
Anggun terus memberontak di atas gendongan Reno, karena Dia malu saat semua orang memandang mereka seperti itu.
"TURUNKAN AKU!!
"TURUNKAN!!
"CEPAT TURUNKAN AKU KULKAS BERJALAN!!"
Teriak Anggun dengan kesal memukul dada bidang pria tampan itu.
Bruk..
Reno melepaskan gendongan nya dan membuat Anggun tersungkur di lantai, Anggun meringis kesakitan ketika bo*kong nya menciun lantai dengan tiba-tiba.
"Akh, kulkas berjalan sialan, kenapa kau turun kan Aku!"teriak Anggun menatap tajam pria yang terus berjalan dengan tatapan datar nya itu.
Pria itu membalikan badan nya, dengan wajah datar dan kening berkerut.
"Little kau sangat aneh? Apa kau masih normal?"ucap Reno dengan bingung.
"Si*alan kulkas berjalan, siapa yang aneh, bukan Aku! Tapi kau heh?!"teriak Anggun menunjuk Reno yang berjarak beberapa meter itu.
"Tentu kau aneh, bukan kah kau menyuruh ku untuk menurunkan mu? Apa Aku salah?"ucap Reno dengan tatapan datar nya.
Anggun mendegus nafas nya dengan kasar mata nya menatap tajam wajah datar Reno yang WATADOS (wajah-wajah tanpa dosa) itu.
"Kau benar, iya,"gumam Anggun berdiri dan masuk ke dalam lift.
"Apa yang kau bicarakan?"tanya Reno masuk ke dalam lift berdiri di samping gadis itu.
Gadis itu sama sekali tidak menjawab pertanyaan Reno karena itu hanya akan membuat nya tambah darah tinggi, mereka keluar menuju platform hotel yang menyediakan tempat paling indah dan mewah itu, Reno berjalan terlebih dahulu dan Anggun mengekor di belakang nya.
"Ren,"ucap Varo menepuk bahu pria itu yang tiba-tiba muncul di depan nya.
"Tuan,"ucap Reno masih berkata formal itu.
"Ck kau ini, Aku bukan Tuan mu lagi Ren, jadi lah seperti kita berteman di kampus dahulu,"ucap Varo menatap sahabat nya itu.
__ADS_1
"Baiklah,"ucap Reno yang masih dingin berbicara kepada semua orang itu.
Varo mendelik pandang nya ke belakang punggung Reno, terlihat Anggun dengan wajah masam nya hanya diam memandang ke segala arah.
"Anggun, apa kau mendapat kejutan seseorang yang akan kau nikahi?"lirik Varo berkata seperti itu.
"Kak Varo seperti nya dari awal sudah tahu, kalo Aku bercerita tentang pria mistis itu, pantas saja kalo Aku bercerita seperti itu di kau selalu tertawa dengan Pak Axel,"ketus Anggun kepada Varo itu.
"Haha tenanglah Anggun, Aku tidak tahu kau menikahi nya, tapi orang yang kau bilang akan menikahi pria nomor 2 di dunia, Aku mengenal nya karena Dia putra tunggal, jadi Aku sangat paham dari siapa pun,"ucap Varo tertawa renyah melihat ekspresi Anggun yang kesal.
Mereka terus berbincang hingga sampai di sebuah restoran bertama outdorr di atas platform hotel itu, terlihat Axel, Clara dan Rere sudah ada di sana.
"Cla, kau bela-belain lagi hamil datang ke sini?"ujar Anggun duduk di samping dua gadis itu.
"Tentu, apa lagi sejak Honey ku bercerita orang yang kau nikahi adalah Reno, mimpi mu terwujud bukan haha,"ucap Clara tertawa dengan puas.
"Aku juga tidak menyangka kenapa kita bisa menikahi pria tua seperti mereka haha,"ucap Rere yang mendapat perhatian ketiga pria yang duduk di depan mereka.
"Ma ma maksud ku pria tampan,"ucap Rere mengaruk belakang kepala nya dengan canggung.
