Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 70-ACARA DI MANSION ALFEROZ


__ADS_3

Mobil Michele sampai di mansion Alferoz, pria itu memarkirkan mobil nya di depan mansion, saat Michele ingin turun dari mobil pria itu melirik Alice yang malah tertidur, pria itu akhir nya mengetuk kening gadis itu.


Ctak..


"Aduh sakit,"ujar Alice bangun dan mengusap kening nya.


Sedangkan Michele sudah turun dan meninggalkan gadis itu ke dalam mansion Alferoz, menjadi seorang dokter adalah beban bagi Michele otak nya memang pintar tapi karena tuntutan dari keluarga nya yang semua dokter membuat nya tetpaksa menerima beban itu juga, menjadi pria bebas sudah membuat orang tua nya tidak suka karena tidak sesuai dengan sikap seorang dokter, tapi pria itu berkata toh Dia menjadi dokter demi keluarga bukan keinginan nya sendiri.


Drap.. drap..


Langkah kaki nya memasuki mansion Alferoz, terlihat Alessia yang sedang sibuk di dapur dengan para chef yang sedang menyuruh dan memerintah itu, Michele langsung menghampiri Nyonya besar Alferoz itu.


"Siapa yang sakit Nyonya?"ujar Michele menghampiri Alessia.


"Oh Michele kau sudah datang, itu Anggun, tunggu Aku akan memanggil nya,"ujar Alessia kepada pria itu.


"Nin, panggil Anggun, dokter Michele di sini,"ujar Alessia kepada pelayan itu.


"Baik Nyonya,"ujar pegawai wanita itu berlalu pergi dari sana.


Sedangkan Michele memilih duduk di ruang tamu sambil menatap sekeliling nya mansion Alferoz itu yang terlihat ramai, pria itu belum mengetahui apa yag di lakukan orang-orang di mansion itu entah apa yang di sibukan.


"Ada acara yah?"gumam Michele melihat sekeliling nya.


Reno dan Anggun sedang menikmati suasana pagi itu, tiba-tiba pelayan menghampiri majikan nya itu karena di suruh Alessia.


"Tuan, Nona permisi, Nona Anggun di panggil Nyonya besar karena dokter Michele sudah datang,"ujar pelayan itu mengatakan nya.


"Baiklah Aku akan kesana,"ujar Anggun kepada pelayan itu.


Setelah mengatakan nya pelayan itu pamit dan berlalu pergi, sementara itu Anggun dan Reno melangkah kan kaki nya meninggalkan kursi taman itu, pria itu terus mengengam tangan istri nya seolah-olah wanita nya sebuah kaca yang mudah pecah.


"Mommy seperti nya terlalu khawatir bukan?"tanya Anggun kepada pria itu.

__ADS_1


"Tentu, karena itu menantu kesayangan nya,"ujar Reno tersenyum miring.


Mereka yang sedang berjalan masuk ke dalam mansion itu berpapasan dengan Alice yang keluar dari mobil Michele dengan wajah mengantuk dan sweater kebesaran itu, Reno mengerutkan kening nya, mereka lalu berjalan beriringan.


"Alice,"ujar Anggun kepada gadis itu.


Alice yang sedang berjalan di depan dua orang itu memutar badan nya dan melihat kakak serta kakak ipar nya itu.


"Eh kakak ipar, selamat keponakan kecil ku,"ujar Alice langsung memeluk Anggun kedalam dekapan nya.


"Terimakasih Alice,"ujar Anggun tersenyum bahagia.


Entah kenapa Anggun merasa sangat senang melihat semua anggota keluarga yang sangat antusias atas kehamilan nya, Dia merasa sangat di hargai di keluarga suami nya ini.


"Kenapa kau turun dari mobil Michele, di mana mobil mu?"ujar Reno kepada adiknya penuh selediki.


"Aku,"


"Dan baju siapa yang kau pakai, milik Michele, apa kau tinggal semalam dengan Dia? Apa kau berbohong mengatakan ingin mengerjakan tugas?"tanya Reno dengan pertanyaan yang beruntun.


