Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S2 BAB 46-PERNIKAHAN KEDUA


__ADS_3

Para pengawal yang dimarahi itu hanya menurut kepada ketua Divisi mereka sambil ketakutan dan melepaskan ikatan yang ada di tangan Clara, mereka membawa Clara ke dalam sebuah ruangan luas yang gelap lalu melepaskan ikatan mata itu dan mengunci pintu masuk tersebut, Clara mengerjapkan mata nya beberapa kali melihat area sekitar yang terlihat sangat gelap.


"Ini dimana?" gumam Clara yang terus berjalan maju tanpa bisa melihat apapun di sana karena memang sangat gelap.


"Alisa! Alisa! Alisa! Mommy disini!" teriak Clara di ruangan itu.


Tidak ada jawaban sama sekali, hingga akhir nya sebuah musik di putar dan lampu sorot mengarah ke sebuah tempat seorang pria berdiri yang memakai jas putih, pria itu memegang sebuah mic lalu tersenyum kepada Clara.


"Pak Axel?" gumam Clara dengan bingung nya.


Musik mulai di putarkan, dan Axel pun mulai bernyanyi lirik demi lirik, baca nya sambil putar lagu nya juga boleh biar asik, anggap aja Axel yang lagi nyanyi yah.


Bruno mars-Marry you


It's a beautiful night


Ini malam yang indah


We're looking for something dumb to do


Kami mencari sesuatu yang bodoh untuk dilakukan


Hey baby


Halo sayang


I think I wanna marry you


aku pikir aku ingin menikahimu


Is it the look in your eyes


Apakah itu sorot mata Kau


Or is it this dancing juice?


Atau jus menari ini?


Who cares baby


Siapa yang peduli sayang


I think I wanna marry you


aku pikir aku ingin menikahimu


Well I know this little chapel on the boulevard we can go oh o


Ya aku tahu kapel kecil di boulevard ini kita bisa pergi oh


No one will know oh


Tidak ada yang akan tahu oh


Oh, come on, girl


Oh, ayolah, gadis


Who cares if we're trashed got a pocket full of cash we can blow oh


Siapa yang peduli kalau kita dihempas kantong penuh uang kita bisa hancurkan oh


Shots of patron


Tembakan pelindung


And it's on, girl


Dan aktif, gadis


Don't say no, no, no


Jangan katakan tidak, tidak, tidak, tidak-tidak


Just say yeah, yeah, yeah


Katakan saja ya, ya, ya, ya-ya


And we'll go, go, go


Dan kita akan pergi, pergi, pergi, pergi-pergi


If you're ready, like I'm ready


Jika Kau siap, seperti aku siap


Cause it's a beautiful night


Karena ini malam yang indah


We're looking for something dumb to do


Kami mencari sesuatu yang bodoh untuk dilakukan


Hey baby


Halo sayang


I think I wanna marry you


aku pikir aku ingin menikahimu


__ADS_1



Lirik demi lirik terus di lagu kan oleh Axel untuk Clara hingga lagu pun selesai, Clara hanya bisa kagum dan terpana melihat suami nya sangat tampan di balut jas putih itu di terangi di bawah lampu sorot, Clara mulai beragumen apa maksud semua ini? apa lagu yang di nyanyi kan Axel benar untuk diri nya, atau hanya sekedar lirik saja, atau mungkin saja saat ini Dia sedang bermimpi.



"Hah lagi-lagi Aku memimpi kan hal yang membuat ku menyesali nya ketika bangun" gumam Clara menghela nafas nya dengan kasar.



Clara mencubit kulit tangan nya dengan kuat, tetapi itu terasa sangat sakit, dan ternyata Dia menyadari ini semua bukan mimpi, pria yang ada di depan nya itu memang Axel.



'*Apa maksudnya, apa Dia mempermainkan ku*' batin Clara.



Axel mendekat kepada Clara, hingga pria itu tepat berada di depan Clara, pria itu menatap lekat mata istri nya itu dengan tatapan penuh cinta lalu mengegam jemari-jemari lentik istri nya.



