
"Baiklah Nona Alferoz, sebaiknya Saya mulai, dari pada harus mendengar ocehan Anda,"ucap Michele memeriksa kondisi Reno.
"Ck, tidak sopan,"kesal Anggun dan berpindah ke posisi satu nya lagi.
Michele memeriksa keadaan pasien nya itu dengan teliti, apalagi yang Dia rawat adalah pewaris tunggal Alferoz seorang aset keluarga Alferoz yang akan membangun dan mengembangkan Alferoz ke depan nya, Michele seperti nya mengamati dan menganti infus Reno, serta melihat hasil nya di buku yang Dia tulis.
"Aku heran kenapa Dia tidak bangun, saat kau periksa,"ucap Anggun menatap wajah Reno yang tampak letih itu.
"Seorang penderita tipes memang sering merasakan kelelehan, mungkin Dia sedang menikmati tidur Maybe,"ucap Michele memeriksa buku nya itu.
"Tapi setahu Aku tipes itu katanya karena kelelahan dan sering bekerja berlebihan begitu?"ucap Anggun yang penasaran.
"Bukan kelelahan memang sering disebut sebagai penyebab seseorang kena penyakit tipes, atau yang di kenal juga dengan sebutan demam tifoid. Padahal faktanya tidak begitu, Kelelahan merupakan bagian dari gejala demam tifoid, bukan penyebabnya. Camkan itu!"ucap Michele menjelaskan kepada Nona Alferoz.
"Sorry, Gua Kuliah jurusan manajemen bisnis tahu nya neraca, saldo, kuantitas, angka bukan penyakit,"ucap Anggun menatap kesal kepada dokter itu.
"Tentu Nona, kita memiliki keahlian di bidang masing-masing,"ucap Michele menghela nafas nya.
Reno yang sedang tidur itu merasa sangat terganggu karena ada suara orang berbicara di dekat nya, dan itu membuat pendengaran nya terasa tidak enak dengan terpaksa Reno membuka mata nya dan menatap dua orang yang sedang mengoceh tentang bisnis dan kedokteran.
"Kalian berisik!"ucap Reno ketus secara pelan, karena memang Dia masih kurang enak.
"Hubby, kau sudah bangun, apa yang kau rasakan?"ucap Anggun kepada suami nya itu.
"Aku baik-baik saja, dan Kau Michele kenapa kau berisik di saat seorang pasien mu sedang tertidur!"ketus Reno menatap dokter itu.
"Bro, tenanglah itu gara-gara istri mu yang mengajak ku duel mulut Dia sangat cerewet apa kau tahan?"ucap Michele setengah berbisik.
Anggun yang di bicarakan itu hanya mendengus kesal karena Dia juga mendengar walaupun pria itu berbisik. Reno tidak menjawab perkataan Michele, perhatian nya teralihkan pada Anggun yang menatap Michele kesal, tangan pria itu naik terulur dan menutup mata gadis kecil nya.
"Hubby, apa yang kau lakukan?"ucap Anggun memegang tangan Reno yang menutup mata nya.
"Little jangan lihat Dia, mata mu bisa sakit,"ucap Reno menatap Michele dengan tatapan datar nya.
__ADS_1
"Loh kok Aku? Hadeh bro posesif sama aja kayak Om Dante,"ucap Michele menghela nafas.
'Posesif? Maksud nya apa?' batin Anggun yang masih memegang tangan Reno.
Saat mereka asik berbincang, sebuah langkah kaki yang terdengar ramai masuk ke dalam ruangan itu.
Krek..
"Boy, Are you okay?"ucap Alessia langsung mendorong tubuh Michele menjauh.
"Duh Tante, ada Michele loh,"ucap pria itu setengah kesal.
"Ah maaf Michele, Tante kira tadi siapa,"ucap Alessia kepada anak sahabat nya itu.
Ternyata Alessia dan Dante pulang dari liburan tour keliling dunia mereka, karena khawatir kondisi Reno, soalnya Anggun pakai nangis di kirain kan parah gitu, dan di sisi lain ada Ananda dan Lumuis yang juga datang bersama mereka, serta Alice yang baru balik menjemput orang tua nya di bandara.
