
2 tahun yang lalu
"Om Riannn" kata Chelsea yang langsung memeluk om nya itu. ia adalah Rian William adik dari sang daddy Adrel William.
"Astaga gadis kecil ku sangat bersemangat" kata Rian membalas pelukan keponakan nya itu.
"Mau apa kau kemari" kata Adrel menatap adik nya itu.
"Hei kak kenapa kau berbicara sangat ketus, ini juga rumah ku" kata Adrel duduk di samping Varo.
"Apa om Rian mau ke tempat nenek maria?" tanya gadis itu memeluk lengan om nya itu.
"Iya, apa kau mau ikut" tawar Rian kepada Chelsea.
"Ayo ikut" kata Rian membawa gadis itu pergi dari ruangan itu.
"Mommy, daddy kak Varo bye bye" Chelsea melambaikan tangan nya.
"Jangan lupa antar dia pulang kembali" teriak Adrel kepada adik nya itu.
Di dalam mobil menuju rumah nenek Maria.
Nampak seorang pria yang sedang menyetir mobil mewah nya dengan santai, dan seorang gadis kecil kisaran umur 16 tahun yang terus tersenyum menatap jalanan yang mereka lewati.
"Nanti om akan pergi dengan teman-teman om, kau tinggalah bersama nenek Maria, besok om kembali menjemput mu" ujar Rian tanpa menatap ke arah Chelsea itu.
"Eh terus Sea main nya sama siapa dong? kalo tau begini mah, gamau deh diajakin sama om Rian" cemberut gadis itu dengan kesal membuang muka.
Rian yang melihat tingkah keponakan yang sangat lucu itu merasa gemas sendiri.
"Ada Alexa dia juga datang, kalian bisa bermain bersama" sambung Rian mencubit hidung mancung keponakan nya itu.
"Benarkah? asik aku akan mengerjai Alexa haha" tawa gadis itu dengan bangga, kebiasaan Chelsea saat berkumpul dengan keluarga nenek tiri nya memang sangat suka menjahili sepupu nya yang culun itu.
"Kau"
Duar..
Suara bunyi ledakan terdengar dari bam mobil, seketika laju mobil yang di tumpangi Alexa dan Rian oleng ke kanan dan ke kiri, tapi untung saja Rian bisa mengendalikan laju mobil itu sehingga kembali stabil, Rian menepikan mobil nya dan memilih untuk mengecek keadaan bam mobil nya.
"Aduh om mobil mahal kok bam nya murahan sih" kesal Chelsea yang ikut turun mengikuti om nya itu.
"Sea jangan menghina mobil om yah, ini keluaran terbaru tahu" sungut Rian yang kesal dengan perkataan keponanak nya itu.
Rian berjongkok dan melihat bagaimana keadaan ban mobil nya itu begitu juga Chelsea yang ikutan berjongkok, tanpa mereka berdua sadari dari belakang sudah ada orang yang memukul punggung mereka dengan kuat sehingga Chelsea dan Rin seketika pingsan.
*Bruk..
Bruk*..
"Target aman" gumam orang itu dari balik earphone yang terpasang di telinga nya.
Beberapa puluh menit berlalu
__ADS_1
Chelsea dan Rian masih terlelap di dalam sebuah gudang kosong yang gelap bersama orang-orang yang menatap mereka. Sea bangun dia merasakan sakit di bagian belakang tengkorak kepala nya itu, Sea berusaha menormalkan pengihatan nya dengan keadaan ruangan yang gelap itu, kaki dan tangan gadis kecil itu sudah terikat dan mulut yang di tutup dengan lakban. Suara berat seorang pria menyapa kesadaran Chelsea yang baru terbangun dari pingsan nya.
"Apakah ini bidadari keluarga William?" tatap Felix mencengkram bahu Chelsea dengan kuat.
