
Saat ini mansion Arnolda tengah ramai karena kehebohan seorang Nyonya Arnolda yang meminta sate kambing, tetapi harus di buat langsung dan kambing nya di beli sendiri oleh empat pria tampan termasuk suami nya, Varo, Reno dan Roy.
Saat ini Axel bersiap siap untuk menyembelih kambing nya di bantu oleh para pria yang memegangi, Varo dapat bagian untuk menyembelih kambing tersebut, dan para wanita yang hanya menatap heboh beberapa meter acara penyembelihan itu, sedangkan Rere hanya bisa mendokumentasi kan penyembelihan itu dalam vidio HP nya, dan si kembar serta Alisa yang terus tertawa melihat raut wajah Daddy dan yang lain nya saat memegang kambing.
"Roy pegang yang benar kepala nya,"ujar Axel yang kesal karena Roy tidak menahan dengan kuat, sehingga membuat kambing itu memberontak.
"Ba ba baik Tuan,"ucap Roy memegang sekuat tenaga.
"Hei Roy cepat pegang Aku akan memotong nya,"ucap Varo yang kesal kepada Roy.
"Seharusnya kau pegang bagian mu yang benar, jangan hanya berteriak kepada asisten ku,"ucap Axel dengan kesal melihat Varo yang gemetaran memegang pisau nya.
Sementara itu Reno sudah memegang kaki bagian belakang kambing dengan benar dan tenang, Dia hanya menikmati wajah teman-teman nya yang kesusahan.
"Baiklah sebaiknya kita mulai, atau ini tidak akan berakhir sampai sore,"ucap Reno kepada Tuan nya Varo.
"Ck, Tuan kulkas jangan banyak bicara Aku sedang berkosentrasi!"kesal Varo kepada Reno.
"Kak Varo!!! jangan lupa menyembelih yang benar sesuai aturan, Aku tidak ingin makan daging haram!"ujar Clara kepada sahabat suami nya itu.
"Iyah Mas, ayo kamu pasti bisa,"teriak Rere yang menyemangati suami nya.
"Iyah tenang saja, begini-begini Aku tidak pernah tinggal ibadah,"gumam Varo yang menatap leher kambing.
"Ck Kau lama, apa perlu Aku suruh Samuel ke indonesia untuk memotong kambing ini?"kesal Axel menatap Varo yang malah melamun menatap leher kambing.
"Hei Dia itu bawahan ku, jangan seenak nya memerintah yang bukan hak mu,"kesal Varo membalas Axel.
"Sebaiknya lakukan itu Axel, karena Sam memang hebat dalam memotong daging, walaupun mungkin Dia belum pernah memotong daging hewan,"ujar Reno membenarkan ucapan sahabat nya itu.
__ADS_1
"Apa kau gila, kalau kau menyuruh Sam yang melakukan nya Dia akan memotong membabi buta daging kambing ini tanpa berbentuk,"kesal Varo kepada para sahabat nya yang terus mencerocos tanpa henti.
"Tuan Axel, Tuan Varo sebaiknya kita mulai saja, kalau kalian terus berbicara ini ti-"perkataan Roy terpotong.
"Diam Roy!!"bentak Axel dan Varo bersamaan kepada pria itu.
'Astaga Aku seperti seorang tikus kecil di sini, sangat di buli oleh para atasan,' batin Roy hanya menghela nafas nya pelan.
Varo meneguk saliva nya dengan kasar, lalu memulai memotong kambing tersebut secara perlahan dan aturan yang benar, dan akhir nya sukses darah kambing pun bercucuran keluar, Varo tersenyum puas melihat akhir nya pekerjaan nya selesai, kambing itu tergeletak tidak berdaya.
Reno yang menatap bagian kepala atau lebih tepat bagian leher itu mengeluarkan darah seketika wajah nya sedikit terkejut, sebenarnya Dia sudah sering melihat darah tetapi kalau tiba-tiba seperti ini.
"Da da darah,"ucap Reno secara gugup.
Axel menatap sahabat nya itu sambil mengerutkan kening nya, pria itu terlihat gugup melihat darah kambing itu dan salah tingkah.
"Emang itu darah, bukan anggur merah,"ucap Axel kepada Reno yang masih belum paham itu.