"Mom, kau pulang,"ucap Reno mengerutkan kening nya.
"Ada apa dengan ekspresi mu itu, Mommy mu pulang apa kau tidak senang,"ucap Alessia kesal kepada anak nya.
"Memang kau mirip Daddy mu, berkata seperti itu dengan wajah datar, orang mengira kau akan terpaksa, untung Aku lebih paham dari siapa pun,"ucap Alessia mengelengkan kepala nya.
"Ekhem, Aku tidak begitu,"ucap Dante mengkode istri nya.
Sementara itu Anggun yang juga melihat kedatangan kedua orang tua nya juga menyambut mereka dan mengambil keranjang buah yang di bawa orang tua nya itu.
"Mama, Papa kok bisa barengan sama Mommy dan Daddy?"ucap Anggun.
"Janjian dulu tadi,"ucap Ananda kepada anak nya itu.
"Reno, apa Anggun menjaga mu dengan benar, kenapa kau bisa sakit?"ucap Ananda yang juga khawatir itu.
"Aku sakit karena kesalahan ku, Anggun sangat pintar menjaga ku, Mama tidak perlu mengkhawatirkan nya,"ucap Reno kepada Mama mertua nya itu.
__ADS_1
"Iya iya, Anggun. Alice bercerita masakan mu sangat enak, Aku rasa makan siang kali ini ingin di masakan oleh mu,"ucap Alessia tersenyum kepada menantu nya itu.
"Tentu Mom, untuk Dad serta Mama, Papa juga semua nya Aku akan menyiapkan nya,"ucap Anggun tersenyum bangga karena di puji oleh Ibu mertua.
Sedangkan Michele yang tersingkirkan oleh reuni keluarga itu duduk di sudut sofa kamar, karena Dia seperti nya sedang melihat dan mendiagnosa sekali lagi tentang kondisi kesehatan Reno, tanpa Michele sadari seorang gadis duduk dan menghimpit tubuh nya.
"Yo Kak Michele,"ucap Alice menubruk badan pria itu.
"Alice sebaiknya jaga tubuh mu, karena kau baru sembuh dari koma satu tahun lalu,"ucap Michele menatap gadis itu sekilas.
"Aku sudag tidur satu tahun, tapi kenapa sikap mu masih sama?"ucap Alice kesal kepada pria itu.
"Kau kira Aku apa? Bisa berubah rubah, power rangers?"ujar Michele menatap kertas nya kembali.
"Sudahlah, Alice selalu salah di mata kakak,"ucap gadis itu mengdrama.
"Gausah drama, kebanyakan nonton drakor begini,"ucap Michele.
Pembicaraan di kamar pasutri itu terasa hangat karena keluarga saling melempar canda dan tawa, sedangkan Anggun turun untuk memasak jenis makan di bantu para koki, karena seperti nya Dia tidak akan siap menyelesaikan beberapa hidangkan lain kalo cuman sendirian.
"Tuan Saya pamit ke RS dulu,"ucap Michele memotong pembicaraan keluarga itu.
"Michele, makan siang di sini dulu, baru balik, Alice ajak Dia ke bawah,"ucap Alessia kepada anak nya.
"Nah, Ayok,"ucap Alice menarik tangan pria itu dengan kuat.
Michele yang di paksa itu hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah gadis itu menuju meja makan yang sudah tertata rapi dengan makanan, sedangkan Reno turun dengan kursi roda di bantu oleh Dante, bisa sih jalan tapi kata Mommy Alessia jangan kecapean nanti lama sembuh nya, mereka semua turun dan melihat masakan yang banyak.
"Anggun, ternyata latihan mu tidak sia-sia,"ucap Mama Ananda yang malah mengejek anak nya itu.
"Mama, jangan mengejek ku,"ucap Anggun membantu Reno pindah ke kursi makan.
Gadis itu duduk di samping kursi Reno dan membantu Reno mengambil makan siang, karena makan siang pria itu khusus untuk suami nya.
__ADS_1
'Sangat jarang mansion ini ramai, jika tidak hari spesial,'