"Kau sangat cantik, apa pendapat mereka jika aku merusak sebuah hal paling penting bagi keluarga William, coba kau tebak aku harus mulai dari mana?" tatap Felix dengan ekspresi wajah nya yang tidak dapat di baca.
"Treo kau bermain lah dengan gadis kecil ini, lalu beri pria itu obat tidur dan setelah selesai bawa mereka ke hotel, aku ingin sekali melihat ekspresi Adrel dan Shinta ketika melihat putri cantik mereka sudah rusak" kata Felix berlalu pergi dari ruangan itu.
"Mmmm hiks hiks" Chelsea berusaha memohon untuk melepaskan diri nya, suara nya yang pilu untuk minta di lepaskan tidak terdengar oleh pria yang sudah menyentuh tubuh kecil nya itu dengan senonoh dan membabi buta.
Di sebuah kamar hotel.
Kedua pasang insan manusia itu tidur dengan lelap. gadis itu membuka mata nya, ketika ia akan berdiri langkah nya terhenti karena ia merasakan bagian intim nya yang sangat sakit dan perih. ia melihat tubuh pria itu juga polos tanpa sehelai benang pun.
'Hiks hiks' tangis gadis itu.
Suara tangisan itu membuat sang pria terbangun dari tidur nya, ia memegang kepala nya yang terasa sangat pusing.
'Ssst'
"Sakit sekali kepala ku" kata pria itu, ia melihat di tepi ranjang seorang gadis menangis. badan nya polos, ia baluti dengan selimut tebal agar tertutup.
"Chelsea apa itu kau?" kata rian.
Gadis itu menekok kearah pria yang notebe nya adalah nya om nya sendiri. ia sangat malu dengan keadaan nya saat ini. tidak ada yang tau perasaan chelsea saat itu.
'Ting ting'
Suara pintul bel kamar hotel berbunyi. Rian yang masih setengah sadar itu pun bergegas menuju pintu untuk membuka nya. karena seperti nya orang yang memencet bel itu terus terusan dan sangat tidak sabar.
'Bugh'
Sebuah hantaman keras membuat Rian yang sedang tidak melalukan pertahan itu, seketika ia tersungkur jauh ke lantai dengan bibir yang pecah mengeluarkan darah akibat pukulan itu.
Rian yang masih belom sempat berdiri langsung mendapat pukulan bertubi tubi, ia tidak siap untuk membalas pukulan itu, sehingga rian hanya pasrah terus di pukulin.
"Pria brengsek"
"Lelaki tua bajingan"
"Kenapa harus adikku"
"Aku akan membunuh mu!!!" teriak Varo yang terus memukul rian tanpa ampun itu. Rian yang tidak memperlakukan perlawan tentu ia saat ini sudah habis di pukuli. saat ini wajah rian sudah tidak berbentuk akibat pukulan itu
"Varo sudah!" kata Adrel dengan tegas.
Shinta yang melihat keadaan kamar itu sangat berantakan. ia menelusuri dan masuk ke sebuah kamar, ia melihat putri nya duduk meringkuk di tepi ranjang dengan memangku kedua kaki nya.
'Hiks hiks' suara tangis itu seketika pecah ketika ia melihat Shinta mendekati nya.
"Mommy pergiii!!!!!!"
"Jangan mendekati sea!"
__ADS_1
"Sea kotor mom, sea kotor"
"Sea sudah merusak nama baik keluarga kita"
"Bunuh aja Sea mom"
Teriak gadis itu dengan pilu dan air mata yang terus berurai.
"Sayang, tidak apa apa, ini bukan salah mu" shinta menangis melihat putri nya itu dalam keadaan terburuk bagi nya, Shinta berusaha memeluk Chelsea tapi tangan nya dihempaskan oleh Chelsea.
"Mommy pergi, Chelsea udah kotor mom, chelsea udah bukan gadis yang bisa dibanggain lagi" suara gadis itu bergetar tak kala mengatakan hal yang paling pahit baginya.