Alice melepaskan pelukan nya lalu menatap Reno dengan tatapan datar serta kesal karena pertanyaan Kakak nya yang tidak henti-henti.


"By sabar dong, Alice belum selesai ngomong, kamu udah nyelonong aja tanya lagi,"ujar Anggun kepada suami nya itu.


"Iyah nih dasar, siscom,"ujar Alice mendengus kesal.


"Jawab saja,"ujar Reno dengan tatapan yang kesal kepada gadis itu.


Gadis itu menjelaskan semua nya agar Reno paham, sebenarnya sih males harus bicara panjang-panjang tapi kalau tidak secara detail pasti Reno akan memilih mencari tahu sendiri saja, dan itu membuat Alice sangat risih.


"Nah begitu,"ujar Alice yang sudah menjelaskan nya.


"Kau pukul saja Dia jika menganggu jangan mau di tindas pria,"ujar Reno berlalu dari sana meninggalkan Alice.

__ADS_1


Mereka berdua memasuki mansion menuju ruang tamu yang terdapat Michele itu, sedangkan Alice datang mengekori kedua kakak nya itu lalu menyalakan telivisi dan menonton.


"Anggun dokter Michele datang memeriksa,"ujar Alessia yang juga sedang mengobrol dengan Michele.


Wanita paruh baya itu melirik Alice yang juga datang tapi malah menyalakan telivisi dan langsung berbaring di sofa tanpa tahu sopan santun itu.


"Alice kau ini duduk yang sopan, mandi cepat, nanti teman-teman Mommy akan datang kesini,"ujar Alessia kepada putri nya itu.


"Untuk apa?"ujar Alice melirik Mommy nya sekilas.


"Mommy mengadakan acara di sini, hal ini tidak boleh di lewatkan bukan?"ujar Alessia melirik kedua pasangan pasutri itu.


"Terserah Mommy,"ujar Reno yang menjawab dengan seadanya itu.


Michele mulai memeriksa Anggun dengan mengecek semua kondisi nya, pria itu memang dokter umum tapi untuk yang lebih pasti nya memang lebih baik di bawa langsung bukan ke dokter kandungan.


"Kondisi Nona Anggun baik-bak saja, anak nya sehat, tapi untuk mencek lebih jelas ke dokter kandungan saja Nyonya,"ujar Michele meletakan teleskop nya itu.


"Syukurlah,"ujar Reno mengusap perut Anggun dengan senyum yang menghiasi kebahagian mereka.


Akhirnya hari ini di putuskan bahwasan nya Reno dan Anggun tidak akan bekerja akan ada acara di mansion yang akan di datangi oleh beberapa banyak nya teman Alessia serta Dante untuk mengadakan pesta yang mendadak itu, malam tiba Anggun terlihat sangat cantik dengan gaun senada dengan Reno.


"Gausah terlalu mikirin, palingan kita cuman terima ucapan selamat, kalau kamu cape bisa langsung tidur di kamar Little,"ujar Reno kepada wanita nya itu.


"Gapapa By, Aku senang dapat ucapan selamat,"ujar Anggun tersenyum kepada pria nya.


Mereka turun menuju lantai satu yang sudah di sulap menjadi ruangan luas dan kosong serta di hiasi meja tamu dan makanan yang berjejaran, dari luar terlihat banyak nya mobil mewah yang terparkir dan untuk pertama kali nya para bodyguard yang menjaga Anggun sembunyi-sembunyi terpaksa harus berada dekat dan terlihat, agar bisa menekan bahwasan nya jangan ada yang menganggu nyonya mereka.


Di sisi lain Michele yang ingin berangkat pergi berkumpul dengan teman nya setelah dari rumah sakit itu, mendapat kejutan kedatangan Mommy dan Daddy nya ke apartemen.


Brak..


"Kalian?"

__ADS_1


__ADS_2