
Sudah dua tahun sejak kejadian itu. tidak ada yang tahu bahwasan nya pengakuan rian adalah sebuah kenyataan atau sebuah kebohongan. yang keluarga tau saat itu maupun sekarang rasa sakit yang mereka rasakan masih sangat terasa pedih.
"apa mungkin mas varo sangat marah waktu itu gara gara ia teringat adik nya" kata rere.
"maksudmu?" tanya shinta yang kebingungan.
"waktu itu saat pesta ulang tahun perusahaan william group aku hampir dilecehkan seorang pria, tapi mas varo menolong ku, dia memukul pria itu sampai pingsan" kata rere yang mengingat kejadian pertama kali ia bertemu dengan varo.
"varo memang seperti itu, setelah kepergian sea dia sangat anti mendengar hal yang berbau pelecehan, atau pun ia melihat di depan mata nya sendiri, seperti yang kau bilang, dia akan menghabisi siapapun pria tua" titah shinta yang sebelum nya juga pernah tau varo menghajar seorang rekan bisnis nya yang berusaha melecehkan karyawan wanita nya.
"mommy maafkan rere yang baru tau dengan sea, rere minta maaf karena sudah mengungkap luka lama mommy" kata rere sendu memegang kedua tangan nya.
"ini bukan salahmu, mommy memang belum menceritakan nya saja" kata shinta mengelus rambut rere.
'Krek'
Suara pintu ruang kerja itu seketika terbuka, kedua wanita itu mengalihkan pandangan nya kearah seorang pria yang baru masuk keruangan itu.
"Apa yang kalian lakukan di ruangan ku?" kata varo dengan wajah datar melangkahkan kaki nya dan duduk di samping mommy nya itu.
"Kita sedang melihat foto mu ini" kata shinta melihatkan foto varo yang masih kecil tidak memakai apapun sedang mandi dan main air.
"mommy" kata varo mengambil foto itu karena malu.
"hei anak ku apa kau malu? rere juga pasti sudah melihat semua yang ada pada dirimu, iya kan re?" kata shinta dengan vulgar.
'Blushh'
pipi rere seketika memerah. perkataan yang di lontarkan ibu mertua nya itu terdengar sangat vulgar di telinganya.
"kenapa mommy ku berbeda" gumam varo menghebus nafas nya dengas kasar.
"hei mommy mu ini memang berbeda dengan orang lain, maka dari itu daddy mu mencintai ku" kata shinta berlagak sombong dengan dirinya.
"ha ha, mommy lucu, mommy memang berbeda. mommy sangat blak blak an sekali" kata rere berbicara sambil tertawa itu.
"kau juga rere sangat terlalu jujur ha ha" tawa shinta yang di iringi tertawa rere pula.
Varo yang melihat kedua wanita itu tertawa dengan lepas merasa hati nya sangat tentram. ekspresi wajah varo tidak dapat di tebak. setelah pembicaran kecil itu selesai varo dan rere kembali ke kamar mereka.
'Bruk'
rere menjatuhkan tubuh nya ke kasur dengan kencang.
__ADS_1
"haduh enak banget, empuk banget" kata rere terus berguling guling di atas kasur king size itu. rere memang sudah hampir 1 bulan lebih tidur di kasur itu. tapi rasa kagum nya terhadap kasur itu tidak pernah hilang, karena rasa nyaman yang ditimbulkan dari kasur itu.
varo hanya bisa menggelengkan kepala nya, melihat kelakuan istri nya yang tidak pernah hilang kenorakan nya itu.
"oh iya mas varo boleh temenin habis ini ke supermarket ga, aku mau beli ttopoki" kata rere yang berusaha bersikap manja itu.
"kau pergi saja sendiri" kata varo datar.
"yasudah, nanti kalo aku kenapa kenapa lagi keluar malam jangan marah padaku" kata rere yang berlalu ingin pergi mandi.
"aku akan mengantar mu" kata varo menahan tangan rere.
"makasih mas" jawab rere dengan memberikan senyum manis nya kepada suami nya.
'Deg'
jantung varo berdegup dengan kencang tak kala melihat senyum itu.
"cepat mandi" varo mendorong pelan tubuh rere ke kamar mandi.
"aduh mas ini apaan sih, ga bisa lembut" kata rere.
'sial dia tidak mendengar nya kan' batin varo.
"kalo sampai supermarket yang ini masih tidak ada, aku akan meminta reno langsung memesan ke pabrik nya" kesal varo menatap rere.
"tapi aku mau yang beli nya di supermarket mas" kata rere dengan suara manja nya.
"kau turun saja sendiri, aku sudah malas mengikuti langkah kecil mu itu, lamban" kata varo datar.
"yasudah kalo mas tidak mau" kata rere turun dari mobil dengan kesal, ia menutup dengan kasar pintu mobil itu.
'Brakk'
'kenapa malah dia yang marah padaku, dasar bocah' batin varo.
Rere masuk ke supermarket dengan langkah yang dihentak-hentak kan ke tanah, ia sangat merasa kesal kepada suami nya itu. rere mencari cari apa yang di inginkan nya ke seluruh bagian supermarket itu dengan senang hati ia mendapatkan suatu hal yang sangat di inginkan nya.
"wah ketemu" kata rere dengan senang, ia membeli banyak dan membayar belanjaaan itu segera ke kasir.
Rere keluar dari supermarket dengan kantong belanjaan nya yang ia bawa dengan hati yang senang dan bergembira. dari jauh seorang pria mengamati rere ia menghampiri rere dan langsung memeluk gadis itu.
'Greb'
__ADS_1
"Cebol apa kabar" kata pria itu dengan suara berat nya.
rere seperti mengenal suara pria itu. ia berusaha melepaskan pelukan pria itu dan melihat siapa yang memeluk nya.
"Gabriel?" kata rere dengan wajah yang terkejut
"cebol ini aku" kata gabriel mengacak-acak rambut rere dengn kedua tangan nya dengan gemas.
"el apa yang kau lakukan, rambut ku jadi berantakan" rere cemberut, wajah gadis itu sangat lucu saat cemberut kedua pipi nya jadi mengembung karena kesal.
"haha kau sangat lucu" kata gabriel mencubit kedua pipi rere.
"Dasar tuan pintar sakit tau" rere membalas mencubit pinggang gabriel.
"au sakit" gabriel pura pura meringis kesakitan
"ha ha rasakan itu sakit kan" tawa rere dengan senyum yang mengembang di wajah nya.
Tanpa rere sadari, interaksi mereka dilihat oleh varo dari tadi. varo yang sudah tidak tahan dan kesal melihat rere tertawa dan tersenyum kepada pria lain. ia menuju kan langkah nya ke tempat rere.
'Greb'
varo memeluk rere dari belakang ia memegang pinggang ramping istri nya itu, dan menyandarkan kepala nya di bahu rere.
"sayang, kenapa kau lama sekali" kata varo bermanja manja dengan rere.
"mas apa yang kau lakukan, lepaskan aku" kata rere yang berusaha lepas dari pelukan varo.
"rere siapa om ini?" kata gabriel dengan santai nya.
"sayang siapa bocah ini?" kata varo yang juga bertanya kepada rere.
"gabriel ini suami ku mas varo, mas varo ini teman ku gabriel" kata rere menjelaskan situasi mereka.
mereka saling berjabat tangan, dan menatap satu sama lain. varo menatap gabriel dengan tatapan yang menghunus dan kesal.
'aku tandai kau' batin varo.
**Bersambung...
jangan lupa like, coment, vote dan follow akun aku.
budayakan like sebelum membaca**:)
__ADS_1