Saat Chelsea fokus dengan mommy nya, tiba tiba ia merasa di peluk oleh seseorang. ia adalah varo. varo yang mendengar adik nya berbicara seperti itu hati nya ikut tersayat sayat. pedih, itu lah yang dirasakan varo saat melihat sang adik tercinta menangis dan mengatakan ingin mati.
"Sea jangan seperti ini, aku menyayangi mu" kata varo memeluk chelsea.
"Lepaskan!!"
"Lepaskan aku kak"
"Aku bukan adikmu lagi!"
"Daddy maafkan Chelsea, maafkan Chelsea daddy" kata gadis itu mulut nya bergetar mengatakan kata demi kata.
"Apapun keadaan mu, kau tetap anak ku" Adrel ikut memeluk Chelsea, begitu pun dengan Shinta. bukan berati dengan jawaban Adrel yang datar lantas membuat ia bersikap biasa sajak melihat putri nya seperti ini. ia justru sangat sakit melihat keadaan putri nya.
"Sea apa kau menceritakan sesuatu, agar kami bisa tau jelas" kata adrel yang ingin menyelidiki hal ini mulai dari anak nya.
Seketika sebuah kejadian panas itu berputar di ingatan chelsea. ingatan itu seketika membuat nya berteriak dengan histeris.
"Jangan dekati aku akh pergi!!!" kata Chelsea menjambak rambut nya sendiri.
"Sea jangan seperti ini" kata shinta berusaha melepaskan tangan Chelsea dari rambut nya sendiri.
Varo yang melihat keadaan adiknya itu ikut terombang ambing dengan rasa kesal dan bercampur amarah. chelsea yang tak henti henti nya berteriak itu seketika terkulai lemas dan pingsan akibat terlalu kelelahan.
"Sea? Sea bangun!" teriak Shinta menguncang guncang tubuh anak nya dalam pelukan.
Varo yang melihat keadaan adik nya itu langsung membalut dengan rapi selimut yang dikenakan chelsea. tanpa pikir panjang varo langsung berlari keluar hotel dan menuju parkiran untuk mengantar adiknya kerumah sakit.
Di rumah sakit
Setelah beberapa sat ditangani Sea hanya tertidur pulas akibat obat bius, saat ini di ruangan itu hanya ada dirinya seorang diri. Jari manis gadis itu bergerak-gerak tanda ia mulai mengumpulkan nyawa karena kesadara nya, Sea mengfokuskan mata nya pada seseorang yang tengah duduk di depan nya itu, seorang pria menggunakan jas itu, Sea yang baru terbangun itu menyangka orang di depan nya adalah daddy nya karena pandangan mata Sea yang tidak fokus karena baru bangun dan kepala nya sangat pusing.
"Daddy" lirik gadis itu menjangkau seseorang yang ada di depan nya dengan tangan nya itu.
"Sebaiknya kau mati, aku sudah membuatkan mainan untuk mu, cobalah" ujar pria itu menunjuk langit-langit rumah sakit yang sudah di pasang tali itu.
Chelsea yang mendengar suara pria yang dia temui tadi malam itu, seketika rasa takut dan jiwa nya kembali terguncang karena ketakutan, Chelsea berusaha berteriak dengan keras tetapi apalah daya gadis itu saat dia ingi berteriak mulut nya sudah terlebih dahulu di bekap menggunakan bantal yang ada di sana.
"Tidurlah yang tenang, aku akan memberikan ayunan ini untuk mu" lirik Felix menatap gadis itu yang sudah meregang nyawa dengan sekali tindakan nya
Tidak ada yang tahu mengapa Chelsea bisa merenggang nyawa itu, dan sementara Felix dengan santai nya keluar dari ruangan itu menggunakan jas dokter sambil mengembangkan senyum yang membuat orang merinding dengan segala ke anehan yang ada pada diri nya saat itu. beberapa menit sebelum keluarga William masuk dan melihat keadaan gadis kesayangan mereka.
__ADS_1
"Aaaa"