Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

Setelah pintu tertutup akhirnya Michele merapikan baju pacar nya itu yang tampak juga malu, Michele menegelam kan wajah nya di dada Alice dan menutup nya lalu memeluk pinggang gadis itu, sehingga wajah nya tertutup rapat.


"Ck menganggu saja, maafkan Aku,"gumam Michele yang sebenarnya malu.


"Sayang, apa kau malu?"tanya Alice yang tampak bingung melihat reaksi pacar nya itu malah bersembunyi di dalam pelukan nya dengan manja.


"A a a ak Aku tidak malu, hanya saja sedikit,"ujar Michele mengatakan itu sambil menutup wajah nya.


Gadis itu yang mendengar jawaban Michele seketika hanya bisa tertawa kecil, ternyata pacar nya itu juga bisa malu, padahal harus nya Dia lah yang lebih malu.


"Astaga kenapa kau yang malu?"ujar Alice mengatup kedua pipi wajah pria itu sehingga terlihat lah wajah tampan nya yang mengembung akibat tekanan di tangan Alice.


"Tentu, siapa yang ingin di lihat orang saat sedang melakukan itu,"ujar Michele memaling kan bola mata nya mengatakan itu.


"Hahaha pacar ku lebih malu, kau mengemaskan, ayo makan? Aku membuat kan banyak makanan,"ujar Alice mengatakan itu dan membuka kotak makan yang banyak Dia bawa.


"Apa kau bisa memasak?"tanya Michele mengerutkan kening nya.


"Kalau tidak enak jangan di makan saja, Aku tidak seperti pasangan yang lain harus butuh pujian palsu, saling jujur saja ok?"ujar Alice tersenyum manis.


Michele melihat makanan itu satu persatu dengan kagum, bayangan masakan yang ada di otak Michele sangat jauh dari perkiraan nya, karena Alice anak orang kaya Dia mengira Alice sama sekali tidak bisa memasak, tetapi apa yang Dia lihat saat ini sangat berbanding terbalik.


Masakan yang di hidangkan sangat berkelas dan tersusun rapi dan hiasan seperti restoran mewah, pria itu tertegun dan melirik Alice yang fokus membuka kotak makanan yang banyak itu.


'Kenapa Aku bisa seberuntung ini mendapatkan mu?' batin Michele tersenyum menatap Alice.


"Aku mau Kamu mencoba masakana ku, karena Aku bangun pagi untuk memasak menu spesial untuk dokter Michele Antara,"ujar gadis itu tersenyum manis mengambil salah satu nya dan menata nya ke piring.


Alice memberikan piring serta sendok dan garpu itu kepada Michele, pria itu tersenyum senang dan mencoba makanan nya, ternyata itu bukan hanya di bentuk tapi juga di rasa sama-sama sangat enak, Alice juga menikmati masakan nya bersama Michele.


'Makan bersama di ruangan Kak Michele seperti seorang istri membawa kan masakan untuk suami nya kyaaa,' batin Alice hanya malu mengatakan itu pada diri nya.


"Mmm, masakan mu enak? Apa kau mau menikah dengan ku?"ujar Michele yang tiba-tiba mengatakan itu.

__ADS_1


Ohok.. ohok..


Gadis itu yang sedang memakan makanan nya seketika tersedak dan terbatuk-batuk akibat pernyataan Michele, pria itu seketika kaget dan memberikan minuman kepada pacar nya.


"Apa kau gil@ mengatakan itu mendadak dengan wajah datar mu, kau kira itu perkataan sepele?"ujar Alice yang kaget menatap Michele.


"Maaf, tapi Aku serius, kau pacar ku bukan? Apa kau tidak ingin menikah dengan ku?"tanya Michele mengatakan itu sekali lagi.


"Dasar, te ten tentu Aku mau,"ujar Alice menjawab dengan malu nya mengatakan itu.


Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang sedang menguping pembicaraan mereka, karena tubuh pria itu oleng, akhir nya tubuh nya terjatuh dan membuat pintu itu terbuka.


Bruk..


Pandangan Michele dan Alice akhirnya tertuju kepada orang itu, yang di lihat hanya bisa cengegesan dengan malu karena menganggu kedua orang itu untuk kedua kali nya.


"Dokter Angga, apa yang kau lakukan?"tanya Michele kepada junior nya itu dengan tatapan tajam.


Alice yang mendengar itu hanya bisa tersenyum kecil melihat ternyata walaupun Dia dokter tingkah kekanakan nya masih ada.


"Apa kau mau bergabung? Aku membawa nya banyak, silahkan,"ujar Alice mrngatakan itu.


Seketika raut wajah Angga berubah jadi sumringah dan berdiri di dekat pintu sambil berkata kecil juga kepada beberapa orang yang ternyata ikut menguping Michele dan Alice dari tadi.


"Hei kalian sini, kakak ipar mengajak kita makan bersama,"ujar Angga mengatakan itu.


Seketika ada 3 dokter keluar yang 1 pria yang dua nya lagi wanita dan tiga perawat wanita yang juga masuk, seketika sofa Michele ramai oleh ulah mereka pria itu hanya mendengus kesal.


"Seharusnya kau tidak mengajak bocah ini, Dia selalu biang rusuh,"ujar Michele mengatakan itu dengan kesal meletakan piring nya.


"Tidak apa-apa, Aku memang membawa nya apa kamu sanggup memakan semua nya?"tanya Alice kepada pacar nya itu.


Pria itu melihat banyak nya kotak makanan lalu menghela nafas karena perkataan Alice ada benarnya di pikiran nya itu.

__ADS_1


"Nah dengar kata kakak ipar senior, Dia saja mengizinkan, kalian juga berterimakasih lah kepada kakak ipar,"ujar Angga kepada teman-teman nya.


"Terimakasih makanan nya kakak ipar,"ujar mereka serempak.


"Makanan Anda sangat enak,"


"Aku yakin dokter Michele sangat betah di rumah,"


"Ya itu benar kakak ipar, kau cantik dan juga berbakat,"


Alice yang mendengar di panggil kakak ipar itu seketika wajah nya memerah karena malu atas pujian orang yang di berikan kepada nya, gadis itu hanya tertawa kecil.


"Aku lebih muda dari pada kalian, tapi terimakasih pujian nya,"ujar Alice dengan senang.


"Benarkah? Pantas saja kau sangat cantik dan fresh, ternyata senior suka nya yang muda-muda,"ujar Angga mengatakan itu.


Tanpa pria itu sadari sebuah tangan melayang ke kepala nya mengetuk kepala pria itu dengan segala perasaan kesal nya itu.


Duk..


"Senior kepala ku,"ujar Angga mengosok kepala nya kesakitan.


"Lain kali jaga mulut ku, walaupun Dia semuran atau sudah tua atau apa pun itu, selagi itu Dia Aku tidak akan berpaling,"ujar Michele mengatakan itu.


Seketika semua orang menatap Michele dengan kagum, karena pria itu sangat jarang yang nama nya berbicara bijaksana di depan semua orang.


"Wah ternyata senior perkataan mu sangat bagus mengatakan itu, kakak ipar kau mengajar kan nya dengan baik,"ujar Angga mengangguk dan memberikan jempol nya.


"Dan memang pacar ku dari dulu sudah baik, kau kenapa sangat pintar berkata-kata manis,"ujar Alice memeluk pria itu dengan gemas.


Sementara orang yang menatap mereka hanya menikmati makanan nya membiarkan kebucinan yang berselangan dengan makanan mereka.


"Benarkah?"tanya Michele mengerutkan kening nya heran juga mengatakan itu.

__ADS_1


__ADS_2