"Clara, Aku bukan pria yang baik dan memiliki sifat bagus, maaf selama ini sudah membuat mu menunggu ku terlalu lama, mungkin ini terdengar konyol bagi mu tetapi Aku merasa jika jarak kita semakin jauh Aku tidak mungkin bisa hidup tanpa mu" perkataan demi perkataan terdengar indah melewati pendengaran Clara, gadis itu tidak dapat berbicara seolah olah mulut nya di kunci dengan rapat.



"Maaf jika selama ini Aku egois, jujur Aku memang mencintai Clarissa tetapi orang yang Aku cintai sekarang adalah kau **Clara Nandine putri**, kalian berdua memang hadir sebagai wanita yang Aku cintai, tetapi kau dan Clarissa berada di ruang hati yang berbeda untuk ku, cinta ku padanya mungkin tidak akan hilang, tetapi cinta ku padamu lebih besar di banding kan apapun" ucap Axel memeluk Clara ke dalam dekapan nya itu.



Clara hanya diam mematung, hingga air mata terus mengalir di pipi cantik nya itu dengan kasar Clara memukul kuat dada bidang milik Axel sambil menangis.



"Bo\*doh, bo\*doh Aku sudah menunggu mu sangat lama, Aku tidak masalah jika Kau masih mencintai mbak Clarissa tetapi berikan cinta mu juga untuk ku, Aku hampir lelah, Aku hampir menyerah atas semua takdir yang mengikat kita, setiap hari Aku selalu takut apa aku kurang baik, apa aku kurang cantik, apa aku kurang pantas untuk berdiri di samping mu, kau pria bo\*doh Aku selalu menantikan hari di mana kau berkata seperti ini Hiks hiks" ucap Clara mencengkram kuat jas Axel lalu kembali memeluk nya dengan posesif.



"Terimakasih sudah menunggu ku, Aku mencintai mu" ucap Axel.



"Aku juga mencintai mu" lirih Clara membalas ucapan Axel.



Axel lalu melepaskan pelukan itu dan berjongkok di depan Clara lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sebalik jas nya, pria itu membuka pelan kotak cincin itu dan mengarahkan nya kepada Clara.



"*So*, *Will you marry me*?" tanya Axel kepada Clara yang diam mematung dengan bingung.



"Tapi kita sudah menikah apa kau lupa?" tanya Clara kepada suami nya itu.




"Iya, Aku mau" ucap Clara dengan senyum nya.



Setelah itu Axel memasangkan cincin di jari manis Clara lalu memeluk nya, Clara merasakan perasaan sedih dan bahagia nya,


Gadis itu larut dalam kesedihan serta kebahagian nya ketika orang yang dicintai nya juga mencintai nya, sakit memang ketika cinta hanya bertepuk sebelah tangan, tetapi seberuntung itu Clara hingga Dia bisa memikat hati seorang Axel Arnolda, Clara yang larut dengan perasaan nya itu dengan kaget melepaskan pelukan nya lalu berkata kepada Axel dengan wajah pucat.



"Alisa! Dia di culik, ayo kita cari, tolong Aku" ucap Clara menarik tangan Axel dengan kuat untuk pergi.



"Itu tidak benar, ini hanya kejutan untuk mu, gadis kecil kita tidak di culik" ujar Axel menahan tangan Clara lalu menengkan nya.



"Apa maksud mu?" tanya Clara dengan bingung.



*Tak*..



Bunyi lampu di hidup kan di ruangan itu, ternyata ruangan di tempat Axel dan Clara berada sangat luas dan terlebih lagi bukan hanya mereka di sana tetapi para orang yang tidak Clara kenal dan ada juga Bunda, serta teman-teman nya tertawa kecil ke arah Clara.



"Astaga kenapa sebanyak ini orang?" tanya Clara dengan kaget.



"Ini belum seberapa, tamu kita yang lain belum datang, ini hari acara repsepsi pernikahan kita" bisik Axel kepada istri nya itu.



"Tunggu jadi dari tadi mereka melihat Aku menangis?" tanya Clara dengan canggung nya ketika melihat tamu menjadikan mereka sebuah tontonan.



"Ya seperti itu" jawab Axel dengan bangga nya.

__ADS_1



"Astaga apa kau tidak malu" bisik Clara mencubit pinggang sixpack suami nya itu.



