
Sam mendeketi penjahat itu dan berdiri di depan nya, ia menggores pisau nya itu di pipi para penjahat itu secara bergantian, lalu Samuel menaburkan garam di atas bekas luka itu.
"akhhhh"
Teriak kedua penjahat itu meringis kesakitan. perih itu lah yang mereka rasakan.
"Aku tidak seperti orang lain yang akan langsung membunuh kalian, tenang saja" kata Samuel sambil mengelap pisau nya yang berlumaran darah itu dengan tisu.
"Aku akan mengurung kalian disini, dan bermain-main dengan kalian" Senyum lebar Samuel seolah membuat kedua pria dewasa itu bergetar hebat.
'sial siapa bocah ini' batin penjahat itu.
"kami akan berbicara tuan, yang mentargetkan keluarga william adalah tuan darren!" kata pria itu dengan suara lantang.
Samuel tersenyum miring menanggapi itu, ia lalu pergi dan meninggalkan kedua penjahat itu yang terus berteriak dan memberontak.
"kalian bebas bermain dengan mereka, tetapi jangan sampai mati" kata Samuel.
'seperti nya dia memang benar benar ingin bermain' batin samuel.
...----------------...
Di rumah sakit
"kamu serius udah baikan cla?" tanya Rere sekali lagi yang menyuapi clara dengan buah jeruk itu.
"Astaga re kamu udah nanya itu ke 48 kali nya hari ini, aku nambah sakit bukan gara gara ini luka. tapi gara gara kamu nanya mulu deh" kata clara menatap kesal sahabat nya itu.
Rere mencubit pipi sahabat nya itu lantasan kesal dengan ucapan nya.
"ish padahal aku kan khawatir" kata rere dengan gemas.
"Au sakit re, kamu menyiksa orang yang lagi sakit parah sih" kata clara mengusap pipi nya yang bekas cubitan rere itu.
"Tau deh bucin nya pak axel" kata Rere dengan tawa.
"eh jangan sembrono yah antum" kata Clara.
Shinta yang mendengar itu langsung duduk di dekat menantu nya dan ikut bertanya.
"Astaga clara, jadi kamu sama teman nya varo udah ehem ehem" kata shinta mendekatkan kedua jari nya.
"Ga ada mom, rere ngadi ngadi beneran" kata clara membela diri.
Shinta memang meminta teman teman Rere memanggil nya dengan sebutan mommy, kata shinta supaya mereka lebih akrab dan shinta sudah mengagap temen rere juga sebagai anak anak nya.
__ADS_1
"Pantesan waktu itu alisa memanggil mu mommy, Dasar bujang lapuk itu kenapa harus mencari daun muda seperti mu, dia sangat beruntung, tapi kau? ck ck" Shinta menggelangkan kepala nya dan menetap clara.
"tidak seperti itu mom, serius akhh" kata clara yang sudah tidak dapat menjelaskan nya lagi.
Shinta mengeluarkan hp nya dari balik tas mewah milik nya itu, ia nampak seperti menelpon seseorang di seberang sana.
tut.. tut..
"mommy akan menelpon nya, biar mommy memarahi nya" kata shinta me lounsd speaker telpon itu.
"Hei bocah tengik, kenapa kau menjadikan clara menjadi pasangan mu, dia masih muda, bujang lapuk mending kau cari yang lain" kata Shinta berteriak dari seberang telpon.
Orang di sebalik telpon itu tampak bingung dengan perkataan yang tiba tiba shinta ajukan ia hanya terdiam tanpa menjawab.
"Axel! apa kau tidak mendengar mommy berbicara hah?" kata Shinta berteriak sekali lagi.
"Nyonya, maafkan saya tetapi tuan Axel saat ini sedang ada rapat dengan para pemegang saham" kata sekretaris Axel tersebut.
"harusnya kau bilang dari tadi dasar!"
pip
Shinta langsung mematikan telpon itu, dia merasa malu lantasan sudah salah meneriaki orang disana.
"Jangan ketawa kan mommy, ini sangat memalukan" kata shinta membuang muka nya itu.
Clara sangat menikmati tawa nya itu melihat mommy shinta yang menahan malu itu. Hari sudah mulai siang Rere dan Shinta berpamitan untuk pulang ke Rumah.
"Clara mommy akan meminta perawat menjaga mu, karena kau berlian mommy juga sama seperti Rere" kata shinta merangkul gadis itu.
"Lebay mommy mah, pulang gih. Jangan lupa besok bawain Clara hot anjing mom" kata gadis itu.
"Hot dog yah, bukan hot anjing apa tidak sekalian Hot babi" kata shinta.
"Ha ha sudahlah mom, kalian pulang" kata Clara.
Kini di ruang itu hanya tinggal Clara seorang diri ia tersenyum melihat pintu yang sudah tertutup itu.
'Rere pasti sangat bahagia mendapati keluarga seperti mereka, kapan aku juga memiliki orang yang bisa menjadi keluarga ku' Batin clara sendu menatap langit langit kamar Rumah sakit itu.
...----------------...
Di mansion william.
Di ruang keluarga
__ADS_1
Disana terlihat varo yang sedang membaca koran sambil meminum kopi. ia memakai pakaian rumah, Rere yang baru balik itu merasa heran dan menghampiri suami nya yang tengah bersantai.
"Mas varo ga kerja?" tanya Rere dan langsung duduk di samping suami nya itu, ia mengecup tangan suami pertanda menghormati nya.
"Kangen" kata varo meletakan koran yang ia baca tadi, dan memeluk pinggang ramping istri nya yang memulai membuncit dengan manja.
Varo menngelus-elus terus perut istri nya itu, entah kenapa hal itu sekarang menjadi candu bagi nya saat ini, dan entah sejak kapan juga ia menjadi candu bagi rere.
"Masss" kata Rere dengan panggilan yang cukup panjang dan terdengar manja itu.
Glek..
Varo yang mendengar dipanggil itu, mulai merasa perasaan yang tidak enak, seperti nya sang calon anak mulai meminta sesuatu hal di luar pikiran varo untuk kesekian kali nya lagi.
"iya sayang" kata varo tersenyum kikuk kepada istri nya itu.
Rere mendekat kan mulut nya ke telinga varo dan memegang pipi suami nya itu lalu berbisik.
"Mau rambutan yang di samping taman" Kata Rere dengan tersenyum dengan lebar.
'akh mulai' batin varo.
"Ta ta tapi pohon itu banyak semut nya sayang" kata varo dengan gugup dan wajah kikuk.
'hiks hiks'
"jadi mas ga mau ngambilin? padahal ini buat anak kita, Maafin mommy yah sayang kayak nya daddy kalian ga bakal sanggup ambil rambutan itu, dia kan lemah, daddy kalian takut semut kecil. Ah sudahlah seperti nya aku minta tukang kebun yang ambil saja, kalo seperti ini bisa bisa anak ku mirip tukang kebun" kata Rere mengelus elus perut nya itu.
"Mana bisa! mereka anak ku! tentu mereka harus mirip dengan ku!!" kata varo menekankan kata kata nya itu.
"yaudah ambil" dengan santai nya nona william itu berkata.
"tapi aku"
perkataan Varo terpotong karena Shinta datang dan membela menantu nya itu.
"Ambilin aja varo, kamu mau anak kamu ileran apa?" kata Shinta yang menakut-nakuti varo.
"ya gamau mom" sangkal varo dengam cepat.
"Ayo"
...----------------...
Bersambung...
__ADS_1