Tubuh pria itu seketika jatuh ke tanah, karena melihat darah, semua orang yang melihat itu mendekat terutama Anggun yang malah heran, serta si kembar yang menoel-noel pipi Om Reno nya sambil tertawa mengejek.
"Astaga Aku lupa kalau Reno tidak bisa melihat darah, Dia phobia apa kau lupa?"ujar Varo menatap Axel.
"Oh iya Aku lupa, Ck menyusahkan saja,"ucap Axel menatap Reno yang malah tiduran di rumput itu.
Nah, fakta menarik lagi dari Reno nih, di sini Reno itu memang ga suka lihat darah yah, kecuali kalau sebelum nya Dia udah siap-siap bakal tahan, atau ga kadang kalau keluar sama Varo ke ruangan eksekusi markas Aeros pria itu selalu pakai kacamata hitam biar ga bisa lihat warna darah yang merah merekah itu, kalau di suruh nyiksa orang pasti Reno lebih baik menyuruh orang dari pada diri nya turun tangan, tapi kalau masalah jago berantem yah Reno ga kalah keren sama Varo dan Axel.
Beberapa puluh menit kemudian
Reno mengerjapkan mata nya, pria itu masih terbaring di rumput, Dia menatap seorang gadis yang menatap nya sangat dekat itu, Dia adalah Anggun yang menatap Reno sangat dekat, sehingga wajah mereka hanya berjarak beberapa centi meter.
__ADS_1
"Apa Kau sudah bangun pembantu lemah?"ucap Anggun mengejek pria itu.
"Ck, awas,"ucap Reno mendorong Anggun menjauh dan berdiri langsung dari tidur nya.
"Au, kau ini tidak ada lembut-lembut nya dengan gadis, dasar pembantu,"ucap Anggun kesal.
Reno hanya menatap orang-orang yang masih ramai memotong daging kembing, yang menatap emang banyak tetapi yang motong daging si kevin doang, ya beberapa menit setelah Reno pingsan, Varo menghubungi pria itu untuk datang ke mansion Arnolda membantu memotong daging kambing.
"Kevin, apa kau kekurangan pekerjaan di Aeros sampai harus memotong daging kambing?"tanya Reno yang baru bangun itu.
"Ck jangan mengejek nya, Aku yang meminta tolong kepada Varo, Dia lebih baik dari pada Kau yang pingsan melihat darah kambing,"ujar Axel menatap Reno yang hanya memasang wajah datar nya walau sudah di ejek.
'Aku juga tidak tahu, padahal Aku mengantikan Tuan samuel di sini sebagai perantara antara italia dan indonesia di Aeros untuk Tuan Varo, tetapi apa ini? Aku menyuruh memotong daging kambing, Anda beruntung Tuan samuel Anda tidak di sini, jika Anda di sini kita akan di suruh memotong kambing berdua, padahal keahlian ku ini untung memotong daging manusia' batin Kevin melanjutkan pekerjaan nya.
Memang Reno tipe pria yang tidak gampang terpancing emosi, wajah datar dan sifat nya yang cuek adalah prinsip hidup pria itu, si kembar yang menatap Om Reno mereka yang sudah bangun itu hanya tertawa sambil menunjuk.
"Haha Om Reno kok lihat darah langsung pingsan sih"ujar Lenka mengejek pria itu.
"Iyah lemah,"ucap Leon
"Kayak Lukas dong, cowo itu berani,"ujar Lukas dengan sombong nya.
"Anak anak, semua orang memiliki kelemahan masing-masing,"ucap Reno menjawab dengan santai.
Anggun melihat Reno memasang kacamata hitam nya mugkin saja pria itu tidak ingin melihat darah itu lagi.
"Hei ingat kau sudah akan menikah, jangan melirik pembantu itu,"bisik Clara yang membuat Anggun terkejut.
"Aku tahu, Aku tidak menyukai siapa pun di sini Cla, semenjak pria bajingan itu,"ucap Anggun menatap Clara.
__ADS_1
'Aku tahu kau masih tidak bisa menyukai pria lain semenjak kejadian itu, semoga kau mendapatkan pria yang baik Anggun,' batin Clara mengusap punggung gadis itu.