"Ayo berfoto sebelum pulang,"ucap Clara dengan heboh.
Semua orang mengikuti keputusan Clara, mereka berbaris untuk mengambil foto dengan saling memeluk pasangan masing-masing.
"Reno peluk lah calon istri mu kalian sangat canggung,"ucap Axel menatap Anggun dan Reno yang hanya berdiri seperti manekin.
"Aku tidak bisa, atau Dia akan menampar ku lagi,"ucap Reno yang mendapat tatapan semua orang.
"Apa maksud nya Ren?"ucap Rere dengan penasaran.
"Tadi saat Aku tidak seng--,"lagi-lagi Anggun membekap mulut suami nya itu dengan kesal.
"Tidak ada, ayo kita lanjutkan,"ucap Anggun dengan kesal menatap Reno.
Akhirnya mereka menyelesaikan itu semua, sementara itu Arnolda, dan William akan terlebih dahulu menuju mansion Alferoz karena Reno sendiri yang meminta mereka tinggal di sana, lalu Reno akan mengantar Anggun.
"Mama, Papa, Reno pamit dulu,"ucap Reno yang mengeluarkan mobil nya dalam gerbang rumah Anggun.
__ADS_1
"Ya sudah hati-hati Reno,"ucap Lumuis yang mengantar kepergian menantu nya ke depan gerbang rumah.
Anggun merebahkan badan nya di kasur, menatap langit-langit, otak nya berusaha berpikir untuk menerima pernikahan nya besok, Anggun mengusap kepala nya nya dengan kasar.
"Akh sial, Aku tidak mau menikah Aku masih 21 tahun enak saja, lihat saja besok,"seringai Anggun menatap langit-langit kamar nya itu dengan senyum miring.
Keesokan hari nya H-Pesta pernikahan
'Si*al Aku memang berbicara seperti itu kemarin, tetapi ternyata penjagaan nya sangat ketat, apa kulkas itu berpikir Aku akan melarikan diri dasar,' batin Anggun.
Saat ini Anggun sudah mengenakan gaun pengantin, Dia juga sudah didandani, gadis itu berada di ruangan salah satu gedung tempat acara akan berlangsung sendirian, karena Dia tidak mau ada orang yang mengawasi nya, Anggun terlihat cantik dengan gaun yang di balut di tubuh nya, Dia hanya diam duduk di sofa otak nya sudah buntu tidak tahu apa yang akan Dia lakukan lagi.
"Ekhem Aku tidak kabur, Aku hanya mengintip,"gumam Anggun mengintip dari sebalik pintu pengawasan yang ada di depan ruangan nya.
Ternyata para pengawal tidak, karena sekarang mereka di kumpul kan dalam satu tempat yang sama karena akan di beritahu intruksi yang aman.
"Hoho, seperti nya kulkas berjalan memang tidak memikir kan niat ku sama sekali untuk kabur, bye bye pesta pernikahan,"ucap Anggun berusah berlari membopong gaun nya yany berat melewati lift dan mengendap-endap.
Anggun tiba di jalan belakang gedung di parkiran itu, Anggun memilih berjalan memutar dan sampai ke depan gedung itu, sambil menatap gedung itu Anggun tersenyum puas.
"Bac*ot sama pernikahan bisnis apalah, Gua bebas!"teriak Anggun berlari dan menjadi pusat perhatian karena gadis itu memakai gaun keluar.
Sementara itu Rere dan Clara yang ingin menemui sahabat nya itu, membuka pelan ruangan itu dan mengedar kan pandanga nya ke seluruh ruangan, tetapi tidak ada siapa pun.
"Di mana Nyonya kalian?"tanya Clara dengan bingung kepada pengawal dua orang yang berdiri di depan pintu.
"Mereka ada di dalam nyonya Arnolda, nyonya William,"ucap pengawal itu dengan bingung.
Brak..
"Seperti nya Dia kabur,"gumam Rere dan Clara yang memegang kepala mereka.
Tring..
"Tuan, Nona Anggun seperti nya kabur,"
__ADS_1