
Setelah beberapa hari setiap pagi nya varo merasa pusing dan mual ia memutuskan untuk pergi ke RS di temani oleh asisten pribadi nya. untuk mengecek kesehatan nya ia merasa ada yang salah pada diri nya.
"Tidak mungkin aku memiliki penyakit mematikan, kalo itu sampai terjadi gadis kecil itu pasti akan sangat senang di kelilingi oleh teman pria nya, kalo sampai itu terjadi aku tidak akan iklas dan terus menghantui nya" gumam varo yang sangat serius memikirkan itu semua.
Reno yang melihat tuan nya itu dengan raut wajah serius mengatakan itu, hanya merasa lucu kepada tuan sekaligus sahabat nya. ia menyukai wanita itu tetapi memilih mempertahan kan ke gengsian nya tanpa mau mengungkap nya.
Setelah sampai di rumah sakit. varo langsung menemui dokter umum yang ada di sana, yang sekaligus juga teman dekat varo, Rangga adalah seorang dokter keluarga william ia sahabat dekat dari varo william, rangga adalah sosok playboy akut dan bisa dibilang ia seorang cassanova.
"dari hasil pemeriksaan tidak ada yang salah dengan mu" ujar rangga.
"apa kau bodoh, aku memperkejakan mu dengan uang bukan batu, aku seperti ini saja kau tidak tau, apa kau mau aku lempar ke antartika" umpat varo.
“tenang sobat, aku belum selesai bicara” ujar rangga
'untung kau pemilik RS ini kalau tidak sudah ku cekik kau' batin rangga.
“katakan” ucap varo dengan datar.
“menurut diagnosaku kau memang sehat sehat saja, tapi dengan keadaan yang kau alami sepertinya kau sedang dalam masa kehamilan simpatik” terang dokter rangga
“hah apa? aku hamil, aku LAKIK” sambil berkata dengan menekan kan kata kata nya.
“astaga aku tidak bilang kau hamil bodoh, apakah seorang ceo perusahaan william group memiliki otak dangkal seperti ini” kesal rangga yang tidak tahan lagi.
“coba kau katakana sekali” tatap tajam varo.
'Astaga aku kelepasan' batin rangga menatap dengan raut wajah kikuk dan takut.
“ah maksud ku bukan begitu aku akan menjelaskan nya, kehamilan simpatik saat seorang istri hamil dan kau sebagai pria yang mengalami morning sickness” ujar rangga
'Brak'
varo mengebrak meja kerja rangga dengan kuat.
'Astaga bisa jantungan aku lama lama deket dia' batin rangga dengan kesal melihat tingkah pemilik RS itu.
“hah apa, jadi istri ku hamil” ujar varo dengan wajah terkejut.
“tentu, tidak mungkin istri mu hamil dengan orang lain” tawa rangga
“diem kau bodoh, atau aku akan membuang mu ke antartika” kata varo dengan kesal.
__ADS_1
“Reno” panggil varo.
reno yang mendengar namanya dipanggil segera masuk keruangan dokter rangga.
“ya tuan” sahut reno.
‘astaga dia seperti anjing penjaga, dipanggil langsung menyaut’ batin rangga
“Reno ayo kita langsung ke mansion, aku ingin menemui istri ku” tegas Varo.
“baik tuan” kata reno.
varo langsung keluar dari ruangan rangga tanpa pamit dan permisi.
“astaga dia bahkan tidak berterimakasih kepada ku, untung kau bos nya” umpat rangga yang merasa kesal melihat kepergian varo dari jauh.
"aku mendengar nya bajingan" umpat varo dari luar ruangan itu.
'ups' rangga langsung menutup mulut nya dengan rapat.
----------------
Varo berlari dengan cepat masuk ke dalam mansion itu. ia melewati orang tua yang tengah bersantai di ruang keluarga itu. adrel yang melihat varo berlari-lari itu merasa aneh dan bingung.
"aku tidak tau" kata shinta menggelengkan kepala nya dan lebih berfokus kepada televisi itu.