"Aku tidak malu, karena itu diri mu, Aku ingin memperlihat kan kepada mereka siapa gadis cantik ini, Aku juga tidak akan segan untuk mencium mu lagi di depan semua orang, karena kau istri ku" ucap Axel.



Pria itu menarik pinggang istri nya lalu mencium bibir tipis Clara begitu pun dengan Clara Dia membalas ciuman itu, hingga para tamu dan keluarga yang di undang berasa segerombolan nyamuk yang ada di sana.



*Prok prok*



Tepuk tangan terdengar dari seluruh penjuru ruangan itu, semua orang turut bahagia melihat sepasang sejoli itu terutama Veronica yang akhir nya bisa melihat Axel tersenyum dengan tulus lagi.



'*Terimakasih Clara*' gumam Veronica.



"Daddy, Mommy, jika kalian terus berciuman kapan acara pesta repsepsi nya di mulai, tamu nya kan juga pengen pulang" ketus Alisa yang datang dari sebalik badan Axel.



Alisa tampak cantik menggunakan gaun putih serasi dengan warna jas Axel itu.



"Alisa, anak Mommy sangat cantik" ucap Clara mengendong Clara dalam pelukan nya.



"Mommy ayo, ganti baju, kan ini acara Mommy, gaun nya sama kayak Alisa tapi Mommy lebih cantik gaun nya" ucap gadis itu berceloteh dengan girang nya.



Acara repsepsi berlangsung meriah dan mewah, karena ini semua sudah di rencanakan Roy, Veronica dan pengawal serta anggota Black Devil secara mendadak, tetapi tetap sukses, hari makin malam tamu yang datang juga bertambah, para media berlomba lomba mengambil foto pasangan itu, apalagi Axel seorang pengusaha terkenal, artikel mereka akan menjadi trending topic di media. Clara berdiri bersama Axel menerima ucapan selamat demi selamat oleh teman Axel, dan aneh nya Clara juga menemui beberapa teman SMA nya yang di undang.



"Selamat yah Cla, semoga lancar sama Pak Axel" ujar Gabriel yang datang dengan sendiri nya.



"Lah El, Gua heran kenapa pada datang perasaan ga ngundang, tamu ilegal yah" tanya Clara dengan bercanda.



"Enak aja, gua dapat undangan digital langsung atas nama Pak Axel, iya kan Pak, saya ga nyangka sih guru saya ternyata pengusaha terkenal" ujar Gabriel yang sok akrab itu.



"Terimakasih, kamu bisa pergi, karena masih banyak orang yang ingin mengucapkan selamat" ucap Axel yang langsung membuat Gabriel terskakmat.



"Dari dulu arrogant nya ga ilang" gumam Axel berlalu pergi dari sana.



Alisa yang berdiri di samping Mommy nya yang memang juga ikut menyambut tamu itu menarik gaun Clara.



"Mommy" panggil Alisa.



"Apa sayang?" tanya Clara kepada anak nya itu.



"Kakak tadi siapa nama nya?" ucap gadis itu dengan penasaran.



"Itu namanya Om gabriel, teman Mommy" jelas Clara kepada anak nya itu.



"Om Gabriel ganteng yah Mommy" ucap Alisa dengan polos nya.



Axel yang mendengar itu seketika naluri kebapakan nya pun keluar dengan langsung mengendong Alisa.



"Alisa jangan suka sama pria seperti itu, karena mereka playboy!" tegas Axel kepada Alisa.



"Astaga honey, Alisa cuman muji, Dia belum ngerti begituan" ucap Clara hanya bisa menggelengkan kepala nya.



Acara itu digelar dengan mewah dengan musik orkestra di putar dan minuman dari berbagai jenis mewah dan serta makanan yang berharga fantastis, para koki yang di sediakan yaitu chef terkenal dunia yang langsung di hadir kan dan para pelayan yang langsung melayani tamu dengan teratur dan rapi, acara pun berlanjut hingga malam, semua orang menikmati begitu pun dengan Clara dan Axel karena ini adalah hari bahagia mereka, Clara melirik suami nya dengan bahagia.

__ADS_1



'*Akhir nya hari ini tiba, hari dimana kamu akan menatap ku*'


__ADS_2