Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

Seketika mata Morelina membola melihat suara yang sangat Dia kenal dan wajah gadis yang sangat Dia kenal, dengan gerakan cepat melirik kursi Alice yang Dia duduki tadi memastikan yang di depan itu hanya orang yang mirip saking tidak percaya nya, oh tidak seperti nya itu benar-benar Alice yang Dia kenal.


"Alice Alferoz,"gumam Morelina dengan wajah pucat pasi melihat gadis yang ada di depan nya.


Semua orang tampak heboh dengan perkenalan itu, tepuk tangan di terima dengan meriah nya oleh Alice Alferoz itu, sungguh membuat wajah Morelina pucat pasi membuat nya senang.


Bestian yang juga tidak kalah kaget hanya diam mematung, akhirnya Dia mengingat segala penghinaan nya kepada Alice tadi saat mereka bertemu makan siang, pantas saja gadis itu bertutur kata dengan baik dan sopan Dia dari keluarga terpandang dan masalah besar nya Dia adalah bagian Alferoz tempat pria itu mengantung kan hidup nya mencari nafkah.


"Elina! Apa maksudnya itu, Dia itu putri Tuan Dante,"ucap Bestian dengan mata memerah menahan emosi nya karena di sana memang sangat ramai.


Wanita itu menunduk Dia mengeleng menanggapi ucapan Papa nya, Dia terus menunduk dengan telapak tangan yang mulai dingan dan gemetar, bisa-bisa nya Dia bersikap angkuh dan sombong pada keluarga terkaya nomor satu di Eropa, seperti nya Elina sudah mencari makam nya sendiri.


"Papa, Aku tidak tahu istri Michele adalah keluarga Alferoz, Dia bersikap sangat sederhana, tunggu jadi kenalan dengan Varo William di villa itu bukan kenalan Michele tapi kenalan Alice Alferoz,"gumam Morelina menatap Papa nya dengan bibir gemetar tidak bisa lagi memasang wajah sombong nya.


"Gadis b0doh, tentu keluarga Alferoz dekat dengan William, CEO mereka itu bersahabat,"ucap Bestian mengusap wajah nya kasar mengingat segala kesalahan putri nya itu.


Deg.. deg..


Detak jantung Morelina berdetak cepat bukan karena perasaan jatuh cinta, tapi karena rasa ketakutan yang sudah tidak dapat Dia tahan keringat dingin nya menetes dan diri nya bisa saja pingsan, tapi Dia berusaha menunduk menghembuskan nafas saking kaget nya.


"Sebelumnya Aku hanya ingin menyapa untuk rekan kerja Alferoz, kalian jangan bermain main dengan ku, walaupun Aku seorang wanita, darah kental Alferoz mengalir di tubuh ku, jadi bersiap lah untuk mendapatkan pemimpin yang tegas satu lagi di perusahaan pusat,"ucap Alice tersenyum manis.


Prok.. prok...

__ADS_1


Semua kembali bertepuk tangan entah kenapa setiap kata demi kata yang di dengar Morelina semakin membuat nya menjadi stress tidak mau meyakini kebenaran yang ada di depan nya saat ini.


"Astaga memang Alferoz bukan saingan,"


"Sepertinya Alice tidak buruk untuk di jadikan rekan kerja,"


"Cara nya dalam berbicara sudah menampilkan sifat tegas nya,"


Ucap para investor yang ada di sana kagum dengan gadis muda yang tampak cantik berdiri di sana, sesekali Alice melirik Morelina yang duduk dan hanya menduduk tidak berani mengangkat kepala angkuh nya.