Varo mendorong pintu kamar nya dengan kasar, ia mengendarkan ke seluruh pandangan nya ke ruangan kamar itu, tetapi ia tidak menemukan istri nya baik di kamar mandi dan ruang ganti. varo kembali turun menuju tempat orang tua nya itu.
"mommy dimana rere?" kata varo dengan wajah yang dipenuhi keringat yang bercucuran itu.
"kau ini kenapa sih?" kata shinta melihat kesal tingkah anak semata wayang nya itu.
"dimana rere mommy?" kata varo menanyakan sekali lagi dimana istri nya itu berada.
"dia berada di taman, kata nya ingin menanam bunga" kata shinta.
satu jawaban itu langsung membuat varo berlari kencang ke taman untuk mencari istri nya, ia mengedarkan seluruh pandangan nya itu ke taman.
"sial taman ini terlalu besar, aku terlalu memanjakan nya sampai membuat taman bunga yang begitu luas" umpat varo yang kesal karena tak kunjung menjumpai istri nya.
'ha ha' tawa rere menutup mulut nya agar tidak terdengar oleh varo.
__ADS_1
langkah varo tiba tiba terhenti saat, suara seseorang yang di kenal nya berada di belakang nya.
"Dor!!!! kaget ya mas ha ha" tawa rere dengan senang melihat wajah kesal suami nya itu.
Varo menatap istri nya itu dari atas sampai ke bawah, ia memang melihat perubahan istri nya itu, ia melihat tubuh rere sedikit lebih berisi dari pada sebelum nya.
"ayo ikut" kata varo menggendong rere di pangkaun nya langsung tanpa aba aba.
"akh, mas jangan bikin kaget dong" kata rere dengan kesal memukul dada bidang suami nya itu dengan kuat.
varo tidak menghiraukan kata demi kata yang di lontarkan istri nya tersebut. ia terus membawa rere dan memasuki nya ke dalam mobil.
"Ren jalankan mobil nya" kata varo.
"baik tuan" kata reno melajukan mobil itu membelah jalanan ibu kota yang ramai dan padat.
Di dalam mobil. rere tidak berbicara, ia menatap varo terus menerus tanpa mengalihkan perhatian nya kepada yang lain, wajah rere sudah menggembung karena cemberut itu.
"jangan menatap ku seperti itu, atau aku akan mengigit mu disini" kata varo mendorong wajah istri nya agar tidak menatap nya terus-terusan.
"yang salah siapa? yang ngajakin aku keluar tiba tiba siapa hah? aku kan lagi pengen liat bunga bunga aku mas, kamu ganggu aja tau, kamu juga kenapa ga kerja malah ngajakin aku keluar" kata rere dengan kesal melontarkan pernyataan demi pernyataan itu.
varo yang kesal dengan pernyataan yang terus di lontar kan istri nya itu, mendekati wajah nya dengan wajah istri nya lalu mencium lembut bibir istri nya itu dengan perlahan.
"jangan bawel" kata varo menyesap bekas ciuman mereka di bibir istri nya itu.
wajah rere bersemu merah karena mendapat kecupan lembut dari suami nya itu. entah kenapa rere merasa akhir akhir ini ingin sekali di sentuh oleh suami nya itu. rere lalu memalingkan wajah nya keluar jendela tanpa menjawab perkataan varo.
"kenapa kau memalingkan wajah mu? apa kau malu kepada ku?" kata varo memegang wajah istri nya dengan kedua telapak tangan nya itu lalu mengecup bibir istri nya bertubi tubi.
"mas udah ih ada reno" kata rere mendorong tubuh varo menjauh.
"dia tidak melihat nya, benarkan ren" kata varo.
"iya nona saya tidak melihat"
'apa aku juga harus mencari istri juga yah' batin reno.
Bersambung....
Jangan lupa **like,coment,vote dan follow nya.
__ADS_1
Selamat menikmati extra part dari aku yah**:)