta mengangkat beberapa baju bayi yang lucu untuk perempuan itu bewarna pink.


"Ini aja Mom, kan anak Varo, jadi Varo yang tahu mereka anak cowo" ujar Varo menatap Mommy nya dengan kesal.


Shinta yang juga mulai kesal itu menjewar telinga Varo dan memarahi nya.


"Kalo Mom bilang cewe yah cewe!" ujar Shinta terus menjewer telinga Varo.


"Au sakit Mom" ujar Varo melepaskan tangan Shinta yang ada di telinga nya.


"Mas, Mom lagi pula kan belum tau ini bayi nya cewe semua atau cowo bisa jadi mereka ada cowo dan cewe anak Rere kan ada empat" ujar Rere yang berusaha menengah kan pertengkaran ibu dan anak itu.


Varo dan Shinta yang sedang beragumen itu lalu seketika menatap Rere secara bersamaan dengan tatapan orang bingung lalu tersenyum.


"Mereka kembar" ujar Varo dan Shinta bersamaan.


"Mommy sampai lupa haha, jadi kita beli saja baju cowo dan cewe" ujar Shinta menyarankan.

__ADS_1


"Rere benar Mom, kenapa kita malah mempermasalah kan itu?" tanya Varo dengan bingung.


"Kau bodoh, anak mu sendiri lupa, Mom sudah wajar lupa, Mommy kan sudah tua" ujar Shinta membela diri.


__ADS_2