"Karena ini hanya acara peresmian mungkin secara singkat saja, hari ini dengan di setujui proyek di buka, dan seperti yang kalian lihat di sini rancangan ini sudah di buat dengan kerjasama deseigner Edward yang terkenal dengan ranjangan desain mereka, beberapa proyek tentu akan menjadi investasi besar bagi Alferoz, perusahaan kami juga bekerja sama dengan para pemimpin yang ternama,"


"Dan seperti nya untuk objek lain nya CEO Alferoz sudah menjelaskan detail nya, lalu untuk rumah sakit Alferoz yang terkenal ini adalah bukti kami mengembangkan Alferoz dalam dunia kesehatan, jangan lupakan rumah sakit kami terkenal karena memiliki dokter dari keluarga Antara, haha seperti nya Aku lupa karena Dia sekarang adalah suami ku,"ucap Alice tersenyum kearah Michele.


"Dia belum membicarakan itu kepada ku, berapa kau membayar nya untuk mempromosikan mu?"tanya Reno berkata dengan datar.


Michele yang memang duduk beda satu bangku dengan Reno itu yang tadi tersenyum ke arah seketika gugup karena Dia memang tidak tahu Alice sampai segitu nya ingin memperkenalkan diri nya sebagai suami.


"Tidak Aku sungguh tidak meminta nya,"ucap Michele mengatakan itu dengan nada panik nya.


"Bercanda bro,"ucap Reno dengan nada datar nya dan kembali fokus kepada Alice.


Wait? Bercanda? Apa Reno serius, itu bukan bercanda cara nya berbicara dengan wajah datar tidak membuat orang yakin kalau itu sebuah candaan, memang pria itu membuat Michele selalu jantungan.

__ADS_1


"Dan dengan terhormat nya, dokter Bestian Aguest,"ucap Alice mengantung kalimat nya.


Seketika Bestian menatap Alice dan mendongkak kepala nya memasang wajah sang penjilat agar tetap mengamankan posisi nya agar tetap tidak jatuh itu.


"Kau akan di pindahkan di sini menjadi kepala dokter, dan untuk Dokter Morelina Aguest,"ujar Alice kembali mengantung kata-kata nya.


Morelina langsung mendongkak kepala nya menatap Alice dengan tatapan suram nya yang tidak tahu apa di pancarkan wanita itu entah ketakutan atau kekesalan yang bercampur menjadi satu.


"Kau juga akan di pindahkan ke sini, karena bakat mu yang cukup hebat yang di juluki si dewi yang Aku dengar bersyukur lah Morelina,"ucap Alice tersenyum miring mengatakan itu.


Wanita itu yang mendapat penghinaan hanya bisa menunduk, Dia tidak bisa marah kali ini Alice jauh berada di angin dari pada diri nya tingkatan mereka sangat berbeda.


"Dan Dokter Michele Antara, kau akan menjadi penganti kepala RS di pusat kota Roma,"ucap Alice mengatakan itu dengan enteng nya.


Lagi-lagi Reno mengeleng kepala nya dengan tangan yang melipat tangan kedua di dada, seperti nya adik nya itu sedang ada dendam yang tidak tersampaikan sehingga membuat nya semangat.


"Tanpa ada penolakan, saya ucapkan proyek sudah di resmikan, terimakasih Tuan dan Nyonya, saya tunggu kontrak kalian di Alferoz, oiya jangan lupa hadiri acara pelelangan produk brand kami, karena Aku Alice Alferoz tidak suka di tuduh memakai barang brand palsu, padahal perusahaan kami sendiri yang memproduksi nya, dan nikmati pesta nya di sini juga makanan mahal, jika kalian ingin membungkus nya silahkan,"ucap Alice berkata dengan Anggun tetapi dengan tatapan menyindir seseorang.


Prok.. prok..


Alice yang menyelesaikan itu kembali menerima bertepuk tangan atas pidato nya, para tamu yang berada disana itu mulai menikmati hidangan atau pun menerima wawancara begitu pun Reno yang mendapat ucapan dari kolega nya.


"Seperti nya Nona muda Alferoz akan sangat kami tunggu performa nya dalam dunia bisnis, Tuan Alferoz,"ucap para kolega tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2